20 Manfaat Daun Pepaya Beserta Efek Sampingnya

Soal pepaya, ternyata bukan hanya buahnya saja yang memiliki khasiat baik bagi kesehatan, melainkan daunnya juga. Untuk itu, pada artikel berikut kita akan menyimak bersama apa saja manfaat daun pepaya tersebut.

Apa Sajakah Manfaat Daun Pepaya?

Menurut sejarah, pepaya berasal dari Amerika Utara, khususnya wilayah Meksiko. Akan tetapi hingga kini, tanaman yang bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter tersebut sudah menyebar keberadaannya di daerah tropis. Dan berikut adalah daftar manfaat daun pepaya.

  1. Meredakan gejala demam berdarah
  2. Anti-malaria
  3. Menyehatkan kulit
  4. Menangkal infeksi virus
  5. Meredakan sakit haid
  6. Menyembuhkan emphisema
  7. Agen-detoksifikasi
  8. Menyembuhkan eksema
  9. Merawat rambut
  10. Anti-ketombe
  11. Meregulasi gangguan menstruasi
  12. Menurunkan kadar gula dalam darah
  13. Meningkatkan trombosit
  14. Menghalangi pertumbuhan bakteri
  15. Menyembuhkan bisul lambung
  16. Anti-aging
  17. Membantu sistem pencernaan
  18. Mencegah jantung koroner
  19. Membantu penderita pembesaran prostat jinak
  20. Anti-kanker

manfaat daun pepaya

Baca juga:

Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

  1. Meredakan gejala demam berdarah

Bila Anda mengalami berbagai gejala umum seperti demam, munculnya ruam pada kulit, nyeri sendi, otot, bahkan sakit kepala, maka kemungkinan besar Anda terserang demam berdarah. Gejala berbahaya lain yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes ini biasanya meliputi turunnya jumlah trombosit dalam darah hingga pendarahan. Hal ini membuat demam berdarah merupakan salah satu dari sekian penyakit yang mematikan.

Namun untungnya, gangguan medis tersebut dapat diredakan dengan manfaat daun pepaya yang kaya akan enzim chymopapain dan papain, dimana keduanya mampu menormalkan kadar trombosit dan mencegah kerusakan liver akibat demam berdarah. Selain itu, daun pepaya juga dapat membantu pemulihan kondisi seseorang dari penyakit berbahaya tersebut.

  1. Anti-malaria

Rasa daun pepaya yang pahit sangat efektif untuk menyingkirkan malaria dari dalam tubuh seseorang. Jadi Anda disarankan minum jus daun pepaya bila sampai terkena penyakit ini.

  1. Menyehatkan kulit

Kandungan vitamin A, E, dan C pada daun pepaya ternyata lebih tinggi ketimbang buahnya. Hal ini menyebabkan daun pepaya dapat mengusir berbagai gangguan kulit seperti jerawat, kerutan, dan pigmentasi berlebih.

  1. Menangkal infeksi virus

Lagi-lagi manfaat daun pepaya yang satu ini disebabkan kandungan vitamin A, C, dan E yang berjasa untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh.

  1. Meredakan sakit haid

Untuk mengurangi sakit saat haid, didihkan selembar daun pepaya bersama asam dan garam, lalu minum airnya.

  1. Menyembuhkan emphysema

Emfisema merupakan salah satu penyakit mematikan yang juga bisa dicegah dan disembuhkan oleh daun pepaya. Untuk mencegah gangguan medis ini, tubuh perlu asupan vitamin D yang cukup, dan daun pepaya bisa menjawab kebutuhan itu.

  1. Agen-detoksifikasi

Terutama bila diminum sebagai jus, manfaat daun pepaya adalah sebagai agen-detoksifikasi berkat kandungan karpainnya yang mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme ataupun toksin lain dalam tubuh.

  1. Menyembuhkan eksema

Agar cepat sembuh, Anda disarankan menempelkan daun pepaya pada area kulit yang menderita eksema (eksim).

  1. Merawat rambut

Tak hanya menyehatkan, manfaat daun pepaya yang diblender bersama madu atau minyak kelapa dapat membuat rambut lebih berkilau.

  1. Anti-ketombe

Selain berjasa dalam menyingkirkan kotoran serta minyak berlebih pada rambut, karpain juga menguatkan tiap helaian rambut.

  1. Meregulasi gangguan menstruasi

Selain meredakan sakit saat haid, agen-penyembuh dalam daun pepaya juga mampu menyeimbangkan hormon sehingga membuat siklus menstruasi lebih lancar dan bebas nyeri.

  1. Menurunkan kadar gula dalam darah

Berita baik datang bagi mereka yang cemas dengan gangguan diabetes. Manfaat daun pepaya tak hanya mampu mengurangi terjadinya stres oksidatif, namun juga merangsang kinerja insulin dan meregulasi kadar gula dalam darah sehingga diabetes menjauh. Selain itu, daun pepaya juga bisa meminimalisir terjadinya komplikasi, salah satunya adalah kerusakan ginjal.

