Ketomed obat apa?

Ketomed adalah obat antijamur yang digunakan pada permukaan kulit terutama untuk kulit kepala. Obat ini digunakan seperti sampo yang dipakai pada kulit kepala yang terinfeksi jamur. Kandungan bahan aktifnya yang berupa ketoconazole merupakan antijamur spektrum luas dari kelas imedazole yang ampuh membasmi jamur.

Obat yang diproduksi oleh PT. Surya Dermato Medica Laboratories ini merupakan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi dan keamanannya jika digunakan oleh ibu hamil dan menyusui pada ulasan berikut.

Ikhtisar Obat Ketomed

Jenis obatAntijamur
KandunganKetoconazole
KegunaanMengatasi infeksi jamur pada kulit kepala akibat dermatitis seboroik atau ketombe akibat jamur
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C
SediaanKetomed ketoconazole 2 % scalp solution

ketomed sampo anti jamur

Mekanisme Kerja

Cara kerja Ketomed dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa ketoconazole 2%. Ketoconazole merupakan senyawa antijamur dari golongan azole, yaitu imidazole sintetik. Obat ini bekerja dengan mempengaruhi enzim 14-alpha dimethylase yang merupakan enzim sitokrom P-450 yang dibutuhkan dalam proses perubahan lanosterol menjadi ergosterol.

Dengan terganggunya proses sintesis lanosterol menjadi ergosterol maka sintesis trigliserida dan fosfolipid jamur juga terhambat. Hal inilah menjadikan permeabilitas membran selnya berubah dan menyebabkan kematian jamur. Ketoconazole juga diketahui dapat menghambat kerja enzim jamur lainnya dan meningkatkan akumulasi hidrogen peroksida yang beracun bagi jamur.

Indikasi atau Kegunaan Ketomed

Ketomed digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, terutama pada kulit kepala. Beberapa penyakit yang menyebabkan infeksi jamur pada kulit kepala seperti dermatitis seboroik, pitriasis versikolor atau panu, serta ketombe akibat jamur dapat diterapi dan dicegah dengan obat ini.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Jangan gunakan obat ini pada orang dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap ketoconazole atau obat jenis imidazole lainnya.
  • Hindari penggunaan pada penderita penyakit hati parah.

Dosis Ketomed dan Cara Penggunaan

Ketomed tersedia dalam bentuk sediaan scalp solution dengan kekuatan dosis kotoconazole 2%.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Ketomed untuk mengobati dermatitis seboroik

  • Dosis dewasa: gunakan Ketomed 2% secukupnya untuk mencuci rambut seperti sampo sebanyak 2 kali seminggu dengan penggunaan hingga 2 – 4 minggu hingga gejala dirasa hilang. Untuk pencegahan gunakan 1 kali seminggu saja.

Dosis Ketomed untuk mengobati ketombe akibat jamur

  • Dosis dewasa: gunakan sebagai sampo 1 – 2 kali seminggu selama 2 – 4 minggu hingga ketombe dirasa hilang.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini seperti menggunakan sampo pada umumnya. Diamkan beberapa menit agar meresap di kepala agar hasilnya maksimal.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya dengan jarak kurang lebih sama, untuk hasil yang maksimal.

Efek Samping Ketomed

Ketomed umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Kerontokan rambut
  • Rasa terbakar di kulit kepala
  • Perubahan warna rambut
  • Iritasi pada kulit kepala

Efek Overdosis Ketomed

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan ketomed. Namun, penggunaan berlebihan secara terus menerus tanpa resep dokter mungkin menyebabkan meningkatkanya risiko efek samping seperti kerontokan rambut dan iritasi kulit kepala.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi terhadap ketoconazole atau jenis obat antijamur lainnya.
  • Hindari kontak dengan mata selama penggunaan.
  • Hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter jika terjadi reaksi alergi pada kulit.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Ketomed untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Ketomed berupa ketoconazole digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti studi kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan pada ibu hamil sebaiknya hanya jika sangat dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter.
  • Ketoconazole dalam bentuk larutan sampo yang digunakan pada kulit kepala dianggap tidak berbahaya pada ASI ibu menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Ketomed diantaranya yaitu:

  • Bahan aktif Ketomed berupa ketoconazole jika terserap ke aliran darah dapat berinteraksi dengan acetaminophen dan meningkatkan risiko efek samping acetaminophen seperti mengantuk dan pusing.
  • Ketoconazole yang terserap dalam aliran darah akan berinteraksi dengan obat atorvastatin dan meningkatkan risiko efek samping atorvastatin seperti kerusakan hati hingga rabdhomyolysis.

Daftar ini belum mencakup keseluruhan interaksi yang mungkin terjadi dengan Ketomed. Oleh karena itu konsultasikan dengan dokter jika akan menggunakan salep atau sampo untuk kulit kepala bersamaan dengan obat ini atau saat akan menggunakannya dengan obat jenis lainnya.