Fluimucil adalah merek obat yang mengandung bahan aktif N-acetylcysteine. Obat ini berfungsi untuk mengencerkan dahak sehingga digunakan sebagai terapi mukolitik pada penyakit batuk berdahak kental, seperti bronkitis, emfisema paru-paru, bronkiektasis, dan sebagainya.

Mengenal Obat Fluimucil

Di apotek, obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, tablet effervescent, syrup kering, sachet granules, ampul dan pediatric powder dengan komposisi sebagai berikut:

  • Fluimucil Kapsul 200 mg, mengandung N-acetylcysteine 200 mg per kapsul.
  • Tablet effervescent tablet 600 mg, mengandung N-acetylcysteine 600 mg per tablet.
  • Fluimucil Sirup kering (dry syrup) 100 mg, mengandung N-acetylcysteine 100 mg per 5 ml (1 sendok takar).
  • Sachet granules 200 mg, mengandung N-acetylcysteine 200 mg per sachet.
  • Pediatric powder 100 mg, mengandung N-acetylcysteine 100 mg per sachet.
  • Ampul 300 mg/3 mL (nebules), mengandung N-acetylcysteine 100 mg per mL.

obat fluimucil

N-acetylcysteine (NAC) adalah derivat asam amino alamiah cystein. NAC bekerja sebagai pengencer dahak melalui aktivitas fluidifikasi gugus sulfhidril bebas yang memutus jembatan disulfida intra dan inter molekul dalam agregat glikoprotein. Dengan demikian ikatan kekentalan pada dahak menjadi lebih longgar, dahak pun menjadi encer dan mudah dikeluarkan saat batuk.

NAC seagai alternatif ambroxol mempunyai keunggulan dapat ditoleransi baik pada saluran cerna. Di samping itu cepat diabsorpsi sesudah di diminum untuk didistribusikan keseluruh tubuh termasuk mencapai paru-paru.

Indikasi atau Kegunaan

Fluimucil obat apa? Berdasarkan mekanisme kerja seperti di atas, maka secara lebih rinci fluimucil digunakan sebagai salah satu pengobatan batuk berdahak yang berpotensi menimbulkan sesak pada konsi-kondisi di bawah ini:

  • bronkhitis akut
  • bronkhitis kronis
  • bronkitis kronis eksaserbasi akut
  • emfisema paru-paru
  • mukovisidosis
  • bronkiektasis.

( ! ) Penggunaan obat Fluimucil harus berdasarkan rekomendasi dokter, diperlukan resep.

Kontraindikasi

Tidak semua orang bisa menggunakan obat ini. Fluimucil dikontraindikasikan bagi mereka yang Hipersensitif atau memiliki alergi terhadap N-acetylcysteine atau bahan – bahan lain yang terkandung dalam obat.

Karena kandungan pemanis di dalamnya, maka sediaan granules tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki intoleransi fruktosa, defisiensi sukrosa, sindrom malabsorpsi glukosa-galaktosa.

Dosis Fluimucil dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai anjuran dokter setelah memeriksa kondisi Anda.

# Dosis Fluimucil Kapsul

Dosis lazim yang direkomendasikan:

  • Dewasa dan anak > 14 tahun : 1 kapsul 2 – 3 kali sehari (setara dengan 400 – 600 mg N-acetylcysteine per hari)
  • Anak 6 – 14 tahun : 1 kapsul 2 kali sehari (setara dengan 400 mg N-acetylcysteine per hari )

Dosis untuk kasus mukovisidosis:

  • Anak > 6 tahun : 1 kapsul 3 kali / hari (setara dengan 600 mg N-acetylcysteine per hari)
  • Anak < 6 tahun dipertimbangkan untuk sediaan lain yang sesuai.

# Dosis Fluimucil Effervescent Tablet

  • 1 tablet/hari (setelah makan malam).

# Dosis Fluimucil Granul

  • Dewasa : 200 mg, 2-3 kali sehari.
  • Anak : 100 mg, 2-4 kali sehari.

