Kaditic obat apa?

Kaditic adalah obat dengan kandungan kalium diklofenak untuk meredakan peradangan dan nyeri ringan hingga sedang. Beberapa kondisi seperti rasa sakit yang timbul pasca trauma, peradangan, nyeri pasca operasi, arthritis rheumatoid, sakit gigi, migrain akut dan dismenore dapat diatasi dengan obat ini. Namun penggunaannya hanya untuk jangka pendek dan biasanya dihentikan jika nyeri atau inflamasi sudah mereda.

Kemampuan analgetik dan antipiretik dari obat Kaditic ini juga kerap digunakan untuk mengatasi rasa sakit serta inflamasi berat akibat infeksi pada THT. Berdasarkan kandungan bahan utamanya yaitu kalium diclofenac yang lebih mudah diserap tubuh dibanding natrium diclofenac membuat Kaditik lebih utama digunakan untuk mengatasi nyeri dibanding untuk mengatasi inflamasi, meskipun kedua kondisi ini bisa diatasi sekaligus oleh obat ini.

Ikhtisar Obat Kaditic

Jenis obatObat anti-inflamasi non steroid (OAINS)
KandunganKalium Diclofenac / Diclofenac potassium
KegunaanMeredakan nyeri dan peradangan ringan hingga sedang
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak > 14 tahun
KehamilanKategori C
SediaanKaditic tablet 50 mg
kaditic

Kemasan Kaditic Tablet

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja Kaditic dapat diketahui dari cara kerja komponen utamanya yaitu kalium diclofenac. Senyawa ini memiliki sifat analgesik atau pereda nyeri dari kemampuannya menghambat migrasi leukosit dan enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) sehingga terjadi penghambatan sintesis prostaglandin.

Senyawa prostaglandin inilah yang bertugas menimbulkan rasa sakit, demam, dan peradangan jika tubuh mengalami luka atau mengalami infeksi. Dengan menghambat sintesisnya, prostaglandin yang beredar akan berkurang dan tentunya akan menurunkan efek rasa sakit dan peradangan.

Sifat antipiretiknya juga diyakini diperoleh dari kemampuannya mempengaruhi senyawa kimia di hipotalamus yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah pada area yang meradang.

Diclofenac biasanya diresepkan dalam bentuk garam, yaitu natrium diclofenac dan kalium diclofenac. Kalium diclofenac diketahui lebih mudah diserap tubuh sehingga lebih cepat meredakan nyeri, sedangkan natrium diclofenac lebih lama diserap tubuh sehingga lebih cocok digunakan untuk meredakan peradangan.

Indikasi atau Kegunaan Kaditic

Berdasarkan mekanisme kerja bahan aktifnya, Kaditic dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi yang berhubungan dengan rasa sakit dan peradangan berikut ini:

  • Meredakan nyeri pasca trauma.
  • Meredakan nyeri pasca operasi.
  • Meredakan nyeri akibat sakit gigi.
  • Meredakan nyeri dismenore.
  • Meredakan migrain.
  • Meredakan nyeri akibat osteoarthritis.
  • Meredakan nyeri akibat artritis rheumathoid.
  • Meredakan peradangan pasca trauma atau operasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan Kaditic (kalium diclofenac) atau terhadap obat dari jenis anti-inflamasi non steroid lainnya seperti, aspirin atau ibuprofen.
  • Sedang mengalami tukak lambung atau mengalami perdarahan saluran cerna (gastrointestinal).
  • Sedang merencanakan untuk melakukan operasi baypass jantung. Penggunaan obat ini sebelum operasi dapat meningkatkan risiko kejadian infark miokard dan stroke.

Dosis Kaditic dan Cara Penggunaan

Kaditic tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis 50 mg.

Kaditic 50 mg tablet

Kemasan Kaditic 50 mg tablet

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Kaditic untuk nyeri dan inflamasi umum

  • Dosis dewasa: 100-150 mg per hari, dibagi dalam beberapa dosis. Maksimum penggunaan per hari 150 mg.
  • Dosis anak-anak umur > 14 tahun: 75-100 mg/hari, dibagi dalam beberapa dosis.

Dosis Kaditic untuk migrain akut

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 50 mg diberikan saat serangan pertama migrain muncul, dosis tambahan dapat diberikan setelah 2 jam jika gejalanya belum hilang. Penambahan dosis 50 mg bisa diberikan 4-6 jam sekali jika diperlukan. Maksimum penggunaan per hari 200 mg.

