Fetik obat apa?

Fetik adalah obat yang mengandung bahan aktif ketoprofen untuk meredakan rasa sakit, peradangan, dan menurunkan demam. Beberapa kondisi yang bisa diobati yaitu nyeri pada rematik, pengapuran tulang, asam urat, nyeri haid, nyeri pasca operasi, dan lain-lain.

Obat ini tidak dijual bebas, melainkan harus dengan resep dokter untuk menebusnya. Namun demikian Anda perlu mengetahui beberapa informasi penting terkait indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping Fetik, dan hal-hal lain di bawah ini.

Ikhtisar Obat Fetik

Jenis obatObat antinyeri OAINS
KandunganKetoprofen
KegunaanMeredakan nyeri, peradangan, dan demam
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
SediaanTablet: Fetik 50 mg, 100 mg. Suppositoria: 100 mg.

obat fetik

Mekanisme Kerja

Ketoprofen adalah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) yang memiliki efek analgesik, anti peradangan dan penurun panas (antipiretik). Efek-efek ini diperantarai oleh penghambatan produksi prostaglandin yang merupakan zat penyebab munculnya reaksi peradangan, nyeri, dan demam. Terbentuknya prostaglandin diperantarai oleh enzim cyclo-oxygenase (COX), enzim inilah yang secara langsung dihambat oleh ketoprofen.

Indikasi atau Kegunaan Fetik

Jika masih penasaran Fetik obat apa, maka berikut kami informasikan kondisi-kondisi yang bisa diatasi dengan obat ini:

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki alergi terhadap ketoprofen, aspirin dan OAINS lainnya.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyempitan saluran nafas (bronkospasme) berat atau asma bronkial.
  • Pasien yang memiliki masalah pada fungsi ginjal dan liver yang berat.
  • Penderita tukak lambung (ulkus peptikum) atau peradangan akut pada saluran pencernaan.
  • Fetik supositoria tidak dianjurkan pada penderita yang memiliki masalah peradangan dan pendarahan pada anus seperti pada kasus proktitis dan hemoroid.

Dosis Fetik dan Cara Penggunaan

Fetik tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis sebagai berikut:

  • Tablet: Fetik 50 mg dan 100 mg tablet salut enterik masing-masing mengandung ketoprofen 50 mg dan 100 mg.
  • Suppositoria: Fetik supositoria mengandung bahan aktif ketoprofen 100 mg.

Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Fetik tablet 50 mg: Digunakan 1 tablet sekali minum sebanyak 3-4 kali sehari. Untuk tablet 100 mg digunakan 1 tablet sekali minum sebanyak 2-3 kali sehari.
  • Fetik supositoria : Dosis standarnya adalah 1 supositoria 2 kali sehari. Namun apabila dikombinasikan dengan preparat oral, maka cukup digunakan 1 supositoria 1 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Sediaan tablet sebaiknya digunakan setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Fetik pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Fetik

Seperti halnya obat-obatan lain, Fetik juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Tablet : Gangguan lambung, mual-mual sampai muntah, rasa sakit atau tak nyaman pada perut, sakit kepala, pusing, telinga berdengung, penglihatan terganggu, ruam pada kulit dan gangguan fungsi ginjal.
  • Supositoria : Bisa mengubah konsistensi feses menjadi lebih lunak atau encer.

 

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Penggunaan pada pasien yang memiliki masalah pada fungsi ginjal harus diwaspadai dengan memonitor secara ketat. Umumnya digunakan dosis yang rendah.
  • Begitu pula pada penderita gangguan fungsi hati, penggunaan Fetik harus hati-hati sesuai arahan dokter.
  • Harap waspada jika digunakan untuk penderita gangguan asam lambung yang ditandai dengan nyeri perut, mual-mual, sering bersendawa, dan sebagainya.
  • Ketoprofen tidak dianjurkan penggunaannya pada anak yang berusia kurang dari 18 tahun dan Lansia yang berusia lebih dari 65 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Fetik  boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Bagi ibu hamil disarankan jangan mengonsumsi obat ini, kecuali diresepkan oleh dokter dengan memperhatikan keuntungan dan kerugiannya. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)
  • Ibu menyusui tidak boleh menggunakan Fetik.

Penjelasan kategori obat terhadap kehamilan:

  • Kategori A: Studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin.
  • Kategori B: Studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
  • Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Kategori X: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya.

Interaksi Obat

Mengonsumsi Fetik bersama dengan obat-obatan tertentu harus diwaspadai, karena beberapa dapat berinteraksi dengannya. Ketika interaksi terjadi, maka efek obat terhadap tubuh menjadi tidak semestinya, misalnya obat menjadi tidak efektif, timbul efek toksik, dan sebagainya.

Beritahukan dokter jika Anda menggunakan antidepresan seperti citalopram, duloxetine, escitalopram, fluoxetine, fluvoxamine, paroxetine, sertraline, atau venlafaxine. Menggunakan obat ini dengan Ketoprofen dapat menyebabkan Anda mudah memar atau berdarah.

Sebelum menggunakan Fetik (Ketoprofen), beritahukan dokter jika Anda menggunakn obat berikut ini:

  • Cyclosporine.
  • Lithium.
  • Methotrexate.
  • Probenecid.
  • Pengencer darah seperti warfarin, atau obat anti-platelet seperti clopidogrel, dipyridamole, ticlopidine, dan lain-lain.
  • Steroids (prednisone dan lain-lain)
  • Aspirin, atau NSAIDs lain seperti asam mefenamat, diclofenac(Voltaren), etodolac, fenoprofen , flurbiprofen, ibuprofen, indomethacin, ketorolac, meloxicam, nabumetone, naproxen, piroxicam, dan lain-lain.