13 Manfaat Bunga Pepaya Menurut Para Ahli

Bukan hanya buah, biji, dan daun pepaya saja yang bermanfaat bagi kesehatan, melainkan bunganya juga. Lantas, apa saja manfaat bunga pepaya bagi tubuh manusia? Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Sama seperti daunnya, bunga pepaya memiliki citarasa yang pahit. Meski begitu, hal ini seharusnya tak menghalangi setiap orang untuk mengonsumsinya sebagai sayuran bergizi ataupun menjadi bahan teh. Apalagi bunga pepaya mengandung zat-zat penting yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, serta beragam mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan sodium, vitamin A, B1, C, E, folat, maupun antioksidan.

Baca juga:

manfaat bunga pepaya

Manfaat Bunga Pepaya

Bila daun pepaya dapat menyembuhkan malaria, maka apa saja manfaat bunga yang digadang-gadang mampu menyembuhkan sakit kuning tersebut? Setidaknya ada 12 manfaat bunga pepaya bagi kesehatan tubuh kita, yaitu:

  1. Mencegah kanker
  2. Menyembuhkan bisul lambung
  3. Membantu sistem pencernaan
  4. Meningkatkan nafsu makan
  5. Sumber antioksidan
  6. Baik untuk penderita diabetes
  7. Menurunkan berat badan
  8. Obat penurun demam
  9. Menurunkan kolesterol
  10. Memperlancar peredaran darah
  11. Mencegah radang sendi dan reumatik
  12. Menaikkan jumlah trombosit
  13. Meregulasi siklus haid

Untuk lebih detailnya, simak ulasan berikut ini.

  1. Mencegah kanker

Dikutip dari berbagai jurnal yang menayangkan hasil riset, mengonsumsi bunga pepaya dapat menurunkan resiko infeksi dalam tubuh. Seperti kita ketahui bersama bahwa peradangan merupakan cikal bakal tumbuhnya sel tumor yang berpotensi berubah menjadi kanker ganas.

  1. Menyembuhkan bisul lambung

Dalam bunga pepaya terdapat antioksidan tinggi yang berkhasiat mengurangi infeksi pada lambung. Selain itu, menyeruput teh dari daun atau bunga pepaya juga dapat membunuh cacing dan mikroorganisme berbahaya yang bersarang di organ pencernaan.

  1. Membantu sistem pencernaan

Selain bagian buahnya, bunga pepaya juga mengandung enzim papain yang berguna untuk membantu proses pencernaan sekaligus mencegah konstipasi.

  1. Meningkatkan nafsu makan

Walau rasanya pahit, namun karena manfaat bunga pepaya yang banyak, membuat orang-orang mengabaikan rasa pahit itu. Bunga yang satu ini sangat efektif untuk meningkatkan nafsu makan.

  1. Sumber antioksidan

Ragam antioksidan dalam bunga pepaya sangat ampuh untuk melawan berbagai radikal bebas. Dengan demikian kerusakan oksidatif akibat radikal bebas yang dapat memicu kanker, penuaan dini, hingga gangguan kesehatan lainnya, dapat dihindari.

  1. Baik untuk penderita diabetes

Teh atau sayur bunga pepaya juga ramah untuk penderita diabetes atau mereka yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan kandungan karbohidrat dalam bunga pepaya tergolong rendah. Selain itu, bunga pepaya juga bisa menurunkan kadar insulin yang biasanya memicu munculnya penyakit diabetes.

  1. Menurunkan berat badan

Manfaat bunga pepaya berikutnya masih erat kaitannya dengan kandungan karbohidrat yang rendah pada bunga pepaya.

  1. Obat penurun demam

Sifat antipiretik yang melekat pada bunga pepaya menyebabkannya ampuh untuk menurunkan demam.

  1. Menurunkan kolesterol

Saat dikonsumsi sebagai bahan teh, bunga pepaya jantan akan menghasilkan fitokemikal atau senyawa antioksidan seperti flavonoid, sterol, tanin, serta polifenol. Selain bersifat anti-radang, anti-mikroba, anti-virus, anti-kanker, dan anti-alergi, kandungan fitosterol dalam teh bunga pepaya juga mampu menurunkan kolesterol.

  1. Memperlancar peredaran darah

Bagi Anda yang menderita hipertensi, coba konsumsi bunga pepaya secara rutin agar tekanan darah kembali normal. Nutrisi yang terkandung dalam bunga pepaya juga bisa memperlancar peredaran darah. Jika peredaran darah lancar, maka otomatis penyakit berbahaya seperti stroke atau jantung bakal menjauh.

  1. Mencegah radang sendi dan reumatik

Bila ditumbuk, baik daun, biji, maupun bunga pepaya dapat digunakan untuk mencegah radang sendi atau encok. Jika Anda menderita radang sendi atau reumatik, maka bubuhkan hasil tumbukan tersebut di area yang sakit, diamkan selama 20 menit atau hingga rasa sakitnya mereda.

  1. Menaikkan jumlah trombosit

Selain mengobati encok, tumbukan daun serta bunga papaya juga bisa mendongkrak kadar trombosit. Oleh sebab itu, banyak orang memanfaatkan daun dan bunga pepaya untuk mengobati demam berdarah. Anda dapat mengeringkan tumbukan tersebut lalu merebusnya menjadi teh.

  1. Meregulasi siklus haid

Manfaat bunga pepaya berikutnya ini pasti merupakan berita gembira terkhususnya untuk kaum hawa. Bila siklus haid tidak lancar, maka teh yang terbuat dari biji, daun, maupun bunga pepaya dapat membantu memperlancar siklus haid.

Cara mengolah bunga pepaya agar rasa pahitnya hilang

Anda bisa menggunakan bantuan berbagai bahan berikut untuk menghilangkan rasa pahit dari bunga pepaya.

  1. Garam dan daun jambu

Remas-remas bunga pepaya dengan garam, diamkan 10 menit, lalu bilas. Setelah itu rebus bunga pepaya, tambahkan beberapa lembar daun jambu agar rasa pahit bunga pepaya terserap olehnya.

  1. Garam dan asam jawa

Bila Anda kesulitan mencari daun jambu, maka gantikan itu dengan asam jawa.

  1. Daun singkong

Meski agak sedikit kontradiksi, dikarenakan daun singkong juga memiliki rasa pahit, namun cara ini patut dicoba. Cuci bunga pepaya sampai bersih, sebelum merebusnya bersama dengan daun singkong untuk menghilangkan rasa pahitnya.

  1. Tanah liat

Meski metode satu ini agak kurang higienis, namun tak ada salahnya untuk dicoba. Anda dapat menghilangkan rasa pahit pada bunga pepaya dengan merebusnya bersama dengan air dan sedikit tanah liat. Angkat dan tiriskan bila bunga pepaya sudah mencapai kondisi setengah matang, lalu cuci bersih sebelum diolah menjadi masakan.

  1. Sendok

Cara ini lebih baik ketimbang sebelumnya. Ketika merebus bunga pepaya, maka jangan lupa masukkan sendok dalam air rebusannya supaya rasa pahitnya hilang.

Kiranya beberapa cara di atas dapat memotivasi Anda yang ingin memetik berbagai manfaat bunga pepaya bagi kesehatan. Selamat mencoba!

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer