Glisodin obat apa?

Glisodin adalah suplemen makanan yang mengandung antioksidan tinggi untuk menjaga tubuh dari radikal bebas. Obat ini mengandung SOD (superokside dismutase) yang diekstrak dari buah melon (Cucumis melo). Sebenarnya senyawa SOD dapat diproduksi oleh tubuh, namun pemberian ekstra senyawa ini diharapkan bisa lebih kuat menangkal radikal bebas. Obat ini juga dilengkapi dengan gliadin agar penyerapan SOD di pencernaan menjadi maksimal.

Obat yang diproduksi oleh PT. Kalbe Farma ini merupakan jenis obat bebas yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Namun, meskipun termasuk obat bebas konsumsinya harus tetap sesuai aturan. Untuk itu berikut kami ulas lebih dalam tentang kegunaan, dosis lazim, cara kerja, kontraindikasi, efek samping Glisodin, kemungkinan interaksinya dengan obat lain serta informasi keamanan obat ini untuk ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Glisodin

Jenis obatAntioksidan
KandunganSerbuk Glisodin ekstrak melon setara SOD (superokside dismutase) + gliadin
KegunaanAntioksidan penunjang kesehatan tubuh
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKonsultasikan dengan dokter
SediaanGlisodin kapsul

glisodin suplemen makanan

Mekanisme Kerja

Cara kerja Glisodin dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • SOD (superokside dismutase), merupakan enzim yang bekerja intrasel untuk memecah superoksida radikal menjadi molekul oksigen atau menjadi hidrogen peroksida. Senyawa ini berperan penting dalam melindungi sel dari gangguan stress oksidatif yang dapat menyebabkan beberapa penyakit dan mempercepat proses penuaan sel. Efeknya, senyawa ini mampu melindungi tubuh dari kerusakan yang lebih parah pada area-area tubuh yang kerap terpapar radikal bebas.
  • Gliadin, merupakan senyawa protein dari jenis prolamin yang terdapat di alam dalam biji serealia seperti gandum. Senyawa ini merupakan bagian dari komponen gluten yang berfungsi mengembangkan roti saat di panggang. Gliadin yang dikombinasikan dengan SOD akan membuat SOD lebih terlindung saat masuk ke pencernaan dan tidak segera rusak, sehingga maksimal penyerapannya di usus.

Indikasi atau Kegunaan Glisodin

Glisodin merupakan suplemen antioksidan yang digunakan untuk menunjang sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang menjadi penyebab beragam penyakit. Melindungi dari radikal bebas juga akan menghambat proses degenerasi sel yang mempercepat penuaan. Obat ini juga digunakan unutk mencegah arteroklerosis atau plak lemak di pembuluh darah, mempercepat penyembuhan luka serta mengurangi efek terbakarnya kulit akibat paparan sinar UV.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Tidak boleh diberikan pada orang yang alergi gluten, gandum atau jenis serealia yang mengandung gluten lainnya.

Dosis Glisodin dan Cara Penggunaan

Glisodin tersedia dalam bentuk kapsul dengan kekuatan dosis tiap kapsulnya mengandung serbuk Glisodin yang setara aktifitas SOD (superokside dismutase) + gliadin sebanyak 250 IU.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Glisodin untuk menangkal radikal bebas 

  • Dosis dewasa: 1 kapsul 250 mg per hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makanan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan sekali sehari berarti per 24 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari. Disarankan dikonsumsi setelah sarapan di pagi hari.

Efek Samping Glisodin

Glisodin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mual .
  • Muntah.

Efek Overdosis Glisodin

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan berlebihan obat ini. Namun penggunaan dosis terlalu tinggi mungkin akan menyebabkan intensitas efek sampingnya meningkat. Jika terjadi mual dan muntah parah, hentikan sementara penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini atau alergi gluten.
  • Hati-hati penggunaan suplemen ini pada penderita penyakit celiac dan iritable bowel sindrom (IBS) atau yang penyakit yang rentan terhadap gluten.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Glisodin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Meskipun bahan aktif Glisodin berasal dari buah melon yang dinilai sehat untuk ibu hamil, namun dalam bentuk senyawa aktifnya belum ada informasi yang menunjang tentang keamanannya pada kehamilan. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati menggunakannya selama kehamilan dan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif Glisodin dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui dan apakah berisiko terhadap bayi yang menyusu. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.