Gabapentin obat apa?

Gabapentin adalah obat yang awalnya dikembangkan untuk mengatasi kejang yang terjadi pada penderita epilepsi. Namun saat ini gabapentin juga diketahui dapat meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh masalah saraf atau disebut nyeri neuropatik.

Gabapentin juga diresepkan untuk mengatasi nyeri lainnya seperti pada penyakit neuralgia postherpetik yang merupakan komplikasi herpes zoster  yang disebabkan oleh virus cacar ular, nyeri pasca operasi, nyeri diabetes neuropatik, sindrom kaki gelisah serta nyeri lainnya yang lebih ringan seperti akibat luka atau radang sendi.

Ikhtisar Obat Gabapentin

Jenis obatObat antikonvulsan (antikejang), antiepilesi, dan pereda nyeri neuropati
KategoriObat resep
KegunaanMengendalikan kejang akibat epilepsi dan peringankan nyeri akibat kerusakan saraf
KonsumenDewasa dan anak-anak >6 tahun
KehamilanKategori C untuk ibu hamil menurut FDA
SediaanTablet oral
MerekAlpentin, Epiven, Gabasan 300, Gabexal, Gapenal, Neurontin, Opipentin, Simtin, Sipentin, Tineuron
gabapentin 300 mg capsule

gabapentin 300 mg

Mekanisme Kerja

Gabapentin bekerja dengan mempengaruhi senyawa kimia pada otak. Secara struktur gabapentin berkaitan erat dengan neurotransmiter GABA yang bersifat menghambat reaksi-reaksi neurologis yang tidak menguntungkan di otak.

Obat ini akan konsentrasi GABA pada sinapsis sehingga terjadi peningkatan respon GABA pada area non sinaptik di jaringan saraf dan mengurangi pelepasan neurotransmiter mono-amina.

Mekanisme inilah yang membuat gabapentin dapat mengendalikan kejang-kejang dan juga mengurangi rasa sakit. Namun perlu diingat, bahwa obat ini hanya mengendalikan gejala, tidak menyembuhkan penyakitnya.

Indikasi atau Kegunaan Gabapentin

Gabapentin digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan berikut:

  • Kejang parsial pada penderita epilepsi.
  • Nyeri neuropatik.
  • Neuralgia postherpetik, nyeri yang diakibatkan oleh virus cacar ular.
  • Sindrom kaki gelisah.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, orang yang diketahui memiliki riwayat hipersensitif terhadap kandungan obat ini tidak dianjurkan untuk menggunakannya.

Dosis Gabapentin dan Cara Penggunaan

Gabapentin tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis 100 mg dan 300 mg.

gabapentin 300 mg generik

Gabapentin 300 mg generik di Indonesia

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Epilepsi

  • Dosis dewasa: 300 mg pada hari pertama, 300 mg dua kali sehari pada hari ke dua, 300 mg tiga kali sehari pada hari ketiga. Dosis dapat ditingkatkan 300 mg setiap 2-3 hari hingga efeknya dapat mengontrol kejang epilepsi. Penggunaan umumnya 900-3.600 mg per hari dibagi dalam 3 dosis dengan interval maksimum 12 jam. Penggunaan maksimum: 4.800 mg per hari.
  • Dosis anak-anak > 6 tahun: 10-15 mg/kg/hari digunakan selama 3 hari hingga diperoleh efek yang diinginkan. Umumnya digunakan juga dosis 25-35 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis dengan interval 12 jam sekali. Maksimum penggunaan: 50 mg/kg/hari.

Nyeri neuropatik

  • Dosis dewasa: 300 mg pada hari pertama, 300 mg dua kali sehari pada hari kedua dan 300 mg tiga kali sehari pada hari ke tiga. Dosis alternatifnya, 900 mg per hari dibagi dalam 3 dosis. Dosis dapat ditingkatkan 300 mg per hari untuk 2-3 hari. Maksimum penggunaan 3.600  per hari.

Neuralgia postherpetik

  • Dosis dewasa: dalam bentuk gabapentin enacarbil: dosis awal 600 mg di pagi hari selam 3 hari, kemudian ditingkatkan menjadi 600 mg dua kali sehari.

Sindrom kaki gelisah

  • Dosis dewasa: dalam bentuk gabapentin enacarbil: pada kondisi sedang hingga parah: 600 mg sekali sehari pada jadwal minum sekitar pukul 5 sore.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis gabapentin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Gabapentin

Gabapentin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Efek mengantuk.
  • Pusing.
  • Pandangan buram.
  • Kenaikan berat badan.
  • Anfilaksis dan angiodema, jarang terjadi.
  • Perubahan mood dan depresi.
  • Dapat berakibat fatal jika obat bereaksi dengan kondisi eosinophilia dan gejala sistemik (DRESS), jarang terjadi.

Efek Overdosis Gabapentin

Penggunaan berlebihan dapat menyebabakan efek overdosis yang dapat mengancam jiwa. Jika hal itu terjadi ditandai dengan perasaan lemah, kantuk yang parah dan kesulitan bicara serta kesulitan bernafas segera hubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan juga jika Anda memiliki riwayat masalah mental, depresi, keinginan bunuh diri, pecandu alkohol, memiliki masalah pada ginjal dan pernapasan.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pandangan buram, untuk itu hindari berkendara dan menggunakan alat berat yang menuntut konsentrasi tinggi saat menggunakan obat ini.
  • Lansia akan lebih sensitif terhadap efek samping yang ditimbulkan obat ini, untuk itu perlu diperhatikan terutama kemungkinan muncul masalah pada sendi tangan dan kaki, kesulitan bernapas, pusing dan kehilangan keseimbangan sehingga berisiko jatuh.
  • Penggunaan pada anak-anak berisiko memunculkan efek perubahan mood dan mental.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat gabapentin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Gabapentin masuk dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya pada ibu hamil sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja.
  • Gabapentin dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum berencana menggunakan obat ini.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan gabapentin, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan morfin dapat meningkatkan konsentrasinya dalam darah dan meningkatkan efeknya.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antasid dapat mengurangi penyerapannya oleh tubuh.
  • Obat jenis opioid (hidrokodon dan morfin) dapat meningkatkan efek sedasinya.