Clonidine obat apa?

Clonidine adalah obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Bekerja dengan mempengaruhi zat kimia pada otak membuat obat ini dinilai efektif memperlebar pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah dan menurunkan darah tinggi.

Selain itu obat ini juga digunakan untuk mengatasi kondisi hot flush atau sensasi panas yang timbul pada wanita di masa menopouse serta sebagai pencegahan migrain. Clonidine juga digunakan untuk mengatasi dismenore berat, mengurangi tekanan intraokular pada penderita glaukoma sudut terbuka dan glaukoma hemoragik yang terkait pada kondisi hipertensi.

Penanganan gejala vasomotor yang terkait dengan menopouse serta doteoksifikasi cepat pada pecandu alkohol, opiat dan nikotin juga melibatkan penggunaan  obat ini.

Ikhtisar Obat Clonidine

Jenis obatAnti hipertensi
KategoriObat resep
Kegunaan
  • Mengatasi hipertensi atau darah tinggi
  • Mengatasi kondisi hot flush atau sensasi panas yang terjadi saat menopouse
  • Pencegahan untuk migrain
  • Mengurangi efek sakit yang parah akibat kanker
  • Terapi untuk dismenore parah
KonsumenDewasa
SediaanTablet dan cairan injeksi
KehamilanKategori C, hanya digunakan oleh ibu hamil jika risiko terhadap janin lebih kecil dari manfaa
MerekCatapres, Clonidine, Clonidine
Obat Clonidine (Clonidine)

Obat Clonidine tablet (Klonidin)

Mekanisme Kerja

Clonidine bekerja dengan cara merangsang adrenoreseptor alfa-2 di otak yang mampu mereduksi respon saraf simpatik dari sistem saraf pusat. Dengan masuk ke dalam aliran darah di otak obat ini dapat bekerja di hipotalamus untuk menginduksi dan menurunkan tekanan darah, menurunkan denyut jantung, menurunkan resistensi saraf perifer dan resistensi vaskular ginjal.

Clonidine juga merupakan obat penenang yang kuat dan bersifat analgesik serta dapat mencegah kondisi menggigil pada perawatan pasca operasi.

Indikasi atau Kegunaan Clonidine

Berdasarkan mekanisme kerjanya dan penggunaan klinis, Clonidine umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi kesahatan berikut:

  • Mengatasi hipertensi.
  • Mengatasi hot flush atau sensasi panas pada saat menopouse.
  • Pencegahan sakit kepala vaskular sepeti migrain.
  • Mengurangi sakit parah yang diakibatkan kanker.
  • Terapi meringankan dismenore parah.
  • Sebagai detoksifikasi pada pesien yang menjalani terapi pengurangan kecanduan opioid, alkohol dan nikotin.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Diketahui memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita bradikardia parah.
  • Penderita sick sinus syndrom.

Dosis Clonidine dan Cara Penggunaan

Clonidine tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis:

  • Tablet: 75 mcg, 100 mcg, 150 mcg.
  • Cairan injeksi: 150 mcg/ml.
Clonidine injeksi

Clonidine injeksi

Dosis terbaik adalah yang diresepkan dokter Anda setelah memeriksa kondisi penyakit yang Anda derita. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Hipertensi

  • Secara intravena
    • Dosis dewasa: 150-300 mcg diberikan menggunakan injeksi subkutan selama 10 – 15 menit, dapat diulangi hingga maksimum 750 mcg dalam selang waktu 24 jam.
  • Secara oral
    • Dosis dewasa: 50-100 mcg tiga kali sehari, dapat ditingkatkan sebanyak dua atau tiga kali tergantung respon terhadap obat ini. Dosis perawatan: 300-1.200 mcg per hari, beberapa orang mungkin membutuhkan hingga 1.800 mcg per hari. Maksimum penggunaan per hari: 2.400 mcg.
  • Secara transderamal
    • Dosis dewasa: dalam bentuk patch 100-300 mcg/hari. Gunakan patch sekali seminggu.

Mengatasi hot flus menopouse dan mencegah migrain

  • Dosis dewasa: 50 mcg dua kali sehari, dapat ditingkatkan hingga 75 mcg dua kali sehari jika tidak terjadi penurunan gejala setelah penggunaan 2 minggu.

Mengatasi nyeri parah akibat kanker

  • Dosis dewasa: menggunakan cara epidural (di infuskan langsung ke area apidural tulang belakang) sebanyak 30 mcg/hari dikombinasikan dengan penggunaan sedatif jenis opioid untuk mengatasi nyeri yang timbul. Dapat ditambahkan dosisnya sesuai respon yang timbul.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk klonidin oral dapat digunakan setelah atau sebelum makan, jika muncul ketidaknyamanan pada pencernaan dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Dianjurkan banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Clonidine pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Clonidine

Clonidine umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping yang mungkin muncul perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Mulut kering.
  • Sembelit.
  • Depresi.
  • Mual dan muntah.
  • Kelelahan dan gangguan tidur.
  • Menurunnya libido.
  • Retensi cairan dan urin.
  • Ruam pada kulit.
  • Kram otot.
  • Detak jantung tidak stabil.

Efek Overdosis Clonidine

Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan apalagi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan efek overdosis. Beberapa gejala yang mungkin timbul seperti hipotensi, bradikardia (lemahnya detak jantung <60 detak per menit), kesulitan bernafas, hipotermia, kelelahan, mengantuk berat dan berkurang hingga hilangnya kemampuan gerak reflek.

Jika gejala-gejala ini muncul segeralah hubungi rumah sakit atau unit kegawatdaruratan medis terdekat untuk memperoleh pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat klonidin ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Berhati-hatilah menggunakan obat ini pada penderita serebrovaskular atau stroke, penyakit iskemik jantung termasuk infark miokard, kelainan vaskular perifer seperti penyakit Reynaud, atau memiliki riwayat depresi.
  • Karena dapat menyebabkan kantuk dan kering pada mata, saat menggunakan klonidin sebaiknya menghindari mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang menuntut konsentrasi.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Clonidine boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Clonidine masuk dalam kategori C untuk digunakan ibu hamil menurut FDA. Dimana hal ini berarti penggunaan obat ini pada studi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya penggunaan obat ini hanya jika sangat diperlukan saja dan dengan pengawasan dokter.
  • Clonidine diketahui dapat terekstraksi dan masuk ke ASI ibu menyusui. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini ketika menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Clonidine, diantaranya adalah:

  • Penggunaan dengan obat anti hipertensi lainnya (seperti beta blocker, vasodilator, antagonis Ca, penghambat ACE) dapat meningkatkan risiko hipotensi atau darah rendah.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat trisiklik antidepresan atau obat neuroleptik yang mengandung blocker reseptor alfa dapat mereduksi efek antihipertensi Clonidine.