Ethambutol obat apa?

Ethambutol adalah antibiotik yang digunakan sebagai obat utama untuk mengatasi tuberkulosis (TB atau TBC) baik TBC paru maupun ekstra paru seperti TB kelenjar, TB tulang dan TB urogenital. Ethambutol umumnya digunakan bersamaan dengan obat TB lainnya seperti ripamficin, isoniazid dan pyrazinamide.

Ethambutol efektif menghambat sintesis RNA dan mencegah replikasi bakteri dari genus Mycobacterium, termasuk M. tuberculosis, serta dari jenis M. avium complex dan M. kansasii. Umumnya obat ini akan diresepkan dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan agar TBC benar-benar hilang dan tidak kambuh lagi.

Antibiotik ini hanya efektif membasmi bakteri sehingga tidak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu. Penggunaannya juga sebaiknya jika sudah meyakini penyebab penyakitnya merupakan bakteri, karena penggunaan yang tidak tepat akan menurunkan efektifitasnya. Selain itu, efek samping seperti resitensi bakteri juga mungkin terjadi jika obat ini digunakan sesuai dosis dan jangkat waktu yang ditentukan dokter.

Ikhtisar Obat Ethambutol

Jenis obatAnti-TBC
KategoriObat resep
KegunaanPengobatan tuberkulosis (TB atau TBC) paru ataupun extra paru
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C
SediaanTablet
MerekArsitam, Bacbutinh, Bacbutol, Corsabutol, Emkapulmo, Erabutol Plus, Ethambutol, Kalbutol, Lilung, Metham, Niazitol, Primbutol, Tibitol, Pulna Forte
ethambutol

kemasan ethambutol 500 mg tablet

Mekanisme Kerja

Ethambutol bekerja dengan cara menghambat sintesis satu atau lebih metabolit (zat yang terlibat dalam metabolisme) pada bakteri yang rentan sehingga menyebabkan penurunan metabolisme sel bakteri, mencegah terjadinya replikasi yang kemudian menyebabkan kematian. Senyawa ini diketahui aktif melawan bakteri yang rentan hanya saat mereka melakukan pembelahan sel.

Indikasi atau Kegunaan Ethambutol

Ethambutol digunakan sebagai pengobatan utama tuberkulosis (TBC atau TB) baik yang paru maupun ekstra paru. Lebih lanjut mengenai penyakit ini, silahkan baca: Ciri-Ciri Penyakit TBC (Tuberkulosis)

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Menderita neuritis optik.
  • Mengalami gangguan penglihatan.
  • Anak-anak dibawah 6 tahun.

Dosis Ethambutol dan Cara Penggunaan

Ethambutol tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis 250 mg, 400 mg dan 500 mg.

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Pengobatan utama TB paru dan ekstra paru

  • Dosis dewasa: 15 mg/kg sekali sehari atau 30 mg/kg tiga kali seminggu. Umumnya dikombinasikan dengan rifampicin, isoniazid dan pyrazinamide selama 8 minggu atau dilanjutkan jika diperlukan. Untuk orang yang pernah mendapatkan terapi antibakteri dosisnya disesuaikan menjadi 25 mg/kg/hari selama 60 hari kemudian 15 mg/kg/hari untuk selanjutnya hingga dirasakan pulih.
  • Dosis anak-anak: 25 mg/kg/hari selama 60 hari kemudian 15/mg/hari hingga dirasakan sembuh dari TB.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Sampaikan pada dokter Anda jika dalam masa terapi terjadi perubahan berat badan karena dosis obat ini didasarkan pada berat badan.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama dan untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Ethambutol pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Jika Anda ingin mengonsumsi obat antasid, hindari konsumsi bersamaan dengan obat ini atau beri jarak minimal 4 jam setelahnya untuk menghindari turunnya efektifitas obat akibat efek berkurangnya penyerapan ethambutol jika dikonsumsi bersamaan dengan antasid terutama yang mengandung aluminium hidroksida.

Efek Samping Ethambutol

Seperti halnya antibotik lainnya Ethambutol juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Efek samping ethambutol yang umum:

  • Panas dingin.
  • Nyeri perut.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan dan nyeri sendi.

Efek samping ethambutol yang jarang terjadi:

  • Neuritis optik.
  • Butawarna merah/hijau.
  • Neuritis perifer.
  • Ruam kulit.

Efek Overdosis Ethambutol

Penggunaan dalam jumlah besar dan tidak sesuai dengan resep dokter apalagi jika digunakan dalam jangka waktu lama bisa saja menyebabkan efek oversdosis. Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti neuropati optik, pruritus, nyeri sendi, gangguan pencernaan, sakit perut, malaise, sakit kepala, pusing, kebingungan, disorientasi hingga halusinasi. Jika hal ini terjadi segera hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini atau obat lainnya.
  • Sampaikan juga jika Anda memiliki riwayat atau sedang mengalami masalah pada mata seperti optik neuritis, katarak atau diabetes retinopati.
  • Berhati-hatilah penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal baik ringan ataupun parah.
  • Obat ini dapat menyebabkan tidak efektifnya penggunaan vaksin bakteri hidup seperti pada vaksin tifus. Untuk itu hindari menggunakan obat ini ketika akan menerima vaksin bakteri hidup.
  • Jangan bagikan obat ini dengan orang lain untuk menghindari kesalahan dosis yang bisa berakibat buruk pada dirinya.
  • Sebaiknya lakukan cek kondisi mata secara menyeluruh sebelum mulai mengonsumsi obat ini. Lakukan juga pemeriksaan berkala terhadap fungsi penglihatan, ginjal, hati dan hematopoietik (pembentukan sel darah merah) agar efek samping yang mungkin terjadi dapat segera diketahui dan diberikan penanganan suportif.
  • Hindari konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati jika digunakan bersamaan dengan ethambutol

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Ethambutol boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Ethambutol masuk dalam kategori C untuk wanita hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, penggunaannya pada wanita hamil atau berencana untuk hamil sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja atau keuntungannya lebih banyak dari efek yang ditimbulkan.
  • Ethambutol diketahui dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui sehingga kemungkinan dapat membahayakan bayi. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebihdahulu sebelum mengonsumsinya.

Interaksi Obat

Konsumsi dua jenis obat tertentu secara bersamaan memang sebaiknya dihindari. Karena interaksi keduanya mungkin dapat memunculkan efek baru yang dapat membahayakan atau mengurangi efektifitas masing-masing obat tersebut. Umumnya dokter akan menyiasati efek dari interaksi obat dengan mengatur dosis dan cara penggunaannya. Beberapa jenis obat berikut dapat berinteraksi dengan Ethambutol, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan antasid dengan kandungan aluminium hidroksida dapat menghambat penyerapan obat ini. Disarankan untuk memberi jarak minimal 4 jam jika harus menggunakan obat ini bersamaan.
  • Penggunaan ethambutol dengan vigabatrin terutama untuk jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko masalah pengelihatan bahkan hingga kehilangan fungsi pengelihatan.
  • Beberapa jenis obat seperti leflunomide, lomitapide, mipomerson diketahui dapat meningkatan risiko kerusakan hati jika digunakan bersaaman dengan ethambutol.
  • Pemberian vaksin BCG dan Vaksin Kolera aktif sebaiknya tidak dilakukan saat sedang mongonsumsi ethambutol.