kista ginjal

Pengertian

Apa itu kista ginjal?

Kista ginjal adalah kantong bulat berisi cairan yang terbentuk pada permukaan atau di dalam ginjal. Kista ginjal dapat mengakibatkan gangguan serius yang dapat merusak fungsi ginjal. Meskipun begitu, ada beberapa tipe kista yang disebut simpel/ sederhana (kista non-kanker) yang jarang menyebabkan komplikasi serius.

Kista simpel merupakan tipe yang paling umum terjadi. Memiliki ciri khas dinding yang tipis dan mengandung cairan seperti air. Penyakit ini umum terjadi pada orang tua dan biasanya tidak menyebabkan gejala atau bahaya. Biasanya kista ini hanya muncul sebanyak 1 buah yang berada di permukaan ginjal, namun juga tidak menutup kemungkinan tumbuh beberapa (multipel) dan dapat mempengaruhi satu atau kedua ginjal.

Kista ginjal simpel tidak sama dengan kista yang terbentuk pada penyakit ginjal polikistik.

Berapa angka kejadian kista ginjal di Indonesia?

Angka kejadian kista ginjal di Indonesia masih belum jelas. Namun secara umum di dunia angka kista simpel pada usia di bawah 18 tahun sekitar 0,1-0,45% dengan tingkat insidensi rata – rata sebesar 0,22%. Frekuensi meningkat seiring berjalannya usia. Pada usia di bawah 40 tahun, angka kejadian kista simpel sebesar 20% dan meningkat menjadi 33% pada usia di atas 40 tahun.

Ikhtisar Penyakit Kista Ginjal

Organ terlibat ginjal
Penyebab belum diketahui
Penularan tidak menular
Gejala Biasanya tidak bergejala. Jika kista makin besar dan menimbulkan penekanan maka dapat muncul keluhan nyeri punggung, pinggang, perut bagian atas, atau dapat muncul demam jika terinfeksi.
Pengobatan Kista berukuran besar dilakukan skleroterapi atau pembedahan

Kista ginjal simpel

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala kista ginjal ?

Kista ginjal simpel biasanya tidak menyebabkan tanda atau gejala. Jika kista ginjal simpel tumbuh cukup besar, maka dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri tumpul di punggung, pinggang, atau perut bagian atas.
  • Adanya darah saat berkemih.
  • Jika kista terinfeksi, dapat menyebabkan demam, menggigil, atau tanda-tanda infeksi lainnya.
  • Gangguan fungsi ginjal (jarang).
  • Kista ginjal simpel kadang dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak jelas apa hubungan antara keduanya.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika anda mengalami gejala atau tanda kista ginjal di atas.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab kista ginjal?

Penyebab terjadinya kista ginjal masih belum diketahui. Genetik juga tampaknya bukan menjadi penyebabnya.

Siapa yang lebih berisiko terjangkit kista ginjal ?

Faktor risiko terjadinya kista ginjal antara lain:

  • Jenis kelamin. Laki-laki dikatakan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kista ginjal, meskipun pada beberapa penelitian lain dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pria dan wanita.
  • Usia. Hampir setengah dari semua orang berusia 50 tahun ke atas memiliki satu atau lebih kista simpel di ginjal. Ukuran kista juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia dan bisa berlipat ganda selama 10 tahun.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis kista ginjal?

Untuk mendiagnosis kista ginjal, pasien perlu memeriksakan diri ke dokter terutama dokter spesialis urologi. Karena kista ginjal seringnya tidak bergejala maka dokter perlu melakukan pengambilan sampel darah atau urin untuk melihat fungsi ginjal.

Dokter juga butuh melakukan salah satu tes pencitraan ini untuk membantu menegakkan diagnosis yakni:

  • Computed tomography (CT) scan untuk melihat gambar 3D ginjal.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat gambaran ginjal.
  • USG untuk melihat gambar ginjal dan menentukan apakah kista telah tumbuh menjadi lebih besar.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati kista ginjal di rumah?

Jika kista ginjal berukuran kecil maka tidak perlu mendapat pengobatan di layanan kesehatan.

Apa saja penanganan dan obat kista ginjal di layanan kesehatan?

Jika kista kecil dan tidak menimbulkan gejala atau komplikasi maka tidak perlu pengobatan. Pasien mungkin hanya butuh melakukan tes pencitraan setiap 6 hingga 12 bulan untuk memastikan kista tidak tumbuh semakin besar.

Namun jika kista berukuran besar dan menimbulkan gejala, maka perlu dilakukan tindakan antara lain berupa skleroterapi dan pembedahan.

Skleroterapi

Skleroterapi dilakukan untuk drainase (mengalirkan isi) kista. Pasien terlebih dahulu mendapat anestesi lokal agar tidak terasa sakit. Dokter akan memasukkan jarum tipis ke dalam kista melalui kulit dengan ultrasound sebagai panduan dan mengalirkan semua cairan dari dalam kista. Dokter terkadang dapat mengisi kista dengan larutan alkohol sesudahnya untuk mencegah kista tumbuh lagi. Pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah tindakan.

Operasi

Kista yang lebih besar dan mempengaruhi fungsi ginjal perlu dihilangkan dengan prosedur pembedahan. Pasien diberi anestesi umum kemudian dokter bedah akan mengangkat kista melalui operasi laparoskopi dengan membuat beberapa sayatan kecil. Dengan tindakan laparoskopi, dokter akan melakukan operasi menggunakan kamera dan instrumen kecil. Pertama – tama, dokter akan melakukan drainase kista. Kemudian dinding kista akan dipotong atau dibakar. Pasien harus tinggal di rumah sakit selama satu atau dua hari setelah pembedahan.

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi  kista ginjal yang mungkin timbul?

Biasanya kista ginjal tidak menimbulkan masalah lebih lanjut. Namun terkadang kista dapat menyebabkan beberapa komplikasi sebagai berikut:

  • Infeksi pada kista
  • Kista pecah
  • Sumbatan urin saat keluar dari ginjal
  • Tekanan darah tinggi

Pencegahan

Bagaimana mencegah kista ginjal ?

Tidak ada upaya khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kista ginjal.