Kalpanax obat apa?

Kalpanax adalah obat untuk mengobati kulit yang terinfeksi jamur seperti pada penyakit panu, kurap dan kutu air. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan cair. Meskipun kandungan bahan aktif keduanya berbeda namun cara kerja utamanya adalah membasmi tumbuh kembang jamur di kulit sehingga dapat mengobati penyakit-penyakit tadi.

Obat yang diproduksi oleh PT. Kalbe Farma ini merupakan obat bebas yang dapat dibeli dengan tanpa resep dokter di apotik-apotik. Meskipun tergolong obat bebas, penggunaan Kalpanax tetap harus memperhatikan instruksi yang tertera di kemasannya. Sebagai tambahan berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, interaksinya dengan obat lain serta keamanannya jika digunakan oleh ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Kalpanax

Jenis obatAntijamur topikal, antiparasit
KandunganKalpanax K : miconazole nitrat, kalpanax cair: salicylic acid, benzoic acid, povidone iodine
KegunaanMengobati berbagai penyakit kulit akibat jamur seperti panu, kurap dan kutu air
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanAman
SediaanKalpanax cream, Kalpanax cair

kalpanax krim dan kalpanax cair

Mekanisme Kerja

Cara kerja Kalpanax dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Kalpanax Krim
    • Miconazole nitrat, merupakan senyawa antijamur dari jenis imidazole yang kerap digunakan untuk obat topikal. Senyawa ini bekerja dengan dengan menghambat pembentukan substansi penting untuk pertumbuhan jamur. Obat ini tidak efektif untuk bakteri dan virus.
  • Kalpanax cair
    • Salicylic acid, merupakan senyawa dengan kemampuan anti-inflamasi dan alagesik. Asam salisilat dapat menghambat secara langsung maupun reversibal terhadap enzim siklookisgenase (COX-1 dan COX-2) untuk menurunkan prostaglandin yang menyebabkan peradangan. Obat ini juga menyebabkan sel-sel kulit mengelupas lebih mudah sehingga membantu pertumbuhan sel kulit baru.
    • Benzoic acid, merupakan senyawa dengan kemampuan fungistatik (dapat menghambat pertumbuhan jamur) yang sering digunakan dalam industri obat bahkan makanan.
    • Povidone iodine, merupakan antiseptik spektrum luas yang kerap digunakan untuk mencegah infeksi luka di kulit.

Indikasi atau Kegunaan Kalpanax

Kalpanax baik krim maupun cair digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit seperti panu (pytriasis versicolor), kurap di leher atau badan (tinea corpris), kurap diselangkangan (tinea cruris), serta kutu air di sela jari kaki (tinea pedis).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergit terhadap bahan aktif obat ini tidak boleh menggunakannya.

Dosis Kalpanax dan Cara Penggunaan

Kalpanax tersedia dalam bentuk sediaan krim dan cair dengan kekuatan dosis sebagai berikut:

  • Sediaan cream: mengandung miconazol nitrat 2 %.
  • Sediaan cair: mengandung salicylic acid 4 %, benzoic acid 4 %, povidone iodine 0,5%.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau dosis yang tertera pada kemasan obat. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Kalpanax untuk mengatasi panu, kurap, kutu air

  • Dosis dewasa: oleskan secara merata di area kulit yang terinfeksi jamur 2 – 3 kali sehari.
  • Dosis anak umur lebih dari 12 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk pemakaian luar dan hindari area mukosa seperti kelopak mata mulut dan hidung.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari. Bisa juga digunakan setiap setelah mandi.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis obat ini pada jadwal pemakaian berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Kalpanax

Kalpanax umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa terbakar di kulit.
  • Kulit kemarahan.
  • Kulit mengelupas.

Umumnya efek samping ini ringan dan hilang dengan sendirinya, namun jika gejala ini bertahan dan intens sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Efek Overdosis Kalpanax

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan kalpanax. Namun sepertihalnya obat lainnya penggunaan berlebihan dalam jangka waktu yang lama mungkin menyebabkan efek overdosis. Gejala yang mungkin timbul adalah kulit kemerahan, mengelupas, timbul iritasi bahkan hingga muncul dermatitis kontak. Jika hal ini terjadi konsultasikan kondisi ini dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan bahan aktif dari obat ini baik itu yang cream maupun yang cair.
  • Hentikan penggunaan jika muncul reaksi alergi seperti muncul ruam di bagian kulit lain atau terjadi pembengkakan di area wajah.
  • Pada penggunaan asam salisilat di kulit disarankan menggunakan sunblock jika akan berada di luar ruangan.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Kalpanax untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum ada laporan yang menunjukkan bahaya penggunaan obat ini pada ibu hamil. Selain itu obat ini juga hanya digunakan untuk penggunaan luar, sehingga dampak sistemik bahan aktifnya tidak besar. Kecuali jika diberikan pada area kulit yang luas maka kemungkinan efek sistemik bahan aktifnya semakin tinggi. Konsultasikan dengan dokter Anda jika akan menggunakan obat ini pada area kulit yang luas.
  • Belum ada data yang menunjukkan apakah bahan aktif obat ini dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui sehingga penggunaannya masih dianggap aman untuk ibu menyusui asalkan digunakan sesuai anjuran.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Kalpanax, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat warfarin, dicomarol dan anisindon dapat meningkatkan risiko pendarahan terutama jika digunakan pada area kulit yang luas sehingga berdampak sistemik ke tubuh.