Obat Herbal Rematik yang Secara Ilmiah Terbukti Manjur

Berbicara mengenai pengobatan rematik, kebanyakan orang berfikir bahwa hanya obat medislah yang dapat mengatasinya. Padahal ada sejumlah bahan alami di sekitar kita yang terbukti manjur mengatasi berbagai keluhan akibat rematik. Lebih lanjut kita sebut sebagai obat herbal rematik.

obat herbal rematik

Benarkah Anda membutuhkan obat rematik?

Sudah menjadi keharusan, ketika kita ingin mengobati masalah apapun pada tubuh kita, maka hal pertama kali yang harus tahu adalah penyakitnya. Tidak ada istilah menduga-duga, karena salah dalam menduga suatu penyakit akan berdampak pada hasil pengobatan yang dilakukan. Termasuk penggunaan obat rematik herbal yang akan dijelaskan di bawah ini.

Jadi, apa itu rematik?

Rematik atau rheumathoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan radang kronis di membran pelindung sendi (sinovial). Umumnya gangguan ini menyerang sendi jari tangan dan kaki di ke dua sisi tubuh. Namun seiring berjalannya waktu, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu juga bisa jadi sasarannya.

Gejala awal yang menjadi ciri khas rematik adalah persendian jari kedua tangan yang kaku saat bangun tidur di pagi hari.

Ketika penyakit ini berlangsung lama tanpa pengobatan yang optimal, maka berpotensi menyebabkan kelainan bentuk atau cacat pada sendi yang terlibat. Khususnya pada tangan yang disebut dengan swan neck deformity seperti gambar di atas.

Dibanding pria, wanita lebih berisiko terkena rematik. Biasanya mereka yang usianya di atas 40 tahunlah yang lebih rawan terkena. Namun faktanya, gangguan sendi ini juga bisa dialami dewasa muda atau anak-anak.

Gejala rematik ini bisa datang dan pergi. Ketika penyakit ini sudah membuat jaringan tubuh meradang, maka penderitanya bisa mudah lelah dan sering merasakan sakit, bengkak, serta kaku pada otot maupun sendi. Nanti begitu radangnya surut, maka gejalanya ikut hilang. Selengkapnya dapat Anda pelajari di sini: 15 Ciri-ciri dan Gejala Rematik (Rheumatoid Arthritis)

Guna memastikan diagnosis keluhan pada nyeri sendi yang Anda alami, sebaiknya periksakan ke dokter.

Meski dokter belum mengetahui pasti apa sebenarnya penyebab rematik ini, namun ada beberapa faktor risiko yang bisa memicunya seperti genetik, pernah mengalami luka berat, kebiasaan merokok, terekspos silika dan asbes, hormon, infeksi bakteri atau virus, serta obesitas.

Karena tidak diketahui penyebab pastinya, maka agak sulit untuk menemukan jenis obat yang pas untuk menyembuhkan rematik. Akan tetapi untungnya, ada obat yang bisa meringankan gejalanya. Dalam hal ini, penderita rematik bisa memilih, menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter, ataukah obat herbal rematik.

10 pengobatan dan obat herbal rematik yang terbukti manjur:

1. Olahraga

olahraga obat herbal rematik

Olahraga teratur merupakan langkah awal yang bisa Anda coba untuk memerangi gejala rematik. Tak hanya mengurangi lelah, namun olahraga juga bisa menguatkan otot dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Di samping itu, latihan rutin juga bisa mengurangi risiko osteoporosis dan mencegah depresi. Kedua kondisi ini biasanya juga dialami oleh penderita rematik.

Paling tidak ada 3 jenis latihan yang sangat membantu meringankan gejala rematik, yaitu:

  • Latihan yang menuntut pergerakan seluruh sendi tubuh, sebaiknya dilakukan sedikitnya 30 menit setiap hari.
  • Latihan kekuatan yang dipraktekkan 2-3 kali seminggu.
  • Latihan daya tahan seperti kardio atau aerobik yang harus dilakukan minimal 30 detik, selama 3-4 kali seminggu.

Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga tertentu untuk menyembuhkan rematik.

2. Kompres dingin dan panas

kompres obati rematik

Bergantian menggunakan kompres dingin dan panas bisa membantu meringankan gejala rematik. Selagi kompres panas mengurangi rasa sakit dengan cara merilekskan otot dan sendi yang sakit, maka kompres dingin bisa menghilangkan sakit dan mengurangi bengkak serta radang pada sendi.

Cara mempraktekkan pengobatan rematik dengan kompres ini adalah:

  • Siapkan kantong kompres, isi dengan air panas. Atau rendam handuk dalam air panas, lalu peras untuk dipakai sebagai kompres panas.
  • Bungkus beberapa bongkah es batu dengan handuk tipis sebagai kompres dinginnya.
  • Letakkan kompres panas lebih dulu di sendi yang sakit selama 3 menit.
  • Angkat kompres panas, lalu cepat-cepat gantikan dengan kompres dingin, tempatkan itu selama 1 menit.
  • Ulangi menaruh kompres bergantian selama 15-20 menit selama beberapa kali sehari hingga gejalanya mereda.

