Faxiden obat apa?

Faxiden adalah obat untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan terutama yang terjadi pada persendian akibat penyakit arthritis dan osteoarthritis. Kandungan piroxicam dalam obat ini menghalangi produksi zat alami tubuh yang menyebabkan peradangan sehingga dapat meredakan gejala arthritis.

Obat yang diproduksi oleh PT. Ifars ini masuk dalam golongan obat keras, sehingga konsumsinya harus berdasarkan resep dari dokter. Ketahui juga lebih lanjut tentang kegunaan, dosis lazim, interaksi Faxiden serta bahayanya untuk ibu hamil dan menyusui pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Faxiden

Jenis obatAnti inflamasi non steroid
KandunganPiroxicam
KegunaanMengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat penyakit arthritis dan penyakit pada persendian lainnya
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Lansia
KehamilanKategori C pada semester I dan II serta ketegori D pada semester III kehamilan
SediaanFaxiden tablet 20 mg, Faxiden tablet 10 mg, Faxiden gel
faxiden piroxicam tablet 20 mg dan 10 mg

Faxiden piroxicam tablet 20 mg dan 10 mg

Mekanisme Kerja

Cara kerja Faxiden dapat dicermati dari cara mekanisme kerja bahan aktif penyusunnya yaitu piroxicam. Senyawa ini merupakan jenis obat anti inflamasi non steroid (OAINS) dari kelas oxicam yang dapat meredakan rasa sakit dan pembengkakan.

Piroxicam bekerja dengan cara menghambat enzim siklookigenase (COX-1 dan COX-2) yang berperan dalam sintesis prostaglandin. Dimana prostaglandin merupakan senyawa yang terbentuk ketika terjadi luka, kemudian senyawa ini akan menyebabkan rasa sakit dan perandangan.

Piroxicam juga menghambat migrasi leukosit ke titik peradangan dan mencegah pembentukan tromboxan A2. Dimana tromboxan A2 ini berfungsi meningkatkan agregasi platelet dan menyebabkan vasokontriksi.

Indikasi atau Kegunaan Faxiden

Faxiden digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan akibat rheumathoid arthritis dan osteoarthritis. Selain itu obat ini juga digunakan dalam mengatasi kelainan muskoloskeletal, dismenore dan nyeri pasca operasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandugan obat ini.
  • Mengidap asma yang dapat bereaksi terhadap piroxicam atau obat jenis NSAID lainnya.
  • Memiliki riwayat atau sedang mengalami perlukaan pada saluran cerna seperti pada penderita kolitis ulserativa, penyakit crohn ataupun kanker usus.
  • Tidak boleh digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada orang yang baru menjalani operasi baypass jantung.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan aspirin dan NSAID jenis lainnya serta obat antikoagulan.

Dosis Faxiden dan Cara Penggunaan

Faxiden tersedia dalam bentuk tablet dan gel dengan sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Sedian tablet : tiap tabletnya mengandung prioxicam 10 mg dan 20 mg.
  • Sediaan Gel: mengandung piroxicam 0,5%.
faxiden gel piroxicam

Faxiden gel piroxicam

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Faxiden untuk meredakan nyeri akibat arthritis reumathoid dan osteoarthritis

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 20 mg sekali sehari, atau dibagi beberapa dosis. Pengobatan harus direview ulang setelah berjalan 14 hari.
  • Dosis lansia: sebaiknya menggunakan dosis terendah dan dalam waktu yang singkat.

Dosis Faxiden untuk meredakan nyeri dan pembengkakan

  • Dosis dewasa: dalam bentuk gel 0,5%, oleskan pada area yang nyeri 3 – 4 kali sehari. Pengobatan ini harus ditinjau ulang setelah 4 minggu berjalan.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan cukup minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Faxiden pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Faxiden

Faxiden merupakan obat keras yang efek sampingnya perlu diperhatikan. Efek samping ini mungkin muncul pada sebagian orang dan tidak pada orang lainnya. Jika efek samping ini berlangsung lama dan semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Beberapa efek samping faxiden itu diantaranya sebagai berikut:

  • Kembung.
  • Feses hitam atau berdarah.
  • Nyeri pada lambung dan perut bagian atas.
  • Urin keruh.
  • Konstipasi.
  • Mulut kering.
  • Vertigo.
  • Tinitus.
  • Gatal, ruam dan pendarahan bawah kulit yang tidak bias.
  • Pembengkakan (edema) pada kaki, jari, wajah dan tungkai bawah.
  • Faxiden juga beresiko menyebabkan gagal ginjal, pankreatitis dan kerusakan hati.
  • Faxiden memiliki efek samping yang lebih berat terutama pada pencernaan dan kulit dibanding obat jenis NSAID lainnya.

Efek Overdosis Faxiden

Penggunaan berlebihan melebihi dosis yang dianjurkan terutama dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek overdosis Faxiden. Sepertihalnya overdosis obat jenis NSAID lainnya beberapa gejala yang dapat timbul diantaranya kelelahan, mengantuk, mual dan muntah, nyeri epigastrik, pendarahan pada saluran cerna ditandai adanya darah pada feses dan reaksi anafilaksis. Gejala lain yang mungkin timbul namun jarang terjadi seperti tekanan darah tinggi, gagal ginjal akut, depresi pernapasan hingga koma. Jika beberapa gejala di atas muncul, segeralah hubungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap kandungan obat ini atau jenis obat NSAID lainnya.
  • Orang dengan penyakit kardiovaskular atau berisiko tinggi mengalaminya sebaiknya berhati-hati menggunakan obat ini.
  • Pengawasan harus diberikan pada penderita, retensi cairan, gagal jantung, penyakit kardiovaskular, darah tinggi yang tidak terkontrol dan asma.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita kelainan fungsi hati dan ginjal.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari berkendara saat mengonsumsinya.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Faxiden untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan Faxiden berupa piroxicam digolongkan dalm kategori C untuk ibu hamil pada trisemester I dan II. Dimana hal itu berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya jika hanya dibutuhkan saja dan dalam pengawasan dokter.
  • Untuk ibu hamil trisemester ke III penggunaan obat ini tidak diperbolehkan karena dapat meningkatkan risiko keguguran.
  • Obat ini juga dihubungkan dengan keterlambatan ovulasi pada wanita sehingga tidak disarankan untuk wanita yang kesulitan hamil.
  • Faxiden (piroxicam) diketahui dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi membahayakan bayi. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter Anda jika harus menggunakan obat ini selama menyusui. Penggunaannya sebaiknya hanya jika keuntungan untuk ibu dan bayinya lebih besar dibanding risiko yang mungkin ditimbulkan.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan piroxicam yang menjadi bahan aktif Faxiden, diantaranya yaitu:

  • Penggunan bersamaan dengan obat antiplatelet (obat stroke) dapat meningkatkan risiko pendarahan pencernaan.
  • Dapat berakibat fatal jika digunakan bersamaan dengan obat antikoagulan seperti warfarin.
  • Meningkatkan risiko pendarahan pencernaan jika digunakan dengan obat jenis NSAID lainnya seperti aspirin.
  • Penggunaan bersamaan dengan ciclosporin dan taclorimus dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitanya.
  • Dapat bersifat antagonis dengan obat-obatan antihipertensi.
  • Dapat menurukan ekskresi methotrexate yang menyebabkan keracunan akut.
  • Meningkatkan risiko kejang jika digunakan bersamaan dengan obat jenis quinolone.