Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang terjadi pada tempat tertentu, misalnya di rumah sakit. Saat ini penggunaan istilah infeksi nosokomial digunakan untuk infeksi yang berhubungan dengan perawatan medis atau yang didapatkan saat dirawat di rumah sakit. Berdasarkan definisi ini berarti infeksi harusnya tidak ada sebelum seseorang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Salah satu tempat di rumah sakit yang biasa terjadi infeksi nosokomial adalah ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU), dimana pada tempat ini dokter mengobati penyakit berat. Karena masalah medis semakin lama semakin kompleks dan juga adanya peningkatan resistensi antibiotik, maka kasus infeksi nosokomial menjadi bertambah. Kabar baiknya adalah infeksi ini bisa dicegah dengan serangkaian perawatan kesehatan.

infeksi nosokomial

Tanda dan Gejala Infeksi Nosokomial

Apa saja gejala infeksi nosokomial? Jika infeksi didapatkan di rumah sakit, maka harus terjadi:

  • Sampai 48 jam sesudah masuk rumah sakit.
  • Sampai 3 hari sesudah keluar dari rumah sakit.
  • Sampai 30 hari sesudah operasi.
  • Pasien masuk rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk dirawat karena penyakit tertentu dan infeksi yang kemudian terjadi.

Gejala infeksi nosokomial dibagi menjadi beberapa tipe. Tipe tersering adalah:

Gejala dari infeksi – infeksi nosokomial ini meliputi:

  • Keluarnya discharge (cairan) dari luka.
  • Demam.
  • Batuk, napas pendek.
  • Rasa terbakar saat kencing atau sulit kencing.
  • Sakit kepala.
  • Mual, muntah dan diare.

Seseorang yang muncul gejala baru selama ia dirawat di rumah sakit juga bisa merasakan nyeri dan iritasi di tempat infeksi. Banyak pasien yang mengalami gejala – gejala baru yang bisa dilihat.

Penyebab Infeksi Nosokomial

Bakteri, jamur dan virus bisa menyebabkan infeksi nosokomial. Bakteri sendiri bisa menyebabkan sekitar 90 persen dari kasus infeksi nosokomial. Banyak orang yang mengalami penurunan sistem imun selama dirawat di rumah sakit, sehingga mereka lebih mudah mengalami infeksi. Beberapa bakteri tersering yang menyebabkan infeksi nosokomial adalah:

  • Bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan infeksi pada darah (bakteriemia).
  • Escherecia coli penyebab infeksi saluran kemih.
  • Enterococcus penyebab bakteriemia, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada luka.
  • Pseudomonas aeroginosa penyebab infeksi ginjal, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran napas.

Pada infeksi nosokomial, P. aeruginosa menyebabkan sekitar 11 persen infeksi dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi.

Bakteri, jamur dan virus bisa menyebar dengan cara kontak dari orang ke orang yakni melalui tangan yang tak bersih, alat medis seperti kateter, alat bantu napas, dan peralatan lainnya di rumah sakit. Kasus ini juga meningkat ketika terjadi penyalahgunaan dan pemakaian antibiotik yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan bakteri resisten terhadap berbagai macam bakteri.

Mereka lebih beresiko…

Seseorang yang menggunakan fasilitas kesehatan di rumah sakit ada yang lebih berisiko mengalami infeksi nosokomial. Hal ini tergantung pada kondisi di bawah ini:

  • Teman sekamar di rumah sakit.
  • Usia, khususnya jika lebih dari 70 tahun.
  • Berapa lama penggunaan antibiotik.
  • Penggunaan kateter urin.
  • Tinggal di ICU dalam jangka lama.
  • Pasien koma.
  • Pasien syok.
  • Trauma.
  • Sistem imun yang menurun.

Penegakan Diagnosis

Banyak dokter bisa mendiagnosis infeksi nosokomial dengan melihat gejala. Peradangan (inflamasi) dan atau ruam pada tempat infeksi juga menjadi indikasi. Infeksi yang timbul sebelum pasien dirawat di rumah sakit yang menjadi komplikasi tidak dianggap sebagai infeksi nosokomial. Namun pasien harus memberitahukan ke dokter jika ada gejala baru yang muncul selama ia dirawat.

Pasien juga perlu diperiksa darah dan urinnya untuk mengidentifikasi infeksi.

Pengobatan Infeksi Nosokomial

pengobatan infeksi

Pengobatan infeksi tergantung dari tipe infeksinya. Dokter akan merekomendasikan pemberian antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri dan bed rest. Selain itu juga perlu dilakukan pelepasan benda asing seperti kateter segera setelah mendapat pengobtan yang tepat. Agar pasien pulih total dan untuk mencegah dehidrasi, dokter akan menyarankan diet yang sehat, pemberian cairan dalam jumlah cukup dan juga istirahat.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangatlah penting. Banyak pasien yang bisa pulih total dengan pengobatan namun biasanya pasien dengan infeksi nosokomial perlu dirawat di rumah sakit 2,5 kali lebih lama.

Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kematian. Diperkirakan sekitar 2 juta orang mengalami infeksi nosokomial dan sekitar 100.000 orang mengalami kematian akibat infeksi ini.

Pencegahan

Rumah sakit dan staf pelayanan kesehatan harus merekomendasikan guidelines atau petunjuk untuk sterilisasi dan desinfeksi terhadap segala peralatan rumah sakit yang bertanggung jawab sebagai media penyebaran infeksi.  Langkah pencegahan bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi nosokomial sekitar 70 persen atau lebih. Namun tetap saja tidak bisa menghilangkan sampai 100 persen.

Beberapa pengukuran umum untuk mengontrol infeksi nosokomial meliputi:

  • Skrining ICU untuk melihat apakah pasien dengan infeksi nosokomial perlu diisolasi atau tidak.
  • Mengidentifikasi tipe isolasi yang dibutuhkan, yang bisa membantu melindungi pasien lainnya atau mengurangi risiko terjadinya infeksi.
  • Observasi kebersihan tangan, meliputi cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien di rumah sakit.
  • Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai seperti kacamata, gaun dan pelindung wajah.
  • Membersihkan lingkungan rumah sakit.
  • Memastikan ventilasi rumah sakit baik.

Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, rumah sakit bisa:

  • Melakukan teknik insersi aseptik untuk meminimalisir infeksi.
  • Menggunakan kateter hanya jika benar – benar dibutuhkan dan segera melepasnya ketika sudah tidak dibutuhkan lagi.
  • Mengganti kateter atau kantong urinnya ketika diindikasikan secara medis.
  • Memastikan kateter urin aman.
  • Memastikan sistem drainase sudah benar tertutup.