Glucosamine Obat Apa?

Glucosamine adalah suplemen untuk menjaga kesehatan persendian. Secara alami, sebenarnya zat ini diproduksi oleh tubuh dan terdapat pada cairan sendi guna melumasi persendian. Namun pada kondisi tertentu, terutama akibat penuaan, persendian akan kekurangan glucosamine sehingga muncullah berbagai macam penyakit sendi seperti radang sendi, osteoarthritis (pengapuran), rematik dan gout.

Selain di produksi di dalam tubuh, glukosamin juga dapat ditemukan di alam, utamanya terdapat pada cangkang kerang, tulang hewan dan jamur. Dalam bentuk suplemen, glukosamine umumnya sudah dikombinasikan dengan beberapa bahan-bahan lain seperti kondroitin sulfat, tulang rawan hiu dan methylsulfonylmethane (MSM) untuk melengkapi manfaatnya.

Ikhtisar Obat Glucosamine

Jenis obatSuplemen persendian
KategoriObat bebas
KegunaanMenjaga kesehatan persendian
KonsumenDewasa
SediaanTablet, krim dan injeksi
MerekActive joint, flexamin, flexor, joint care, viostin DS, Ostine, Vostem

glucosamine

Mekanisme Kerja

Glucosamine merupakan aminosakarida yang menjadi bagian penting dalam sintesis biokimia pada glikolisasi protein dan lemak. Glukosamin juga merupakan bagian penting pembentuk glikosaminoglikan dimana substansi ini adalah komponen penting penyusun tulang rawan dan sendi.

Hal inilah yang menyebabkan suplemen ini dipercaya sebagai terapi penyembuhan osteoarthritis dan beberapa masalah sendi lainnya. Meskipun begitu efektivitasnya masih dipertanyakan, bahkan FDA Amerika hanya memasukkan glucosamine sebagai suplemen makanan dan bukan obat.

Indikasi atau Kegunaan Glucosamine

Glucosamine dapat dibentuk menjadi beberapa jenis senyawa seperti glucosamine sulfat, glucosamine hidroklorida dan N-acetyl-glucosamin. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa glucosamine sulfat lah yang paling cocok untuk dijadikan suplemen makanan, karena mengandung sulfat yang baik untuk persendian.

Kegunaan glucosamine sulfat ini utamanya untuk beberapa kondisi sendiri berikut:

  • Ostearthritis.
  • Glaukoma.
  • Nyeri sendi yang disebabkan oleh obat-obatan.
  • Sistitis interstisial (sakit pada kandung kemih).
  • Nyeri rahang.
  • Nyeri lutut.
  • Nyeri punggung.
  • Multiple sclerosis
  • HIV/ AIDS.

Selain digunakan sebagai suplemen dalam bentuk obat minum, glukosamin juga digunakan dalam bentuk krim kulit untuk mengontrol rasa sakit akibat arthritis. Krim ini umumnya sudah ditambahkan bahan-bahan lain seperti kamper dll.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan suplemen obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat alergi terhadapat glucosamine.
  • Alergi terhadap salah satu substansi pembentuk suplemen glucosamin seperti kondroitin sulfat atau MSM.

Dosis Glucosamine dan Cara Penggunaan

Glucosamine tersedia dalam sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 250 mg, 500 mg.
  • Injeksi: 250 mg, 500 mg.
  • Krim: dalam beragam sediaan.

Adapun dosis yang lazim digunakan oleh dokter adalah sebagai berikut:

  • Tablet untuk osteoarthritis
    • Glucosamine sulfate 1500 mg per hari dibagi ke dalam 3 dosis 500 mg. Dapat juga ditambahkan kondroitin sulfat dua atau tiga kali sehari.
    • Glucosamine sulfat 750 mg dua kali sehari dikombinasikan dengan ekstrak kunyit 500 mg dua kali sehari, digunakan untuk 6 minggu.
  • Krim untuk osteoarthritis
    • Krim dengan kandungan glucosamine sulfat 30 mg/gr, kondrotin sulfat 50 mg/ gr, kamper dan minyak papermint digunakan pada kulit disekitar persendian untuk 8  minggu.
  • Injeksi untuk osteoarthritis
    • 400 mg glucosamine sulfat di injeksikan dua kali sehari selama 6 minggu.

Petunjuk Penggunaan:

  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis glukosamin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Suplemen ini dapat menyebabkan kantuk, hindari penggunaanya sat mengemudi atau menjalankan alat berat.

Efek Samping Glucosamine

efek samping glucosamine

Glucosamine umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek sampingnya perlu diperhatikan, antara lain:

  • Mual.
  • Maag.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Kantuk.
  • Ruam pada kulit.
  • Sakit Kepala.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Berhati-hatilah atau hindari penggunaannya pada penderita asma, karena dilaporkan suplemen ini dapat memicu serangan asam.
  • Penderita diabetes sebaiknya memonitor kadar gula darahnya saat mengonsumsi suplemen ini, karena beberapa riset mengaitkan konsumsi glukosamin sulfat dengan peningkatan kadar gula darah.
  • Studi pada hewan menunjukkan adanya peningkatan kolesterol saat diberikan glukosamin sulfat. Namun hal itu tidak terjadi pada manusi. Meskipun begitu sebaiknya kontrol kondisi kolesterol Anda setiap menggunakan obat ini.
  • Sebuah penelitian menyebutkan bahwa glukosamin sulfat dapat meningkatkan kadar insulin. Hal ini tentunya akan meningkatkan tekanan darah. Untuk itu, selalu monitor tekanan darah Anda saat menggunakan suplemen ini.
  • Jika Anda alergi kerang dan ingin mengonsumsi suplemen ini, boleh saja karena tidak laporan alergi yang muncul akibat konsumsi obat ini. Namun, untuk berjaga-jaga sebaiknya hentikan penggunaannya jika terjadi reaksi alergi.
  • Glukosamin sulfat dapat meningkatkan kadar gula darah, untuk itu jika Anda berencana melakukan operasi sebaiknya hentikan penggunaanya 2 minggu sebelum opreasi dilakukan.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah suplemen glucosamine boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Belum banyak data riset yang menjelaskan keamanan penggunaan glucosamin terhadap ibu hamil. Sebaiknya hindari penggunannya jika Anda sedang melakukan program hamil.
  • Sama halnya dengan ibu hamil, belum banyak bukti riset yang jelas apakah glucosamine dapat masuk kedalam ASI. Maka sebaiknya hindari penggunaannya pada ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan glukosamin.

  • Interaksi parah, jangan gunakan bersamaan dengan obat ini:
    • Warfarin (coumadin) digunakan untuk memperlambat penggumpalan darah. Penggunaan bersamaan dengan glukosamin dapat meningkatkan efek warfarin. Hal ini dapat menyebabkan memar dan perdarahan serius
  • Interaksi moderat, waspadalah saat mengonsumsi glukosamin bersamaan dengan obat ini:
    • Pengobatan kanker (antimimotic chemotheraphy) bekerja dengan cara mengurangi kemampuan sel kanker menduplikasi dirinya. Sementara glukosamin dinilai malah dapat mempercepat sel kanker membelah. Oleh karena itu, penggunaan bersamaan dapat mengurangi keefektifan obat ini.
  • interaksi minor, berhati-hatilah penggunaan bersamaan obat ini:
    • Asetaminopen (parasetamol) berinteraksi dengan glukosamin sulfat.
    • Pengobatan diabetes juga diketahui dapat berinteraksi dengan obat ini.