Di samping bergantian, Anda juga bisa menggunakan masing-masing kompres pada sekali waktu. Namun yang perlu diperhatikan adalah, jangan menaruh kompres panas bila area meradang kemerahan dan terasa panas saat dipegang. Hindari pula memakai kompres dingin kalau Anda mengalami gangguan sirkulasi.

3. Minyak ikan

minyak ikan obat herbal rematik

Beberapa hasil studi mendapati kalau minyak ikan juga bisa meminimalisir sendi kaku dan sakit akibat rematik. Obat herbal rematik satu ini mengandung asam omega-3 (EPA dan DHA) yang memiliki dampak antiradang bagi tubuh sehingga bisa mengurangi rasa sakit. Lebih dari itu, minyak ikan juga membantu mencegah penyakit jantung, yang mana risiko penyakit ini biasanya lebih tinggi pada penderita rematik.

Anda cukup mengonsumsi maksimal 2,6 gr minyak ikan (yang mengandung sedikitnya 30% EPA/ DHA) sebanyak 2 kali sehari. Dan juga jangan lupa memasukkan ikan tuna atau salmon dalam menu makan sehari-hari.

Jika Anda mengonsumsi obat tertentu, maka konsultasikan ke dokter lebih dulu sebelum minum minyak ikan. Jangan sampai kandungan minyak ikan mengganggu keefektifan pengobatan tertentu.

4. Kunyit

kunyit obat herbal rematik

Untuk meringankan gejala rematik, Anda juga bisa menggunakan kunyit. Hasil studi tahun 2012 menunjukkan kalau kurkumin, zat aktif dalam kunyit, mengandung antiradang potensial dan anti-encok. Ini membuat kunyit bekerja lebih baik ketimbang obat anti inflamasi non steroid (AINS).

Kunyit mencegah radang sendi dengan cara menghalangi sitokin dan enzim tertentu yang menyebabkan radang. Anda bisa membeli bubuk kunyit yang sudah dijual ke pasaran, lalu ikuti panduan berikut:

  • Masak 1 liter air, lalu masukkan 1 sdm bubuk kunyit dan didihkan 10 menit lagi. Biarkan dingin, dan minum 1-2 kali sehari.
  • Alternatif lain adalah dengan mengonsumsi 500-1000 mg kapsul kunyit sebanyak 2-3 kali sehari. Untuk ini, berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter.
  • Anda juga bisa menaburkan bubuk kunyit dalam masakan sehari-hari untuk memaksimalkan khasiatnya.

Tips tambahan, hindari terlalu banyak mengonsumsi kunyit karena selain bisa mengencerkan darah, bahan alami ini juga bisa menyebabkan sakit perut.

5. Cuka apel

cuka apel obat rematik alami

Obat herbal rematik yang juga sangat efektif dalam meredakan berbagai gejala gangguan sendi adalah cuka apel. Kandungan cuka apel seperti kalsium, magnesium, potasium, dan fosfor bisa membantu mengurangi rasa sakit dan radang.

Caranya cukup tambahkan 1 sdm cuka apel mentah yang belum difilter (raw dan unfiltered) beserta 1 sdt madu ke dalam ½ cangkir air hangat. Minumlah sekali sehari. Di samping itu, Anda juga bisa mengoleskan cuka apel ke area sendi yang kena rematik. Setelah itu, pijatkan minyak kastor hangat ke area yang sama. Terakhir, bungkus bagian tersebut dengan kain katun dan plastik. Lakukan setiap hari sebelum tidur.

6. Bawang

bawang obat rematik

Karena mengandung agen antiradang yang sangat kuat, maka bawang juga termasuk dalam deretan obat herbal rematik yang perlu dicoba. Bawang bekerja dengan cara menghalangi produksi sitokin (substansi penyebab radang) sehingga bengkak dan rasa sakit akibat rematik bisa berkurang.

Selain itu, bawang juga menghambat pembentukan radikal bebas yang bisa memicu kerusakan sendi, dan umbi-umbian ini juga baik untuk menguatkan sistem imun tubuh. Untuk penderita rematik, bawang dalam kondisi segar dan mentahlah yang paling direkomendasikan.

Anda bisa makan 1-2 siung bawang setiap hari, atau mengonsumsinya dalam bentuk kapsul. Untuk dosis tepatnya, silakan berkonsultasi dengan dokter.

7. Garam Epsom

garam epsom obat rematik

Garam Epsom kaya akan magnesium sehingga mampu meregulasi kadar pH tubuh dan mengurangi kekakuan, radang, serta sakit pada sendi. Selain itu, garam ini juga membantu mineralisasi tulang. Cukup tambahkan 2 cangkir garam epsom pada air mandi (hangat), lalu rendam tubuh di dalamnya selama 30 menit, dan lakukan selama 3 kali seminggu.

8. Jahe

jahe obat herbal rematik

Selama berabad-abad lamanya, jahe telah dipakai sebagai obat herbal rematik. Semua itu berkat kandungan gingerol yang bersifat antiradang. Anda bisa menggunakan jahe untuk mengobati rematik dengan beberapa cara, yaitu:

  • Menggosokkan minyak jahe ke area yang sakit, lalu jemur bagian tersebut di bawah sinar matahari selama 5-10 menit. Lakukan secara rutin.
  • Mengunyah beberapa potong jahe segar setiap hari.
  • Menambahkan jahe ke dalam makanan.
  • Minum 2-3 cangkir teh jahe setiap harinya.

9. Pijat

Jika dilakukan dengan tepat, pijat juga bisa meredakan otot kaku dan menghilangkan rasa sakit akibat rematik. Hal ini dikarenakan pijat mampu merangsang sirkulasi darah yang penting untuk mengurangi rasa tidak nyaman serta radang.

Untuk minyak pijatnya, Anda bisa menambahkan 10 gr kapur barus ke dalam 1 cangkir minyak mustard, lalu panaskan hingga kapur barusnya leleh. Tunggu sampai minyaknya dingin lalu pakai itu untuk memijat area yang terkena rematik dengan gerakan menyentak ringan.

Alternatif lain adalah dengan membubuhkan beberapa tetes minyak lavender ke dalam minyak zaitun hangat, lalu pakai itu untuk memijat menggunakan gerakan menyentak ringan. Lakukan pemijatan ini sebanyak 2-3 kali sehari selama beberapa menit setiap kali pijat. Hindari cara ini kalau sendi atau otot dirasa terlalu lunak.

10. Evening Primrose Oil

Minyak tumbuhan satu ini juga bisa mengurangi rasa sakit dan sendi kaku saat pagi hari. Kandungan asam lemak esensialnya (asam gamma-linolenat) mampu mengurangi intensitas beberapa gejala rematik.

Anda bisa membeli suplemen evening primrose oil ini di apotek, lalu konsumsi 540 mg-2,8 gr dalam sehari. Pastikan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya bersama obat lain agar tak terjadi komplikasi.

Tips tambahan lainnya

  1. Sedikitnya sekali dalam sehari, gerak-gerakkan area yang terkena rematik. Namun jangan berlebihan juga agar tak menimbulkan rasa sakit.
  2. Hindari situasi yang bisa membuat sendi tegang.
  3. Belajarlah untuk menggunakan/ memposisikan anggota tubuh secara tepat agar sendi dan otot di setiap area tidak stres.
  4. Gunakan alat bantu yang memudahkan aktivitas sehari-hari, seperti troli, katrol, dll.
  5. Beristirahatlah kapanpun Anda merasa memerlukannya, jangan memaksakan diri.
  6. Jangan biarkan sendi yang kena rematik berada di posisi yang itu-itu saja dalam jangka waktu lama.
  7. Saat bekerja, pastikan untuk mengambil break/ istirahat sebentar setiap jamnya.
  8. Kalau tubuh tergolong overweight atau obesitas, maka lakukan diet agar gejala rematik berkurang.
  9. Adopsi pola makan sehat yang kaya vitamin D, C, zat besi, kalsium, potasium, magnesium, dan asam omega-3.
  10. Berhentilah merokok untuk mengurangi risiko rematik dan segala macam komplikasinya.
  11. Berhenti minum alkohol karena itu bisa memperparah gejala rematik.
  12. Tetaplah berpikir positif karena itu bisa membuat otak tak gampang menengarai rasa sakit.
  13. Sering-seringlah tertawa karena selain sehat, tertawa juga bisa mendongkrak sistem imun dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengatasi rasa sakit.
  14. Konsumsilah ceri setiap hari, mau yang kalengan, segar, atau beku juga boleh.
  15. Mandilah air hangat selama 10-15 menit sebelum tidur agar istirahat malam bisa lebih nyenyak.
  16. Minumlah 2-3 cangkir teh hijau setiap hari.
  17. Teknik relaksasi seperti tarik nafas dalam, relaksasi otot, hipnosis, atau lainnya juga bisa dicoba untuk mengontrol rasa sakit.
  18. Anda juga bisa mencoba teknik akupuntur untuk mengurangi rasa sakit dan membantu tubuh agar lebih rileks.

Jadi itulah tadi beberapa obat herbal rematik yang bisa Anda coba di rumah. Semoga lekas sembuh!

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer