Glibenclamide Obat Apa?

Glibenclamide adalah obat diabetes atau obat hipoglikemik oral (OHO) golongan sulfonilurea yang mampu menurunkan kadar gula darah. Obat yang juga dikenal sebagai Glyburide ini merangsang pankreas untuk melepaskan lebih banyak insulin. Oleh karena itu, Glibenclamide sangat efektif digunakan pada penderita diabetes tipe 2 atau yang biasa disebut kencing manis, dimana pada kondisi ini terjadi penurunan fungsi dan jumlah hormon insulin dalam tubuh.

Kurangnya insulin pada penderita diabetes tipe 2 umumnya akan diatasi dengan perubahan menu makanan dan gaya hidup sehat sebagai langkah awalnya. Namun jika cara ini tidak cukup membantu, dokter biasanya akan memberikan obat pengontrol gula darah seperti Glibenclamide.

Ikhtisar Obat Glibenclamide

Jenis obatHipoglikemik agen
KategoriObat resep
KegunaanMenurunkan kadar gula darah dan merangsang pembentukan insulin
KonsumenDewasa
SediaanTablet glibenclamide 1.5 mg, 2.5 mg, 3 mg, 5 mg, 6 mg
MerekFimediab, Condiabet, Daonil, Glidanil, Harmida, Gluconin, Prodiamel, Glyamid, Abenon, Glidanil, Glimel, Hisacha, Latibet, Libronil, Prodiabet, renabetic, samclamide, tiabet, vorbet.

Di Indonesia umumnya dalam sediaan Glibenclamide 2.5 mg dan 5 mg

Mekanisme Kerja

Seperti halnya dengan agen hipoglikemik (penurun kadar gula darah) dari jenis sulfoniluera lainnya, Glibenclamide bekerja dengan cara merangsang pankreas memroduksi lebih banyak insulin. Pada prosesnya, Glibenclamide akan berikatan dengan kanal potassium sensitif ATP pada permukaan sel-sel pankreas, mengurangi konduktansi kalium dan menyebabkan depolarisasi selaput. Depolarisasi ini menstimulasi masuknya ion kalsium dan meningkatkan konsentrasi ion kalsium dalam sel, yang kemudian menginduksi sekresi insulin.

Sekresi insulin yang cukup dari pankreas akan membantu menormalkan kembali kadar gula dalam darah, itulah mengapa obat ini sangat membantu dalam mengatasi diabates tipe 2. Selain itu, Glibenclamide yang merupakan generasi kedua dari jenis sulfonilurea ini lebih baik dari generasi pertamanya karena efektif menurunkan kadar gula darah namun lebih aman untuk ginjal.

Indikasi atau Kegunaan Glibenclamide

Glibenclamide digunakan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes militus tipe 2 yang kondisi kadar gula darahnya tinggi namun tidak dapat diatasi hanya dengan pola diet sehat saja. Karena itu, diperlukan bantuan obat yang dapat menyeimbangkan kadar gula darah.

Jadi, obat ini bisa disebut juga sebagai tambahan untuk diet penderita diabetes tipe 2.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan glibanclamide:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap komponen obat ini.
  • Diabetes militus tipe 1.
  • Diabetes ketoasidosis, dengan ataupun tanpa koma. Kondisi ini harus diobati dengan pemberian insulin.
  • Sedang diharuskan mengonsumsi bosentan.

Dosis Glibenclamide dan Cara Penggunaan

Dosis dan penggunaan Glibenclamide sangat bergantung pada umur, kondisi pasien, keparahan diabetesnya, pengobatan apa yang sedang dijalani, serta reaksi apa yang terjadi setelah penggunaan pertama kali.

Berdasarkan anjuran dokter dosis lazim penggunaan obat ini seperti berikut:

Dosis Glibenclamide untuk Dewasa

  • Dosis awal : 2.5 – 5 mg (tablet biasa) atau 1,5 – 3 mg (tablet micronized) sehari sekali setelah sarapan pagi.
  • Dosis tambahan : dokter umumnya akan menambahkan dosis harian menjadi dua kali lipat atau ditambah secara bertahap tergantung kondisi gula darah pasien.
  • Dosis maksimum : 20 mg/hari (tablet biasa) atau 12 mg/hari (tablet micronized.

Dosis Glibenclamide untuk Lansia

  • Dosis awal : 1.25 mg (tablet biasa) atau 0,75 mg (tablet micronized) satu kali sehari.
  • Dosis tambahan : umumnya tidak dilakukan penambahan dosis pada lansia mengingat kerentanan organ ginjal pada lansia.

Dosis Glibenclamide untuk Anak-anak

Belum ada dosis yang tepat yang bisa diberikan untuk anak-anak, mengingat efek obat ini yang mungkin saja berbahaya untuk anak-anak, apalagi untuk anak dengan kondisi ginjal yang lemah. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Glibenclamide.

