Fluvoxamine obat apa?

Fluvoxamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati obsesif kompulsif (OCD) yaitu kondisi dimana pikiran seseorang mengalami keinginan melakukan sesuatu secara berulang-ulang dengan tidak terkontrol. Misalnya keinginan untuk membuka atau mengunci pintu terus menerus atau keinginan untuk menghentakkan kaki terus menerus yang akhirnya hal ini mengganggu kehidupannya.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi fobia sosial, yaitu kondisi dimana muncul ketakutan ekstrim ketika berinteraksi atau tampil di depan umum. Fluvoxamine merupakan obat dari jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) yang bekerja aktif menambah jumlah serotonin di otak. Serotonin inilah yang nantinya akan membantu memperbaiki keseimbangan mental pada penderita OCD, fobia sosial ataupun depresi.

Ikhtisar Obat Fluvoxamine

Jenis obatAntidepresan
KategoriObat resep
KegunaanMengobati ketidak seimbangan mental seperti:

  • Obsesif kompulsif (OCD)  pada dewasa dan anak-anak
  • Fobia sosial
  • Depresi
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C
SediaanTablet
MerekLuvox, Luvox CR
fluvoxamine maleate 50 mg per tablet

Fluvoxamine maleate 50 mg

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja Fluvoxamine belum sepenuhnya diketahui, namun tampaknya efek obat ini terkait dengan kemampuannya menghambat reuptake serotonin pada sistem saraf pusat. Dengan menghambat reuptake serotonin pada pada membran neuronal, obat ini dapat meningkatkan aksi serotonin pada autoreseptor 5HT1A.

Namun sifat obat ini yang selektif menunjukkan bahwa ia tidak memiliki afinitas dengan reseptor alfa-1 dan alfa-2 adrenergik, beta-adrenergik muskarinik, dopamin D2, histamin H1, GABA, Opiat 5-HT1 dan 5-HT2. Studi juga menunjukkan bahwa obat ini lebih kuat daripada clomipramine, fluoxetine dan desipramine sehingga efeknya hanya kusus pada serotonin.

Indikasi atau Kegunaan Fluvoxamine

Fluvoxamine digunakan untuk mengobati beberapa kondisi masalah kejiwaan, diantaranya

  • Obsesif kompulsif (OCD)
  • Fobia keramaian
  • Depresi parah atau Major depressive disorder (MDD)
  • Bulimia nervosa (BN)

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sedang diterapi menggunakan obat thioridazine, aloestron, terfenadine, astemizole, pimozide, cisapride, tizanide.
  • Sedang menyusui.

Dosis Fluvoxamine dan Cara Penggunaan

Fluvoxamine tersedia bentuk sediaan dan kekuatan dosis

  • Tablet: 50 mg, 100 mg.

Dosis terbaik adalah yang diresepkan dokter Anda setelah memeriksa kondisi penyakit dan kondisi kesehatan Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Obsesif kompulsif

  • Dewasa: 50 mg sekali sehai, dapat ditingkatkan dengan penambahan 50 mg setiap 4-7 hari. Dosis harian >100 mg harus di berikan dalam 2 dosis. Dalam bentuk tablet lambat larut: 100 mg sekali sehari. Maksimal penggunaan 300 mg per hari.
  • Anak-anak: >8 tahun: 25 mg sekali sehari, dapat ditambahkan 25 mg lagi pada hari ke 4-7. Dosis lebih dari 50 mg harus diberikan dalam 2 dosis. Lakukan peninjauan kembali jika tidak ada perubahan setelah 10 minggu pengobatan. Maksimal penggunaan: 200 mg per hari.

Fobia sosial

  • Dewasa: dalam bentuk tablet lambat larut: 100 mg sekali sehari. Maksimal: 300 mg per hari.

Depresi

  • Dewasa: dosis awal, 50-100 mg per hari, dapat ditambahkan secara bertahap hingga 300 mg per hari jika dibutuhkan. Dosis lebih tinggi dari 150 mg harus diberikan dalam 2-3 dosis terpisah.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Fluvoxamine  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Fluvoxamine

Seperti halnya obat-obatan lainnya yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan, Fluvoxamine juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Meskipun umumnya akan hilang dengan sendirinya, namun jika efek samping ini berlanjut dan semakin parah segera konsultasikan ke dokter:

  • Mengantuk.
  • Sulit konsentrasi, kesulitan mengingat dan kebingungan.
  • Mulut kering.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Konstipasi atau sembelit.
  • Sering buang angin.
  • Kurang nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Berkurangnya keseimbangan.
  • Nerves.
  • Perubahan perilaku seksual.

Efek Overdosis Fluvoxamine

Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan atau tidak sengaja tertelan obat ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan overdosis. Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti pupil membesar, pusing dan mengantuk parah, mual dan muntah parah, diare, kesulitan bernapas, detak jantung tidak stabil, bergetar pada bagian tubuh dan tidak bisa mengontrolnya, kejang, pingsan, koma, jika hal ini terjadi segeralah hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapat pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini atau obat sejenis lainnya.
  • Berhati-hati memberikan obat ini pada mereka yang memiliki riwayat maniak, bipolar dan gangguan kejang, disfungsi hati, perokok.
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang atau baru saja berhenti menggunakan obat jeni MAOI, pemberian obat ini harus setelah 2 minggu setelah berhenti menggunakan MAOI.
  • Obat ini diketahui dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri jika diberikan pada anak-anak atau remaja <24 tahun.
  • Hati-hati pemberian obat ini pada wanita hamil dan lansia.
  • Jangan mengendarai kendaraan atau mesin berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat mengonsumsi obat ini.
  • Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Fluvoxamin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Fluvoxamin masuk dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja dan dengan pengawasan dari dokter.
  • Fluvoxamin diketahui dapat terkestraksi pada ASI ibu menyusui. Untuk itu sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Fluvoxamine, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan cabamazepine dan theophylline dapat menyebabkan meningkatkan efek toksisitas dan konsentrasinya di darah.
  • Lithium dapat meningkatkan efek serotonergik dari fluvoxamine.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan akan memerlukan penyesuaian dosis.
  • Penggunaan bersamaan dengan Diltiazem dapat menyebabkan bradikardia.
  • Berpotensi fatal jika digunakan dengan obat jenis penghambat MAO, harus diberikan jarak 14 hari jika ingin menggunakan obat ini setelah penggunaan obat penghambat MAO begitu juga sebaliknya.