Dosis Kaditic untuk dismenore

  • Dosis dewasa: 50 mg 3 kali sehari. Alternatif lainnya 100 mg di awal kemudian diikuti 50 mg.

Dosis Kaditic untuk osteoartrithis

  • Dosis dewasa: 100-150 mg per hari, dibagi dalam 2-3 dosis.

Dosis Kaditic untuk arthritis reumathoid

  • Dosis dewasa: 150-200 mg per hari, dibagi dalam 3-4 dosis.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau berbarengan dengan makanan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Untuk mengurangi efek sampingnya sebaiknya gunakan obat ini dalam dosis terendah dan segera berhenti setelah gejala hilang dan hindari konsumsi obat jenis OAINS bersamaan.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Kaditic pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Kaditic

Seperti halnya obat-obatan lainnya yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan, Kaditic juga demikian. Beberapa efek samping mungkin muncul selama atau setelah pengobatan. Beberapa efek samping ringan biasanya dapat hilang dengan sendirinya, namun efek samping yang lebih berat biasanya perlu penanganan medis untuk menyembuhkannya. Efek samping ini juga mungkin akan berbeda pada masing-masing orang tergantung kondisi kesehatannya.

Berikut adalah beberapa efek samping ringan dari Kaditic:

  • Gangguan pada saluran pencernaan. Itulah mengapa obat ini harus dikonsumsi setelah makan, tujuannya untuk mengurangi efek sampingnya pada saluran pencernaan.
  • Mengantuk.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Diare.
  • Reaksi kulit.
  • Retensi cairan tubuh.
  • Peningkatan tekanan darah.

Untuk efek samping yang lebih jarang namun lebih berbahaya berikut ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk pencegahan dan penanganannya jika terjadi.

  • Gagal ginjal akut.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Anemia sekunder.
  • Reaksi anafilaktik.
  • Meningkatkan kejadian kerdiovaskular (infark miokard dan stroke).

Efek Overdosis Kaditic

Penggunaan dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan overdosis. Beberapa kondisi seperti lesu, mual, muntah, nyeri ulu hati, pendarahan saluran cerna, gagal ginjal akut, depresi, reaksi anfilaktik dan koma bisa menjadi gejala overdosis. Jika hal ini terjadi segera hubungi kegawatdaruratan medis agar mendapatkan pertolongan tepat sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi berupa bengkak pada wajah, bibir, mata lidah atau kerongkongan saat mengonsumsi obat kaditic ini atau obat jenis OAINS lainnya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan jantung, penurunan fungsi hati dan ginjal. Hal itu karena obat ini diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan bersifat hepatotoksisitas atau dapat meracuni hati serta dapat meracuni ginjal pada penggunaan dosis besar dan jangka waktu yang lama.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan riwayat tukak lambung atau perdarahan saluran cerna.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang menuntun konsentrasi tinggi.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada lansia dan anak-anak dibawah 14 tahun. Pengawasan perlu dilakukan agar efek samping seperti perdarahan saluran cerna dan kejadian kardiovaskular pada lansia dapat diketahui sesegera mungkin dan kemudian dilakukan perawatan segera.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Kaditic untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kaditic digolongkan dalam kategori C untuk obat ibu hamil. Hal ini berarti studi pemberian kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda jika ingin mengonsumsi obat ini saat hamil terutama untuk semester akhir kehamilan.
  • Bahan aktif Kaditic yaitu kalium diclofenac diketahui dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui sehingga dapat keluar bersama air susu dan dikonsumsi oleh bayi. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Kaditic, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
  • Penggunaan bersamaan dengan methotrexat dapat menyebabkan naiknya konsentrasi methotrexat di tubuh.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat dari jenis OAINS dan antikoagulan dapat meningkatkan risiko pendarahan saluran cerna.
  • Penggunaan obat ini dengan siklosporin dan triamterene dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas (kerusakan pada ginjal).
  • Kolestiramin dan kolestipol dapat menurunkan bioavailability dari Kaditic.
  • Pemberian setelah penggunaan obat sucralfate dapat menurunkan konsentrasi dan efektifitas obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan dixogin atau lithium dapat meningkatkan konsentrasi kedua obat ini di tubuh.