  1. Meningkatkan trombosit

Kapanpun kadar trombosit turun, entah itu akibat kekurangan vitamin, demam berdarah, atau usai menjalani kemoterapi, jangan tunda untuk mengonsumsi daun pepaya. Banyak riset mendapati bahwa manfaat daun pepaya bisa meningkatkan trombosit dengan cepat.

  1. Menghalangi pertumbuhan bakteri

Bakteri berbahaya yang bisa menimbulkan gangguan di saluran cerna juga bisa ditaklukkan berkat 50 kandungan aktif dalam daun pepaya. Selain karpain, tannin juga bisa menghalangi pertumbuhan bakteri maupun cacing yang ada dalam saluran cerna. Baca juga: 9 Ciri-ciri Anak Terkena Cacingan

  1. Menyembuhkan tukak lambung

Menurut hasil riset yang dipublikasikan The West Indian Medical Student, manfaat daun pepaya mampu meningkatkan aktivitas  glutation peroksidase, salah satu jenis antioksidan penting yang bertugas menangkal radikal bebas. Hasil studi mendapati obyek percobaan yang mengonsumsi daun pepaya menunjukkan kadar stres oksidatif yang lebih kecil sehingga meminimkan munculnya tukak pada lambung. Baca juga: Tukak Lambung : Gejala, Penyebab, Obat

  1. Anti-aging

Lebih dari 50 asam amino terdapat dalam daun pepaya, beberapa di antaranya seperti asam glutamat, glisin, valin, leusin, triptofan, sistein, histidin, dll. Semua ini merupakan bahan kosmetik yang biasa dipakai untuk mempertahankan tampilan awet muda seseorang.

  1. Membantu sistem pencernaan

Kandungan enzim dalam daun pepaya seperti papain, chymopapain, protease, dan amilase berguna untuk mencerna nutrisi seperti protein, karbohidrat, dan mineral dari makanan.

  1. Mencegah jantung koroner

Biasanya jantung koroner disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol. Untuk mencegahnya, tubuh perlu banyak vitamin C karena antioksidan ini mampu melancarkan peredaran darah.

  1. Membantu penderita pembesaran prostat jinak

Meski efek berikut masih dalam tahap penelitian, namun teh daun pepaya bisa sangat membantu penderita pembesaran prostat jinak.

  1. Anti-kanker

Adanya manfaat daun pepaya sebagai anti-kanker diperantarai oleh kandungan komponen bernama acetogenin yang ampuh menangkal kanker. Sebuah studi di Jepang mendapati bahwa sel kanker dapat dimatikan saat seseorang minum ramuan daun pepaya secara rutin setiap hari.

Riset lain yang dipublikasikan Journal of Ethnopharmacology menunjukkan daun pepaya merupakan salah satu obat herbal yang bisa melindungi manusia dari kanker paru-paru, payudara, mapun serviks.

Cara Mengonsumsi Daun Pepaya

Guna memetik beragam manfaat daun pepaya di atas, berikut beberapa saran penyajiannya:

  1. Jus

Masukkan 10 lembar daun pepaya, tambahkan air secukupnya lalu blender hingga teksturnya lembut, segera minum. Bila Anda tak ingin mengonsumsinya dengan segera, maka simpan jus daun pepaya dalam lemari es. Jus pepaya bisa bertahan hingga 4 hari setelah dibuat. Anda boleh menambahkan gula bila rasanya terlalu pahit.

  1. Teh

Ambil 10 lembar daun pepaya, cuci bersih, lalu keringkan. Robek-robek daun, dan didihkan bersama 2 liter air hingga airnya berkurang 50%. Saring lalu segera konsumsi, atau simpan dalam kulkas. Sama seperti jus, teh daun pepaya bisa bertahan hingga 4 hari, dan boleh disajikan dengan menambah gula atau madu.

  1. Masker

Siapkan 2-4 lembar daun pepaya, jemur di bawah matahari. Tumbuk, tambahkan sedikit madu, lalu aplikasikan pada kulit atau wajah. Diamkan selama 20 menit, setelah itu bilas dengan air dingin.

Efek samping daun pepaya

Meski manfaat daun pepaya sangat banyak, namun daun ini juga memiliki efek samping, yakni:

  1. Menimbulkan alergi. Enzim papain dapat menimbulkan alergi seperti mata pedas dan hidung berair.
  1. Berbahaya bagi ibu hamil. Ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi daun pepaya karena enzim papain bisa beracun bagi janin sehingga berimbas keguguran.

Namun bila Anda tidak sedang hamil atau mengalami alergi, maka jangan segan mengandalkan beragam manfaat daun pepaya yang alami dan murah meriah.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer