herbesser

Herbesser obat apa?

Herbesser adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi, angina (nyeri dada/angin duduk). Obat ini merupakan jenis obat penghambat kanal kalsium atau antagonis Ca. Kemampuannya melebarkan pembuluh darah membuat aliran darah jadi lebih lancar sehingga mengurangi tekanan darah dan meringankan kerja jantung.

Herbesser diproduksi oleh PT. Tanabe Indonesia dan termasuk dalam jenis obat keras yang konsumsinya harus dengan resep dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kemungkinan interaksi Herbesser dengan obat lain serta informasi keamanan untuk ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Herbesser

Jenis obatAntagonis kalsium, anti-angina
KandunganDiltiazem
KegunaanMengatasi hipertensi ringan dan sedang, angina pektoris dan prinzmetal angina
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan lansia
KehamilanKategori C
SediaanHerbesser tablet,  kapsul dan cairan injeksi

Mekanisme Kerja

Cara kerja Herbesser dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa diltiazem. Diltiazem merupakan senyawa obat turunan dari benzothiazepine yang merupakan jenis penghambat kanal kalsium dengan kemampuan vasodilatasi.

Diltiazem bekerja dengan menghambat influx atau masuknya kalsium selular ekstra untuk melintasi otot polos jantung dan pembuluh darah. Cara ini dilakukan dengan mendeformasi kanal, menghambat mekanisme kontrol ion, atau dengan melepaskan kalsium dari retikulum sarkoplasma.

Akibatnya, penurunan jumlah kalsium akan menghambat kontraksi otot polos miokard dan menyebabkan pelebaran arteri koroner dan sistemik. Dengan begitu terjadi peningkatan pengiriman oksigen ke jaringan miokard, menurunnya resistensi perifer total, serta menurunkan tekanan darah sistemik.

Indikasi atau Kegunaan Herbesser

Herbesser digunakan untuk mengatasi kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi (jenis sedang dan ringan), mengatasi angina pektoris kronis yang masih stabil serta angina jenis Prinzmetal.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh diberikan atau kontraindikasi Herbesser:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Tidak diberikan pada penderita gagal jantung kongestif karena dapat menyebabkan memburuknya kondisi.
  • Pasien yang mengalami stenosis aorta (penyempitan pada saluran ventrikel kiri jantung), syok kardiogenis (kondisi mendadak yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen),

Dosis Herbesser dan Cara Penggunaan

Herbesser tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dan kekuatan dosis seperti berikut:

  • Herbesser tablet: 30 mg dan 60 mg per tablet.
  • Herbesser CD: 100 mg dan 200 mg per kapsul.
  • Herbesser SR: 90 mg dan 180 mg per kapsul.
  • Herbesser cairan injeksi: 10 mg dan 50 mg per vial.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Herbesser untuk mengatasi hipertensi

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 100-200 mg per hari. Dalam sediaan kapsul CD 100-200 mg per hari.

Dosis Herbesser untuk mengatasi angina pektoris atau varian

  • Dosis dewasa: dalam bentuk tablet 100 mg pada penggunaan awal dan dapat ditingkatkan hingga 200 mg per hari jika diperlukan.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Herbesser pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Herbesser

Efek samping ringan Herbesser umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping obat Herbesser yang ringan meliputi:

  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Mengantuk.
  • Mual.
  • Rasa panas dan kemerahan di wajah.
  • Palpitasi, bradikardia, AV blok, jantung berdebar dan edema perifer.

Sementara efek samping lainnya yang lebih jarang muncul namun dapat berakibat lebih buruk diantaranya:

  • Kelainan pada darah.
  • Impotensi.
  • Takikardia.
  • Ruam kulit.
  • Fotosensitif.

Efek Overdosis Herbesser

Penggunaan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama tanpa resep dan pengawasan dokter dapat menyebabkan efek overdosis dari obat Herbesser. Kemungkinan gejalanya dapat berupa gagal jantung, hipotensi, bradikardia, dan derajat AV blok tinggi. Jika hal itu terjadi, segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat yang memiliki peralatan memadai untuk mengatasi masalah pada jantung.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini.
  • Penyesuaian mungkin diperlukan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Hindari menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan dokter karena penyakit seperti angina dapat memburuk secara cepat sejak awal pemakaian atau peningkatan dosis secara tidak tepat.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal, AV blok derajat satu, gagal jantung kongestif, perpanjangan interval PR, dan penderita lanjut usia.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat ini secara tiba-tiba karena dapat meningkatkan kejadian nyeri dada. Penghentian bertahap perlu dilakukan dengan pengawasan dokter.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk. Karena itu hindari berkendara atau menggunakan peralatan berat yang menuntut konsentrasi tinggi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Herbesser untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Herbesser berupa diltiazem digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut TGA (BPOMnya Australia). Hal itu berarti studi bahan aktif obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan pada ibu hamil sebaiknya dihindari atau hanya jika sangat dibutuhkan saja dan harus dengan pengawasan dokter.
  • Obat ini diketahui dapat dengan mudah masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui. Meskipun efek pada bayi yang menyusu belum diketahui namun disarankan untuk tidak menggunakan obat ini jika tidak mendesak.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Herbesser, diantaranya yaitu:

  • Simvastatin. Meningkatkan risiko terjadinya miopati.
  • Rifampisin. Mempercepat metabolisme diltiazem.
  • Nifedipin. Konsentrasi kedua obat dapat meningkat.
  • Teofilin, takrolimus, sirolimus, buspiron, midazolam, karbamezepin, imipramin, ivadrabin, dan digoksin. Dapat meningkat konsentrasi obat dalam plasma darah.