Gitri obat apa?

Gitri adalah obat yang merupakan gabungan dari dua jenis antibiotik yaitu sulfametoxazole dan trimetoprim. Kombinasi dua antibiotik ini digunakan untuk mengatasi infeksi telinga, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan dan pencernaan.

Antibiotik yang diproduksi oleh PT. Holi Pharma ini merupakan obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Untuk itu, ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis lazim, kontraindikasi, efek samping dan keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui pada uraian berikut.

Ikhtisar Obat Gitri

Jenis obatAntibiotik
KandunganSulfametoxazole, trimetoprim
KegunaanMengatasi infeksi bakteri di telinga, saluran kemih, pernapasan dan pencernaan
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D
SediaanGitri 480 kaplet, Gitri syrup

gitri antibiotik sulfametoxazole dan trimetoprim

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Gitri dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Sulfametoxazole, merupakan senyawa obat dari jenis sulfonamide yang dapat menghambat sintesis asam dihidrofolik bakteri dengan cara berkompetisi dengan asam para-aminobenzoik (PABA) untuk mengikat dihidrofolat sintetase. Dengan terhambatnya sintesis asam dihidrofolik bakteri tadi maka ia akan kesulitan membentuk nukleotida dan DNA nya sehingga akhirnya mati.
  • Trimetoprim, merupakan senyawa yang analog dengan pyirimidin yang bekerja dengan mengganggu sintesis folat bakteri dari jalur sitesis thymidine. Gangguan pada proses ini akan membuat bakteri kesulitan mereplikasi DNA nya sehingga bakteri tidak berkembang dan mati.

Kombinasi kedua senyawa obat ini bersinergi positif dimana trimetoprim merupakan tipe penghambat dihidrofolat reduktase yang dapat menghambat perubahan asam dihidrofolik menjadi asam tetrahidrofolik. Dengan begitu resistensi bakteri terhadap sulfametoxazole dapat ditekan. Sehingga efek kombinasi obat ini menjadi lebih efektif.

Indikasi atau Kegunaan Gitri

Gitri merupakan kombinasi antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Seperti pada beberapa kondisi berikut ini:

  • Mengatasi infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, Enterobacter speciesKlebsiella species, Proteus mirabilis, Morganella morganii dan Proteus vulgaris.
  • Otitis media akut (infeksi saluran telinga tengah akut) yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. 
  • Bronkitis eksaserbasi akut pada orang dewasa yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae.
  • Mengatasi shigellosis yang disebabkan oleh bakteri Shigella flexneri dan Shigella sonnei.
  • Sebagai pengobatan untuk penderita pneuomocystis jiroveci pneumonia (PJP) atau sebagai profilaksis PJP bagi mereka yang memiliki sistem imun lemah dan berisiko tinggi tertular PJP.
  • Mengatasi penyakit traveler’s diarrhea (diare wisatawan) pada orang dewasa yang disebabkan oleh bakteri E coli enterotoksigenik (ETEC).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap trimethoprim dan sulfonamide.
  • Orang dengan riwayat anemia megaloblastik akibat kekurangan asam folat.
  • Ibu hamil terutama pada awal kehamilan.
  • Bayi berumur kurang dari 6 minggu kecuali untuk pencegahan penyakit PJP.
  • Penderita kerusakan fungsi hati dan ginjal yang status fungsi hati dan ginjalnya tidak dapat dimonior.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang sedang diobati dengan clozapine.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien HIV yang sedang mengonsumsi leucovorin untuk mengobati PJP.

Dosis Gitri dan Cara Penggunaan

Gitri tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: tiap tablet Gitri mengandung sulfametoxazole 400 mg dan trimethoprim 80 mg.
  • Syrup: tiap sendok takar (5 ml) Gitri syrup mengandung sulfametoxazole 200 mg dan trimethoprim 40 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Gitri untuk mengobati bronkitis kronis eksaserbasi akut, otitis media akut dan infeksi saluran kemih

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 400 + 80 : 2 kali sehari 1 tablet. Dalam bentuk syrup: 2 sendok takar sekali minum 2 kali sehari. Untuk infeksi yang lebih parah dapat ditingkatkan dosisnya menjadi 2,88 gr per hari dibagi dalam dua dosis.
  • Dosis anak-anak: umur 6 minggu – 5 bulan: 120 mg dua kali sehari. umur 6 bulan – 5 tahun: 240 mg dua kali sehari. 6 – 11 bulan 480 mg dua kali sehari.

Dosis Gitri untuk mengobati pneumocystis jiroveci pneumonia (PJP)

  • Dosis dewasa:  120 mg/kgBB baik dalam bentuk tablet maupun syrup, dibagi dalam 2 – 4 dosis untuk 14 – 21 hari.
  • Dosis anak-anak: umur lebih dari 4 minggu sama dengan dosis dewasa

Dosis Gitri untuk pencegahan PJP

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 480 mg, dua tablet sekali sehari selama 7 hari.
  • Dosis anak-anak: umur lebih dari 4 minggu 15 – 30 mg/kgBB dua kali sehari. diberikan 2 – 3 kali seminggu dalam hari yang berselang.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan cukup minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Gitri pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Gitri

Gitri umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Diare, pusing dan muntah.
  • Ruam kulit dan biduran.
  • Jaundic (gejala penyakit kuning).
  • Hiperkalemia.
  • Pusing.
  • Depresi, halusinasi
  • Batuk, nafas pendek dan mengi.

Efek samping ini dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Jika efek samping ini dirasa mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Efek Overdosis Gitri

Penggunaan dalam dosis yang berlebihan tanpa resep dari dokter dapat menyebabkan overdosis. Beberapa gejala yang mungkin timbul seperti mual, muntah, sakit kepala, ruam kulit, pembengkakan di wajah, urin sedikit, lemah dan kebingungan. Jika kondisi ini terjadi segeralah hubungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis yang sesuai.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan untuk menyampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita asma bronkial dan disfungsi kelenjar tiroid.
  • Perhatian juga harus diberikan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal fase moderat.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Gitri untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan bahan aktif Gitri pada obat jenis tablet digolongkan dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Dimana hal itu berarti studi bahan obat ini pada hewan percobaan terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Bahan aktif Gitri diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui dan berisiko mempengaruhi kesehatan bayi yang menyusu. Namun beberapa ahli berpendapat kombinasi obat ini dapat digunakan untuk ibu menyusui asalkan kondisi ibu dan anaknya sehat.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Gitri diantaranya yaitu:

  • Obat-obatan dari jenis penghambat enzim ACE seperti kaptorpril, enalapril, dan fosinopril jika digunakan bersamaan dengan Gitri akan meningkatkan risiko hiperkalemia.
  • Konsumsi bersamaan dengan prilocain dapat meningkatkan risiko metahemoglobinemia.
  • Konsumsi bersama obat amiodarone dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikular.
  • Penggunaan bersama obat dapson dapat meningkatkan toksisitas dapson.
  • Penggunaan bersamaan dengan warfarin dan acenocoumaral dapat meningkatkan efek kedua obat tadi.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis diuretik dapat meningkatkan risiko trombositopenia.
  • Dapat berakibat fatal jika dikonsumsi bersamaan dengan clozapine dan leucovorin.