Grafamic obat apa?

Grafamic adalah obat dari golongan anti-inflamasi non steroid yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Beberapa kondisi seperti nyeri akibat trauma, pasca operasi, sakit gigi, nyeri otot dan sendi, nyeri haid (dismenore), peradangan serta demam dapat diredakan menggunakan obat ini.

Obat yang diproduksi oleh PT. Graha Farma ini tergolong dalam obat keras yang konsumsinya harus dengan resep dokter. Sebagai tambahan informasi berikut ini kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi Grafamic terhadap obat lain serta informasi keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Grafamic

Jenis obatAnti-inflamasi non steroid
KandunganMefenamic acid
KegunaanMeredakan nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, serta nyeri pasca operasi
KategoriObat keras
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C pada trimester 1 & 2, Kategori D pada trimester 3
SediaanGrafamic 500 kaplet

grafamic asam mefenamat

Mekanisme Kerja

Cara kerja Grafamic dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa mefenamic acid atau asam mefenamat. Senyawa obat ini merupakan turunan dari asam antranilik yang merupakan grup obat anti-inflamasi non steroid yang bekerja dengan cara mengikat reseptor COX-1 dan COX-2 sehingga menghambat sintesis prostaglandin. Berkurangnya produksi prostaglandin akan mengurangi reaksi radang dan rasa nyeri yang timbul.

Indikasi atau Kegunaan Grafamic

Grafamic digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan mulai dari yang ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, nyeri akibat trauma, nyeri otot dan nyeri pasta operasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap asam mefenamat atau obat jenis NSAID lainnya seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Orang yang sedang menderita tukak lambung, radang usus, atau gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Orang yang memiliki riwayat asma, urtikaria atau tipe alergi lainnya.
  • Pasien yang akan melakukan operasi jantung.
  • Ibu hamil pada trimester tiga serta anak-anak umur di bawah 14 tahun.

Dosis Grafamic dan Cara Penggunaan

Grafamic tersedia dalam bentuk sediaan kaplet dengan kekuatan dosis per kapletnya adalah 500 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Grafamic untuk meredakan nyeri

  • Dosis dewasa: 1 kaplet 500 mg  3 kali sehari. Dosis tambahan 250 mg setiap 6 jam sekali. Penggunaan maksimal 7 hari.
  • Dosis anak-anak umur > dari 6 bulan: 25 mg/kg dibagi dalam beberapa dosis. Digunakan tidak lebih dari seminggu.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Grafamic pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Grafamic

Sepertihalnya obat NSAID lainnya Grafamic juga memiliki beberapa efek samping. Beberapa efek ini mungkin ringan dan tidak perlu perlakukan khusus dan akan hilang dengan sendirinya setelah penghentian konsumsi obat. Namun jika muncul efek samping yang intens, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul tersebut antara lain sebagai berikut:

Carilah bantuan medis jika muncul efek samping yang membahayakan seperti berikut:

  • Muncul reaksi alergi seperti gatal, ruam, sesak nafas, pembengkakan di mulut, wajah, bibir dan lidah.
  • BAB berdarah atau berwarna hitam.
  • Urin yang berubah jadi lebih gelap dan berwarna merah dan jumlahnya sedikit.
  • Nyeri dada.
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur.
  • Demam, menggigil, dan sakit tenggorokan yang persisten.
  • Telinga berdenging.
  • Menguningnya kulit atau mata (penyakit kuning).

Lebih lanjut baca juga: Efek samping asam mefenamat.

Efek Overdosis Grafamic

Penggunaan berlebihan obat ini mungkin menyebabkan efek overdosis. Gejala yang mungkin muncul diantaranya seperti kelelahan, mual dan muntah, serta nyeri epigastrik yang intens. Efek yang lebih jarang terjadi seperti pendarahan saluran cerna, hipertensi, gagal ginjal akut, depresi pernapasan hingga koma. Jika beberapa kondisi ini muncul segeralah berkonsultasi ke unit kesehatan terdekat agar mendapat perawatan tetap sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap asam mefenamat atau obat jenis NSAID lainnya seperti ibuprofen atau aspirin.
  • Gangguan pencernaan dan perdarahan serius mungkin terjadi jika menggunakan obat ini dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama apalagi jika dibarengi konsumsi alkohol dan merokok.
  • Karena dapat menyebabkan kantuk, hindari berkendara atau menggunakan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat mengonsumsi obat ini.
  • Penggunaan pada anak-anak di bawah 14 tahun sebaiknya sangat hati-hati atau dalam pengawasan dokter karena efektivitas dan efek sampingnya belum terkonfirmasi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Grafamic untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Grafamic berupa asam mefenamat digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA (BPOMnya Amerika). Hal itu berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini pada ibu hamil sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan saja dan dalam pengawasan dokter.
  • Asam mefenamat diketahui dapat masuk ke saluran ASI dan mengkontaminasi air susu serta berpotensi membahayakan kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bahan aktif Grafamic, diantaranya yaitu:

  • Konsumsi bersamaan dengan obat pereda nyeri atau jenis NSAID dapat meningkatkan risiko efek samping obat.
  • Konsumsi bersamaan dengan obat antikoagulan seperti warfarin dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis penghambat ACE dapat mengurangi efek antihipertensi obat.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antasida dapat meningkatkan risiko efek samping obat yang tidak diinginkan.
  • Konsumsi bersamaan dengan obat diuretik dapat meningkat efek samping obat pada ginjal.