Cara minum glibenclamide:

  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah obat ini segera setelah sarapan di pagi hari atau pertama kali makan berat.
  • Jangan menggunakan obat ini kalau belum sarapan, karena dikhawatirkan turunnya gula darah terlalu rendah.
  • Gunakanlah obat ini hanya satu kali sehari, tidak diperkenankan penambahan dosis di siang atau sore harinya.

Efek Samping Glibenclamide

Glibenclamide umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Efek Samping Umum

  • Diare.
  • Pusing.
  • Sakit Kepala.
  • Mual.
  • Gas berlebih.
  • Penambahan berat badan.

Efek Samping Serius

  • Reaksi alergi pada kulit. Muncul gejala ruam, melepuh, gatal, bersisik, pembengkakan di wajah, bibir dan lidah, kesulitan bernafas.
  • Hipoglikamia atau gula darah rendah. Muncul gejala-gejala seperti kebingungan, mudah lapar, pusing, sering cemas, keringat berlebih, kedinginan, lebih cepat marah, sakit kepala, penglihatan kabur, denyut jantung cepat, hilang kesadaran dan merasa sangat lemah dan lelah.

Efek Overdosis Glibenclamide

Efek overdosis obat jenis Sulfonilurea, termasuk juga Glibenclamide, yang peling sering adalah hipoglikemia. Munculnya gejala hipoglikemia ringan setelah konsumsi obat ini harus segera ditangani dengan benar, seperti pemberian glukosa oral yang disesuaikan dengan dosis obat Glibenclamide yang diminum. Sebaiknya kondisi ini dipantau oleh tenaga medis hingga pasien benar-benar pulih.

Reaksi hipoglikemik yang lebih berat seperti koma, kejang atau gangguan neurologis memang biasanya jaranga terjadi, namun kondisi seperti ini termasuk kegawatdaruratan medis yang perlu dilakukan rawat inap segera. Jika dicurigai mengalami hipoglikemia berat, pasien biasanya akan diberikan injeksi intervena larutan glukosa 50% yang terus menerus hingga kadar gula darahnya di atas 100 mg/dL. Pasien juga harus dipantau secara ketat selam 24 – 48 jam untuk menghindari hipoglikemianya kembali kambuh.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Bertahu dokter Anda jika pernah memiliki riwayat alergi terhadap obat ini, sampaikan juga obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi.
  • Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau berencana untuk hamil dan harus menggunakan obat ini.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami anemia hemolitik (penyakit turunan yang menyebabkan pemecahan sel darah merah lebih cepat).
  • Hindari konsumsi alkohol saat mengonsumsi obat ini, karena alkohol dapat memperparah efek sampingnya.
  • Obat ini dapat menyebabkan kepekaan kulit terhadap sinar matahari.
  • Sampaikan pada dokter jika Anda mengalami masalah pada ginjal atau hati.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Glibenclamide boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Glibenclamide merupakan obat tipe C untuk kehamilan. Hal ini berarti, studi pemberian obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda hamil atau berencana untuk hamil.
  • Meskipun Glibenclamide tidak dapat mengontaminasi kelenjar susu namun tetap perlu untuk mengonsultasikannya dengan dokter agar efek samping yang tidak diinginkan tidak terjadi pada anak.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan Glibenclamide

  • Beberapa pengobatan untuk darah tinggi seperti:
    • ACE inhibitor seperti kaptorpil.
    • Beta blocker seperti propranolol.
    • Bosentan.
    • Diazoksida.
    • Fluvastati.
  • Obat untuk mengatasi infeksi seperti:
    • Chloromphenicol.
    • Ciprofloxacin.
    • Fluconazole.
    • Mikonazol.
    • Rifampisin.
    • Vorikonazol.
  • Cumarins (untuk menghentikan pembekuan darah) seperti warfarin
  • Obat penghilang rasa sakit (NSAID) seperti aspirin.
  • Sulfinyrazone (obat asam urat).
  • Topiramate (obat epilepsi).
  • Simetamin (obat bisul dan gangguan pencernaan).
  • Fibrat (obat kolesterol tinggi).
  • Monoamine oxidase inhibitor (MAOIs) untuk depresi.
  • Octreotide.
  • Phenothiazines.
  • Beberapa jenis antihistamin.
  • Steroid anabolik seperti testosteron.
  • Kortikosteroid.
  • Diuretik (meningkatkan produksi urin).
  • Oestrogen, progestogen (kontrasepsi oral).

Informasi diatas belum mencakup semua obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan Glibenclamide. Karena itu, sebelum mengonsumsi obat ini beritahukan dokter atau apoteker semua obat yang sendang Anda gunakan.