Obat Chikungunya Tradisional, 100% Alami

Meski tak berakibat fatal, namun Chikungunya dapat membuat penderitanya kesakitan dan lemah tak berdaya. Oleh sebab itu, segera atasi gejalanya dengan obat tradisional Chikungunya berikut ini.

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan biasa ditularkan melalui nyamuk Aedes albopictus atau Aedes aegypti (nyamuk yang sama dengan penyebab DBD). Mereka yang terkena Chikungunya umumnya akan mengalami berbagai gejala setelah 3-7 hari terkena gigitan nyamuk, seperti:

  • Demam tinggi.
  • Sakit persendian/ otot.
  • Sendi bengkak.
  • Sakit kepala.
  • Mual-muntah.
  • Timbul ruam pada kulit.

obat chikungunya tradisional

Kenali Ciri-ciri Nyamuk Aedes Penyebab DBD dan Chikungunya 

Sayangnya, masih belum ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan penyakit yang memiliki nama lain flu tulang ini. Hingga saat ini, para ahli masih tetap bereksperimen mencari obat Chikungunya yang benar-benar bisa menyembuhkan. Namun Anda dapat menggunakan obat Chikungunya tradisional untuk meredakan gejalanya dan mempercepat pemulihan.

Obat Chikungunya Tradisional yang bisa Anda Dipilih

Brotowali

Brotowali merupakan tanaman herbal yang dapat mengobati penyakit demam. Tanaman yang bernama latin Tinospora cordifolia tersebut mengandung sifat antiradang, antiinfeksi, serta imunomodulator (senyawa yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh) sehingga dapat meredakan gejala Chikungunya. Sifat antimikrobanya juga dapat membantu mempercepat proses kesembuhan.

Anda tinggal mengonsumsi 2 butir kapsul (1 gr) giloy brotowali setiap hari usai makan selama beberapa minggu. Namun obat Chikungunya tradisional ini tak diperuntukkan bagi balita. Anak-anak di atas 5 tahun saja sebaiknya tak mengonsumsi lebih dari 250 mg brotowali setiap harinya. Dan bagi orang dewasa, dosisnya tak boleh melebihi 3 gr per hari.

Daun pepaya

Sama seperti demam berdarah, penyakit Chikungunya juga berimbas pada kadar hemoglobin dalam darah. Dan daun pepaya tak hanya dapat mendongkrak naik tingkat hemoglobin, namun sifat larvasida alaminya juga bisa mengeliminasi larva nyamuk penyebab Chikungunya.

Sebab itu, siapkan 7-8 lembar daun pepaya, cuci lalu buang batang dan urat tengahnya. Potong-potong daun kemudian blender bersama air sehingga terbentuk pasta cair. Usai menyaringnya, minum 2 sdm jus daun pepaya setiap 3 jam sekali selama 2-3 hari berturut-turut. Kalau gejala Chikungunya masih ada, maka lanjutkan konsumsinya pada minggu berikutnya.

Bawang putih

Bawang putih sudah terkenal akan khasiatnya dalam meredakan sakit persendian. Ketika diaplikasikan ke kulit, bawang putih dapat meringankan rasa sakit dan radang, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah.

Untuk pengobatan Chikungunya, Anda tinggal menumbuk 10-12 siung bawang putih bersama dengan air sehingga terbentuk adonan bertekstur pasta. Aplikasikan pasta tersebut ke sendi atau otot yang sakit, diamkan selama beberapa jam. Lakukan sebanyak 2x sehari.

Kunyit

Salah satu obat Chikungunya tradisional yang mujarab adalah kunyit. Rempah-rempah yang dapat menyembuhkan beragam penyakit ini mengandung kurkumin, antoksidan yang dapat menangkal radang. Anda tinggal mencampurkan ½ sdt bubuk kunyit pada makanan atau segelas susu hangat. Minumlah segelas di pagi hari, dan juga sebelum tidur.

Bubuk cabe

Bagi mereka yang doyan pedas, obat Chikungunya tradisional satu ini patut dicoba. Sudah bukan rahasia lagi kalau capsaicin, komponen antiradang dalam cabe dapat mengurangi infeksi dan rasa sakit.

Sebelum membuat pasta dari bubuk cabe, ada baiknya Anda menggunakan sarung tangan agar sensasi panasnya tak sampai mengiritasi kulit.

Anda tinggal memasukkan 3 sdm bubuk cabe dalam air, lalu didihkan dengan api sedang selama 5-10 menit. Setelah itu, masukkan ½ cangkir parutan lilin lebah (beeswax) dan tetap aduk hingga leleh dan tercampur rata. Angkat dari api, dinginkan adonan lemari es selama 10 menit, lalu aduk lagi agar semua bahan tercampur rata. Dinginkan lagi 10 menit sebelum diaplikasikan ke area tubuh yang sakit. Pasta cabe ini tahan disimpan dalam wadah kedap udara hingga 1-2 minggu.

Kompres dingin

Kompres dingin dapat mengurangi radang, rasa sakit, serta kerusakan sendi karena bekerja dengan cara memperlambat aliran darah di area terinfeksi.

Minyak kastor

Panaskan 2 sdm minyak kastor, lalu tambahkan sejumput bubuk kayu manis ke dalamnya. Aduk rata dan gunakan itu sebagai minyak pijat di area tubuh yang sakit. Biarkan agen antiradang dalam minyak kastor dan kayu manis bekerja meredakan sakit sendi yang disebabkan virus Chikungunya.

Daun basil

Daun basil sangat efektif untuk meredakan demam dan mendongkrak imunitas tubuh. Kandungan antimikrobanya dapat mempercepat proses pemulihan tubuh. Caranya, Anda tinggal didihkan 10 lembar daun basil bersama ½ liter air. Tunggu hingga air mendidih dan berkurang hingga setengahnya sebelum diminum.

Air kelapa

Mengonsumsi 3-4 gelas air kelapa setiap hari dapat mendetoksifikasi liver sekaligus mengurangi rasa sakit yang disebabkan virus Chikungunya. Semua ini karena air kelapa mengandung mangan yang bersifat antiradang.

Mandi air hangat

Masukkan garam epsom (mengandung magnesium sulfat) dan daun intaran dalam air mandi bersuhu hangat untuk meredakan sakit yang dirasakan di sekujur tubuh.

Wortel mentah

Wortel mentah dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus mencegah komplikasi seperti radang sendi pada penderita Chikungunya.

Anggur dan susu sapi

Beberapa butir buah anggur yang dinikmati sebagai snack bersama dengan susu sapi ternyata dapat meredakan demam atau rasa sakit yang ditimbulkan Chikungunya. Semua ini berkat komponen fenolik dari anggur yang bertindak sebagai antioksidan dan antivirus. Namun sayangnya, obat ini tidak disarankan kalau Anda alergi terhadap produk susu.

Jadi dari sekian banyak obat Chikungunya tradisional yang disebutkan di atas, manakah yang kira-kira sesuai dengan selera Anda?

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer