Irgapan obat apa?

Irgapan adalah obat untuk mengatasi nyeri dan pembengkakan akibat penyakit artritis reumatoid, artritis gout dan spondilitis ankilosis jika terapi lain sudah tidak memberikan efek. Obat ini umumnya hanya digunakan untuk mengatasi kondisi penyakit yang akut saja karena efek toksisitasnya yang cukup berbahaya.

Obat yang diproduksi oleh Dexa Medica ini merupakan jenis obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dari dokter. Untuk keamanan penggunaan obat ini ketahui lebih lanjut tentang dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, cara pakai dan efeknya pada ibu hamil pada ulasan berikut ini.

Ikhtisar Obat Irgapan

Jenis obatAnti inflamasi non steroid
KandunganPhenylbutazone
KegunaanMeredakan rasa sakit dan peradangan akibat artritis reumatoid aktif, arthritis gout akut, osteoarthritis akut dan spondilitis ankilosis
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori D untuk trimester 3 dan Kategori C untuk trimester 1 dan 2
SediaanIrgapan tablet 100 mg dan 200 mg

irgapan phenylbutazone obat asam urat

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Irgapan dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa Phenylbutazone. Senyawa ini merupakan senyawa obat anti inflamasi non steroid yang memiliki kemampuan anti inflamasi (peradangan), anti piretik (penurun panas) dan analgesik (pereda nyeri). Phenylbutazone merupakan senyawa sintetis yang merupakan turunan dari pirazolon yang merupakan obat anti inflamasi non hormonal.

Sifat analgesik obat ini didapat dari kemampuannya mengurangi produksi prsotaglandin H dan prostasiklin. Kedua senyawa ini tersebar di berbagai sel, termasuk sel otot polos pembuluh darah yang menyebabkan pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, pada sel-sel trombosit serta saraf yang menyebabkan munculnya rasa sakit. Dengan berkurangnya dua senyawa ini diharapkan rasa sakit dan peradangan dapat ditekan.

Indikasi atau Kegunaan Irgapan

Irgapan digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan di tulang belakang pada penderita spondilitis ankilosis jika terapi lain sudah tidak mampu mengatasi nyeri. Obat ini juga umumnya digunakan untuk artritis reumathoid aktif ataupun artritis gout akut serta membantu meredakan nyeri pada penderita osteoartritis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  • Penderita penyakit kardiovaskular, ginjal, hati dan gangguan paru.
  • Wanita hamil.
  • Memiliki riwayat tukak lambung, hemoragia saluran cerna serta inflamatori bowel disease (IBD).
  • Penderita penyakit kelainan darah, porfiria, sindrom sjorgen dan penyakit tiroid.
  • Anak-anak dibawah 14 tahun.
  • Penderita asma, angiodema, urtikaria dan rinitis yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non steroid.

Dosis Irgapan dan Cara Penggunaan

Iragan tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan kekuatan dosis 100 mg dan 200 mg Phenylbutazone per tabletnya.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Iragapan untuk mengatasi spondilitis ankilosis, artritis reumathoid aktif dan osteoartritis

  • Dosis dewasa: 300 – 600 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis. Dalam waktu 1-3 hari dosis dapat diturunkan menjadi 200 – 300 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis. Maksimal penggunaan hingga 1 minggu, jika tidak ada respon positif maka sebaiknya penggunaan dihentikan.

Dosis Irgapan untuk mengatasi artritis gout akut

  • Dosis dewasa: 600 – 800 mg per hari dibagi dalam 2 – 3 dosis selama 1 – 3 hari. Selanjutnya turunkan dosisnya menjadi 300 – 400 mg per hari di bagi dalam beberapa dosis. Penggunaan obat tidak boleh lebih dari 7 hari. Jika tidak ada perubahan lebih baik hentikan penggunaan obat dan konsultasikan lagi dengan dokter Anda.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makanan dan susu. Cukupi kebutuhan air setelah mengonsumsi obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Irgapan pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Irgapan

Sepertihalnya obat anti inflamasi non steroid lainnya Irgapan umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Kelahan
  • Nyeri epigastrik
  • Diare
  • Gangguan lambung
  • Penglihatan kabur
  • Vertigo
  • Tukak lambung dan pendarahan
  • Reaksi alergi pada kulit

Jika efek samping ini muncul dan semakin parah sebaiknya segera hentikan penggunaan obat lalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Efek Overdosis Irgapan

Penggunaan obat ini melebihi dosis yang diresepkan oleh dokter dapat memicu munculnya efek overdosis. Jika terjadi nyeri perut parah, ataksia, nyeri dada, pendarahan gastrointestinal, kejang hingga koma segeralah minta bantuan unit kesehatan terdekat atau hubungi unit kegawatdaruratan medis agar mendapatkan pertolongan terbaik.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat NSAID lainnya seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi kardiovaskular.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari berkendara atau menggunakan alat berat yang menuntut konsentrasi tinggi saat mengonsumsi obat ini.
  • Perhatian lebih perlu dilakukan pada pengobatan lansia berumur lebih dari 60 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Irgapan untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan phenylbutazone pada Irgapan digolongkan dalam kateogri C untuk ibu hamil trimester 1 dan 2 serta menjadi kategori D untuk ibu hamil trimester ke 3.
    • Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
    • Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Bahan aktif Irgapan diketahui dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui dan dapat berakibat buruk pada kesehatan bayi. Oleh karena itu sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini selama masa menyusui. Jikapun sangat diperlukan sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Irgapan diantaranya:

  • Obat phenytoin dan warfarin akan terreduksi metabolismenya jika digunakan bersamaan dengan obat ini sehingga dapat menurunkan efektifitas phenytoin dan warfarin.
  • Obat methotrexat akan terpengaruh ekskresinya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat ini.