Risiko Bahaya dari Ekstensi Bulu Mata yang Perlu Diwaspadai

bahaya ekstensi bulu mata palsu

Geliat industri kecantikan semakin berkembang pesat. Berbagai inovasi produk dan perawatan yang tersedia pun kian dapat memanjakan kaum Hawa yang ingin selalu tampil eksis nan modis. Eyelash extensions atau sambung bulu mata contohnya.

Dengannya, kerepotan memakai maskara atau bulu mata palsu dapat mulai terlupakan. Meski menjanjikan hasil yang begitu menawan, namun ada beberapa risiko bahaya yang mungkin dapat ditimbulkannya. Apa saja risiko bahaya dari ekstensi bulu mata? Berikut uraiannya.

Sekilas tentang ekstensi bulu mata

Ekstensi bulu mata adalah inovasi kecantikan terkini yang dilakukan dengan cara merekatkan satu persatu bulu mata sintetis ke batang bulu mata asli guna memperoleh tampilan bulu mata yang lebat dan lentik. Lama pemasangannya berkisar antara 2 hingga 3 jam.

Bahan bulu matanya sendiri dapat dipilih sesuai keinginan. Ada poliester sintetis atau yang alami seperti bulu binatang atau serat sutera. Tiap-tiap jenisnya menawarkan kesan yang berbeda setelah dipakai, seperti membuat mata nampak lebih besar atau memberi tatapan mata yang menggoda.

Hasil dari ekstensi bulu mata ini tidak bersifat permanen, karena akan tergerus oleh siklus pertumbuhan alami bulu mata asli. Biasanya hanya dapat bertahan selama sekitar 4 – 6 minggu. Karena itu, disarankan untuk melakukan touch-up tiap 2 atau 3 minggu sekali, agar tampilan bulu mata yang lebat dan lentik dapat terus dipertahankan.

Lantas, adakah risiko bahaya dari ekstensi bulu mata ini?

Permasalahan dibalik ekstensi bulu mata ini berasal dari penggunaan lem/perekat maupun remover yang digunakan. Dimana didalamnya terkandung beberapa bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi, misalnya seperti formaldehida, asam benzoat, propilen glikol geraniol, sianoakrilat dan beberapa bahan lainnya.

Pada beberapa orang, bahan-bahan kimia tersebut dapat memicu timbulnya iritasi seperti mata merah, terasa gatal atau perih, pembengkakan pada area kelopak mata hingga peradangan yang cukup parah. Dalam beberapa kasus, dapat pula terjadi kerontokan bulu mata yang asli. Namun biasanya hal ini terjadi lantaran terlalu sering mengucek-gucek mata, ketegangan pada bulu mata asli atau kurang pandai dalam melakukan perawatan.

Bagaimana cara mengatasi reaksi alergi yang ada?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi beragam keluhan yang mungkin terjadi. Beberapa diantaranya seperti penerapan kompres dingin, konsumsi antihistamin oral dan pemberian tetes mata atau krim hidrokortison topikal 1%. Jika gejalanya bertambah parah atau berlangsung selama lebih dari 3 hari, maka segera periksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan

Disarankan untuk tidak melakukan ekstensi bulu mata jika memiliki satu atau beberapa kondisi medis sebagai berikut:

  • Sedang menjalani kemoterapi atau radiasi.
  • Menderita trikotilomania, yakni gangguan mental yang ditandai dengan perilaku berulang untuk terus mencabuti atau menarik rambut dari kulit kepala, alis mata atau area lain di tubuh.
  • Memiliki kulit yang teritasi atau rusak di kelopak mata.
  • Menderita alopecia areata atau kebotakan rambut yang disebabkan oleh sistem imun.
  • Alergi terhadap lateks.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap penggunaan produk kosmetik.

Tak dapat di tampik, bahwa penggunaan ekstensi bulu mata memang dapat menjanjikan tampilan bulu mata yang lentik nan memukau. Kepercayaan diri pun seketika melesat tajam ke puncak tertinggi. Namun demikian, tetap saja ada kemungkinan risiko bahaya yang perlu dipertimbangkan. Setelah pemasangan pun, penggunanya dituntut untuk rajin dan pandai dalam melakukan perawatan

Namun bila benar-benar berniat, maka untuk keamanan, lakukan ekstensi bulu mata hanya pada ahli estetika yang telah berpengalaman dan bersertifikat. Lakukan uji tempel terlebih dahulu dari perekat atau lem yang akan digunakan pada bagian belakang telinga di antara rahang. Bila dalam waktu 5 menit tak ada reaksi gatal atau kemerahan, maka dapat melanjutkan pada prosedur selanjutnya.

Sebaliknya, urungkan niat, bila saja terdapat reaksi alergi dari uji tempel yang dilakukan. Mungkin cara konvensional melalui penggunaan maskara atau bulu mata palsu lebih tepat untuk diterapkan.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT