Kolesistitis adalah proses peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kantung empedu. Kantung empedu ini berukuran kecil, berbentuk seperti buah pear, terletak di rongga perut bagian kanan atas, tepat berada dibawah organ hati. Kantung empedu ini berfungsi untuk menampung empedu yang dihasilkan oleh hati, sebelum dikeluarkan sedikit demi sedikit ke saluran pencernaan pada saat diperlukan.

Empedu sendiri merupakan cairan yang berwarna kuning kehijauan, berfungsi untuk mencerna makanan yang mengandung lemak. Selain itu empedu juga berfungsi untuk membuang zat-zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh.

kolesistitis

lokasi rasa nyeri pada kolesistitis

Kolesistitis yang cepat ditangani dengan baik, akan memberikan kesembuhan yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi atau penyulit apapun. Namun apabila terjadi komplikasi, yang paling sering terjadi adalah pecahnya kantung empedu dan ini dapat memberikan dampak yang fatal.

Apa Saja Ciri-ciri dan Gejala Kolesistitis?

Tanda dan gejala kolesistitis yang mungkin dapat timbul antara lain:

  • Nyeri hebat pada perut bagian kanan atas, keluhan ini merupakan keluhan yang paling sering dialami.
  • Nyeri dapat menjalar ke bahu kanan atau punggung.
  • Nyeri bertambah parah pada saat menarik nafas dalam.
  • Sakit apabila dinding perut yang berada tepat diatas kantung empedu tersentuh.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Jaundice, dimana kulit dan bagian putih mata tampak berwarna kuning.
  • Feses berwarna abu-abu pucat seperti dempul.
  • Gatal.

Tanda khas keluhan nyeri perut kanan atas dan mual akibat kolesistitis sering muncul setelah makan, terutama setelah makan makanan yang berlemak. Bahkan keluhan ini dapat berlangsung lebih dari 6 jam setelah makan.

Apa Penyebab Kolesistitis?

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kolesistitis antara lain:

  • Batu empedu

Pada sebagian besar kasus, kolesistitis terjadi karena adanya sumbatan pada saluran empedu sehingga cairan empedu tertahan dan tetap tinggal di dalam kantung empedu. Kantung empedu yang tertahan ini lama kelamaan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan, peradangan, bahkan sampai terjadi infeksi pada kantung empedu.

Sumbatan yang paling sering terjadi karena adanya batu pada saluran empedu ini disebut dengan kolelitiasis. Batu empedu terbentuk karena adanya penumpukan kolesterol dan garam empedu akibat konsentrasinya yang tinggi.

  • Tumor

Biasanya tumor pada organ hati atau pankeas. Tumor yang membesar dapat menekan saluran empedu, sehingga cairan empedu tidak dapat keluar dengan baik. Sehingga lama kelamaan dapat terjadi peradangan pada kantung empedu.

  • Infeksi

Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri Salmonella.

  • Sumbatan lain

Sebagai contoh terbentuknya jaringan parut pada saluran empedu.

Semua orang memang berpotensi menglami kolesistitis dan juga batu empedu, namun akan lebih mungkin bagi mereka yang memiliki faktor resiko sebagai berikut:

  • Usia. Orang tua lebih beresiko untuk terkena kolesistitis, umumnya terjadi diatas usia 40 tahun.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih beresiko untuk terkena kolesistitis.
  • Obesitas atau penurunan berat badan yang terlalu cepat.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penggunaan terapi hormon pada wanita.
  • Kehamilan.
  • Riwayat penyakit diabetes mellitus. Pada penyakit diabetes mellitus, aliran darah yang menuju kantung empedu berurang.
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Komplikasi penyakit lain, seperti tumor, sickle cell anemia, HIV/AIDS, dan sebagainya.

Agar lebih mudah mengingatnya:

( ! ) Faktor resiko kolesistitis disingkat 4F (Female = wanita, Foty = 40 tahun, Fat = gemuk, Fertile = banyak anak).

Penanganan dan Pengobatan Kolesistitis

Penatalaksanaan yang akan dilakukan tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan kolesistitis. Biasanya pasien harus dirawat di rumah sakit sampai proses inflamasinya dapat terkontrol dan kemungkinan untuk menjalani operasi.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Puasa total

Pasien tidak boleh makan dan minum sampai proses inflamasi kantung empedu reda. Pasien tidak perlu takut dehidrasi atau kekurangan cairan, karena kebutuhan cairan akan dipenuhi oleh cairan infus.

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang diberikan biasanya berupa antibiotik dan obat penghilang nyeri.

Penghilang rasa nyeri (analgetik) bertujuan untuk meredakan rasa sakit pada perut kanan atas dan sekitar ulu hati. Ingat, hanya menghilangkan nyeri tidak untuk menyembuhkan. Contoh obatnya: Ibuprofen, Parasetamol, dan sebagainya.

Sedangkan antibiotik bertujuan untuk membunuh mikroorganisme penyebab radang empedu. Antibiotik harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter, biasanya sampai habis. Contoh obatnya: Ciprofloxacin, Cefadroxil, Morepenem, dan lain-lain.

  • Tindakan operasi

Tindakan operasi yang dilakukan adalah membuang kantung empedu, disebut dengan kolesistektomi. Operasi kolesistektomi biasanya dilakukan dengan prosedur laparaskopi, sehingga efek samping yang dapat timbul pada pasien semakin berkurang.

Cara Mencegah Kolesistitis

Untuk mengurangi resiko terjadinya kolesistitis, maka harus mengurangi faktor resiko terbentuknya batu empedu. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menurunkan berat badan dengan benar

Penurunan berat badan yang langsung secara drastis dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu. Oleh sebab itu harus dilakukan secara bertahap. Penurunan berat badan yang ideal adalah sekitar 0.5 – 1 kg per minggu.

  • Mempertahankan berat badan ideal

Orang yang obesitas beresiko lebih tinggi untuk mengalami batu empedu. Untuk menjaga berat badan ideal, maka seseorang harus membatasi asupan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik.

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat

Makanan yang berlemak dan rendah serat dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu. Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan juga gandum.