# Dosis Fluimucil Dry syrup

  • Dewasa : 10 mL, 2-3 kali sehari.
  • Anak : 5 mL, 2-4 kali sehari.

# Dosis Fluimucil Nebules

  • Dewasa dan anak-anak: 1 amp 1-2 kali sehari.

Cara pemakaian agar efektif:

  • Fluimucil kapsul hendaknya dikonsumsi setelah makan, dengan air putih secukupnya.
  • Untuk effervescent tablet, larutkan 1 tablet dalam segelas air putih (± 240 mL).
  • Kerja mukolitik harus dibantu dengan asupan cairan yang cukup.
  • Lama penggunaan tergantung pada jenis dan keparahan penyakit, dan harus ditetapkan oleh dokter.
  • Pada pengobatan bronkhitis kronik dan mukovisidosis, maka harus digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tujuannya untuk mencegah potensi infeksi.

Efek Samping Fluimucil

Obat ini ditoleransi dengan baik sehingga jarang menimbulkan efek samping. Meskipun begitu beberapa efek samping yang telah dilaporkan antara lain:

  • Efek samping umum (namun jarang terjadi): rasa panas pada lambung, mual hingga muntah, diare.
  • Pada beberapa kasus yang terbatas dilaporkan adanya stomatitis atau sariawan, pusing dan telinga berdengung (tinnitus).

Efek terkait reaksi alergi N-acetylcysteine:

  • Reaksi alergi umum, seperti gatal-gatal, bentol kemerahan, kesulitan bernapas (bronkospasme), denyut jantung yang cepat dan turunnya tekanan darah.
  • Rekasi hiper-reaktif sistem bronchial, terjadin bronkospasme yang menimbulkan gejala sesak nafas.
  • Hipersensitivitas secara individual, dilaporkan adanya kejadian perdarahan setelah pemberian N-acetylcysteine.\

Ketika tanda awal terjadinya reaksi hipersensitivitas mulai muncul, maka penggunaan Fluimucil harus dihentikan. Selanjutnya kembalilah ke dokter untuk penanganan selanjutnya.

Efek Over dosis  N-acetylcysteine:

Pada penggunaan yang berlebihan atau tertelan tidak disengaja, maka efek overdosis bisa terjadi. Adapaun tanda dan gejala sama seperti efek samping di atas namun lebih parah lagi. Sejauh ini tidak ada laporan efek samping serius ataupun gejala keracunan, walaupun dengan overdosis yang sangat tinggi.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan Fluimucil, harap perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Pengobatan pada penderita asma harus mendapatkan perhatian khusus. Monitor kemungkinana adanya tanda-tanda bronkhospasme.
  • Bau sulfur yang ada bukan berarti obat rusak, melainkan sifat zat berkhasiatnya.
  • Gunakanlah setelah makan, terutama pada penderita dengan riwayat gastritis atau maag.
  • Meskipun pemberian N-acetylcysteine tidak menimbulkan teratogenik (efek bahaya pada janin), namun bagi ibu hamil yang hendak menggunakan obat ini harus dibawah pengawasan dokter. Begitu pula pada ibu menyusui.
  • Pemberian pada anak-anak dibawah 1 tahun, belum diketahui secara pasti keamanannya.
  • Fluimucil kapsul tidak tepat untuk digunakan anak dibawah 6 tahun. Sebaiknya gunakan sediaan dry syrup atau pediatric powder dengan kandungan yang sesuai.
  • Hati-hati jangan diberikan secara bersamaan dengan obat penghilang reflek batuk (antitussive), karena dapat menyebabkan penumpukan sekret berbahaya pada saluran nafas.
  • Obat-obat berikut ini dapat berinteraksi dengan fluimucil tablet; tetracycline hydrocloride, doxycycline, glycerol trinitrate (nitroglycerin).  Jadi hindari penggunaan bersamaan.