Glimepiride adalah obat diabetes oral yang membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, obat glimepiride digunakan untuk mengobati diabetes melitus (DM) tipe II disamping upaya menjaga pola makan sehat dan olahraga yang dilakukan oleh pasien.

Selain dapat digunakan secara tunggal, terkadang glimepiride digunakan dalam kombinasi dengan insulin dan obat diabetes lainnya. Akan tetapi, seseorang yang hendak menggunakan obat ini harus diperiksa terlebih dahulu kadar gula dalam darahnya. Penggunaan obat ini pun tidak boleh sembarangan, harus dengan resep dokter.

Mengenal Obat Glimepiride

Glimepiride termasuk dalam obat antidiabetes oral golongan sulfonilurea. Obat-obat lain yang juga masuk dalam golongan sulfonilurea antara lain, glibenklamide, gliklazid, glipizid, glikuidon, tolbutamid, klorpopamid.

glimepiride

Di apotek glimepiride tersedia dalam bentuk tablet 1 mg, 2 mg, 3 mg, 4 mg. Tersedia sebagai obat generik dan juga berbagai merek dagang seperti : Actaril, Amadiab, Amaryl, Amaryl M, Anpiride, Diaglime, Friladar, Glamarol, Glimetic, Glimexal, Gliperid, Glucoryl, Mepirilid, Metrix, Paride, Pimaryl, Relide 2, Simryl-2, Solosa, Velacom.

Obat glimepirid dan golongan sulfonilurea lainnya mempunyai mekanisme kerja merangsang sekresi insulin pada pankreas. Kadar hormon insulin akan naik sehingga dapat menurunkan gula darah yang tinggi. Dengan demikian, obat ini hanya efektif digunakan apabila sel beta pankreas masih dapat berproduksi (sel beta pankreas masih dapat menghasilkan insulin walaupun dalam jumlah yang sedikit).

Indikasi dan Kegunaan

Glimepiride obat apa? Berdasarkan mekanisme kerjanya seperti di atas, maka glimepiride digunakan untuk mengontrol gula darah pada pasien Diabetes melitus (DM) tipe II. Hanya dokter yang dapat menentukan apakah seseorang dengan diabetes memerlukan obat ini atau tidak.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. Glimepiride tidak boleh digunakan pada keadaan dibawah ini:

  • Diabetes melitus (DM) tipe I yang bergantung pada insulin.
  • Pasien dengan keadaan ketoasidosis.
  • Pada keadaan prekoma ataupun koma diabetes.
  • Seseorang dengan gangguan fungsi hati atau gangguan ginjal.
  • Seseorang yang hipersensitif atau alergi terhadap glimepiride dan obat-obat dari golongan sulfonilourea lainnya
  • Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil dan menyusui.

Dosis Glimepiride dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat akan ditentukan oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan. Adapaun dosis lazimnya adalah sebagai berikut:

Dosis Dewasa

  • Dosis awal: 1-2 mg sehari sekali secara oral.
  • Digunakan pagi hari saat sarapan.
  • Dosis dapat ditingkatkan setelah 1-2 minggu sesuai hasil pemantauan.
  • Tidak melebihi 8 mg sehari.

Dosis Geriatri (lanjut usia)

  • Dosis 1 mg sehari (peroral); titrasi dosis pada interval mingguan untuk menghindari hipoglikemia.

Penggunaan glimepiride jangka panjang dapat menyebabkan hipoglikemia. Oleh sebab itu diperlukan titrasi dosis dengan memantau gejala hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) ataupun hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah).

Efek Samping Glimepiride

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, glimepiride juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya :

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual
  • Gejala flu.

Efek samping glimepirid lain yang mungkin dapat terjadi yaitu :

  • Reaksi alergi seperti : gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Pucat atau kulit menguning
  • Urin berwarna gelap
  • Demam
  • Kebingungan atau kelemahan;
  • Sakit tenggorokan, pembengkakan di wajah atau lidah, terbakar di mata, diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan disebabkan terik mathari dan kulit mengelupas.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat glimepirid, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan.
  • Jangan mengonsumsi glimepiride jika anda sedang hamil atau menyusui. Memang belum diketahui apakah obat ini akan membahayakan janin. Namun obat diabetes serupa telah terbukti menyebabkan hipoglikemia berat pada bayi baru lahir yang ibunya mengonsumsi obat mendekati waktu persalinan.
  • Ikuti semua petunjuk pada label resep Anda. Dokter mungkin sesekali mengubah dosis untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil terbaik.
  • Periksa gula darah sesering mungkin atau lakukan pemeriksaan gula darah rutin
  • Harap waspada terhadap penurunan gula darah (hipoglikemia) yang dapat terjadi pada setiap orang yang menggunakan obat diabetes. Gejalanya termasuk sakit kepala, rasa lapar, berkeringat, kulit pucat, lekas marah, pusing, merasa gemetar, atau kesulitan berkonsentrasi. Jika Anda mengalaminya segera hubungi dokter.
  • Glimepiride hanya salah satu bagian dari program perawatan diabetes. Disamping itu Anda harus melakukan program diet, olahraga, mengontrol berat badan, tes gula darah rutin, dan perawatan medis khusus. Selalu ikuti petunjuk dokter.