Folaxin obat apa?

Folaxin adalah suplemen makanan yang biasa diresepkan pada wanita yang berencana untuk hamil atau sedang hamil guna menghindari bayi lahir cacat. Suplemen ini mengandung asam folat sebagai bahan aktif utamanya sehingga juga dapat digunakan sebagai terapi terhadap penderita defisiensi asam folat serta anemia.

Folaxin merupakan suplemen dari jenis vitamin B yang diproduksi oleh Berlico Mulia Farma. Suplemen ini merupakan obat bebas yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Namun penggunaannya tetap harus sesuai aturan pakai. Untuk itu, ketahui lebih lanjut tentang dosis, efek samping, dan interaksinya dengan obat lain pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Folaxin

Jenis obatSuplemen
KandunganFolic acid
KegunaanSuplemen ibu hamilan, menyusui, wanita yang berencana hamil serta suplemen untuk penderita anemia
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa
KehamilanKategori A
SediaanFolaxin tablet
folaxin asam folat 400 mcg

Folaxin asam folat 400 mcg

Mekanisme Kerja

Cara kerja Folaxin dapat dilihat dari kandungan bahan utamanya yaitu folic acid. Senyawa kimia yang masuk dalam kelas vitamin B ini merupakan bentuk sintetis dari folat, zat gizi yang secara alami terdapat dalam beberapa jenis makanan. Dalam bentuk alaminya folic acid atau asam folat ini sangat penting fungsinya untuk metabolisme, menjaga kesehatan sistem saraf, serta berperan dalam pembentukan DNA dan sel darah merah.

Dalam bentuk sintetis asam folat digunakan sebagai suplemen untuk penderita kekurangan asam folat, suplemen untuk wanita hamil dan berencana untuk hamil, serta suplemen makanan untuk penderita anemia megaloblastik atau anemia akibat kekurangan folat.

Indikasi atau Kegunaan Folaxin

Folaxin digunakan untuk beberapa kondisi berikut ini:

  • Sebagai suplemen makanan bagi wanita hamil dan berencana untuk hamil. Asam folat dari Folaxin dapat membantu menurunkan risko bayi lahir cacat terutama pada bagian otak dan tulang belakang seperti spina bifida dan anensefali.
  • Digunakan sebagai terapi penunjang pada pasien anemia megaloblastik atau anemia akibat kekurangan gizi.
  • Obat ini juga digunakan untuk mengurangi efek racun dari methotrexat pada terapi psoriasis dan rheumathoid artritis.

Kontraindikasi

Karena merupakan sintesis dari bahan alami yang terdapat juga dalam makanan, Folaxin dianggap aman digunakan. Namun jika Anda memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini sebaiknya hindari penggunaannya.

Dosis Folaxin dan Cara Penggunaan

Folaxin tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan kekuatan dosis 400 mcg folic acid per tablet.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan anjuran minum yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dosis Folaxin yang dianjurkan selama kehamilan
    • Wanita yang berencana untuk hamil: 400 mcg per hari.
    • Ibu hamil pada trisemester pertama: 400 mcg per hari.
    • Kehamilan empat hingga sembilan bulan: 600 mcg per hari.
    • Selama masa menyusui: 500 mcg per hari.
  • Dosis Folaxin untuk dewasa pada kondisi defisiensi asam folat atau anemia akibat kekurangan asam folat adalah 400-800 mcg sekali sehari.

Dosis di atas bisa saja harus disesuaikan dengan kondisi Anda, maka sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.

Baca juga: Sumber makanan yang mengandung asam folat.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan perbanyak konsumsi air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.

Efek Samping Folaxin

Folaxin umumnya ditoleransi dengan baik karena merupakan zat gizi yang secara alami memang dibutuhkan tubuh. Namun penggunaan dosis tinggi dalam jangkat waktu lama kemungkin dapat menyebabkan efek samping, beberapa yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:

  • Kram perut.
  • Diare.
  • Ruam.
  • Kesulitan tidur.
  • Mual dan muntah.

Efek Overdosis Folaxin

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis dari penggunaan Folaxin. Namun ketidaksengajaan mengonsumsi terlalu banyak obat ini mungkin dapat memicu overdosis. Beberapa penelitian menemukan, dalam dosis tinggi obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung terutama pada penderita penyakit jantung. Jika tanda-tanda serangan jantung terjadi setelah konsumsi dosis tinggi obat ini, segera bawa ke unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hindari pemberian dosis tinggi obat ini pada penderita penyakit jantung, karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
  • Hati-hati memberikan obat ini pada penderita diabetes serta gangguan fungsi hati karena dapat memperburuk kondisinya.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita anemia akibat kekurangan vitamin B12, karena obat ini dapat menyamarkan gejala kekurangan vitamin B12 sehingga lebih sulit di deteksi.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita epilepsi karena dapat meningkatkan risiko kejang.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Folaxin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Folaxin dianjurkan untuk ibu hamil karena sangat baik untuk menurunkan risiko cacat lahir pada bayi, terutama pada masa pertumbuhannya di trisemester pertama kehamilan. Selain itu asam folat juga dapat membantu menjaga kesehatan ibu hamil selama kehamilan bahkan hingga masa menyusui. Namun dosisnya tidak boleh berlebihan dan sebaiknya sesuai yang dianjurkan oleh dokter Anda.
  • Folaxin diketahui dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui. Namun efeknya pada bayi dianggap tidak berbahaya karena belum ada data yang menunjukkan adanya efek samping pada bayi. Sehingga penggunaannya dianggap aman dan besar manfaatnya untuk ibu dan bayinya.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Folaxin, diantaranya:

  • Penggunaan obat ini bersamaan dengan fosphenytoin dapat menurunkan efektifitas fosphenytoin.
  • Methotrexate bekerja dengan mengurangi efek asam folat di sel, konsumsi bersamaan dengan obat ini akan menurunkan efektifitas methotrexate.
  • Konsumsi bersamaan dengan phenobarbital akan menurukan efektifitas obat ini untuk mengurangi kejang.
  • Penggunaan bersamaan dengan phenytoin dapat menurunkan efektifitas phenytoin dan meningkatkan risiko kejang.