Bayi Sering Cegukan, Normalkah?

Para orang tua tentu sering menyaksikan anak bayinya mengalami cegukan. Beberapa pasangan yang baru memiliki anak untuk kali pertamanya sering merasa khawatir ketika anaknya cegukan. Padahal cegukan dapat berhenti dengan sendirinya. Apakah normal jika bayi sering cegukan?

Bayi yang sering cegukan merupakan hal normal. Cegukan umumnya dialami sejak lahir sampai hingga usianya mencapai satu tahun. Bahkan fakta menunjukkan bahwa bayi mulai cegukan sejak berada dalam rahim sang ibu. Pasti Anda bertanya-tanya bagaimana bisa bayi cegukan di dalam rahim? Kan janin belum bisa bernapas layaknya manusia.

bayi sering cegukan

Ya bisa saja terjadi, karena sesungguhnya cegukan tidak ada kaitannya dengan napas. Cegukan adalah kondisi di mana bayi mengalami kontraksi diafragma secara mendadak yang disebabkan oleh iritasi atau stimulasi otot.

Apa Penyebab Bayi Cegukan?

Menurut Lynnette Mazur, seorang profesor pediatri University of Texas Health Science Center di Houston, cegukan bayi biasanya disebabkan oleh pemberian makanan yang terlalu berlebihan (seperti ASI, susu formula, atau makanan lainnya). 

Cegukan pada orang dewasa sangat mengganggu pernapasan, akan tetapi berbeda halnya pada bayi yang tidak merasa terganggu ketika cegukan. Selain cegukan yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti tidur atau makan, tidak perlu menemui dokter untuk memeriksakan bayi Anda.

Bayi juga dapat mengalami cegukan karena bayi menghisap udara berlebihan ketika menyusu. Oleh karena itu, buatlah bayi Anda bersendawa setelah menyusu. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan udara dari perut agar bayi terhindar dari resiko cegukan dan rasa tak nyaman lainnya.

Bagaimana Menghentikan Cegukan pada Bayi?

Sebenarnya tidak banyak yang perlu Anda lakukan untuk menghentikan cegukan si buah hati, karena cegukan dapat berhenti dengan sendirinya. Namun apabila cegukan tak kunjung reda, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan cegukan pada bayi, yaitu:

  • Berikan sesuatu untuk dapat dihisap oleh bayi, seperti empeng atau benda lainnya yang aman digunakan untuk bayi.
  • Saat menyusu, jaga kepala bayi agar lebih tinggi dari perutnya. Namun jangan menekuk pada leher.
  • Mencoba membuat bayi bersendawa dapat dilakukan untuk menghentikan cegukan. Sendawakan bayi setelah menyusu, jika dia tidak segera bersendawa, maka rangsanglah dengan cara menepuk bagian punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya. Lakukan hal ini selama satu hingga dua menit sampai bayi bersendawa.
  • Jangan beri bayi makan atau minum ketika masih cegukan, tunggu sampai ia tenang.
  • Jika bayi Anda sering mengalami cegukan, tunda waktu memberi makan hingga bayi merasa lebih santai dan tenang. Namun, jangan ditunda terlalu lama hingga bayi menjadi rewel karena kelaparan.

Baca juga: Penyebab Cegukan Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Jangan pernah mencoba untuk menyembuhkan cegukan dengan cara mengejutkan bayi Anda, menekan bola matanya, menekan ubun-ubunnya, atau menarik lidahnya, yang merupakan pengobatan umum di kalangan masyarakat awam. Karena usaha tersebut tidak terbukti berhasil, bahkan Anda bisa menyakiti bayi Anda dalam prosesnya. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menghubungi Dokter?

Memang kita tidak perlu khawatir ketika bayi sering cegukan. Namun ada beberapa hal yang membuat orang tua lebih waspada dan mengharuskannya membawa sang buah hati ke dokter. Jika sang bayi mengalami kondisi di bawah ini segera bawa ke dokter:

  • Bayi yang menderita penyakit refluks gastroesophageal (GERD) mungkin akan mengalami cegukan lebih sering. Jika bayi sering cegukan, terutama jika cegukan disertai muntah atau batuk dan bayi Anda menjadi sangat rewel segeralah hubungi dokter.
  • Anda juga perlu mewaspadai apabila cegukan tidak terkendali, terlalu sering atau terjadi terus-terusan setelah anak berusia satu tahun ke atas. Meski sangat jarang, ini bisa jadi tanda dari penyakit yang lebih serius.
  • Cegukan pada bayi prematur yang sedang menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilasi mekanis dapat menyebabkan komplikasi. Hal ini disebabkan karena bayi kemungkinan memiliki masalah sumbatan saluran pernapasan bagian atas dan berkurangnya frekuensi pernapasan.

Demikianlah ulasan tentang penyebab cegukan pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya. Penulis berharap artikel ini dapat menambah wawasan para orang tua tentang cegukan pada bayinya. Jangan sampai orang tua salah metode dalam mengobati buah hatinya yang sedang cegukan, hingga membahayakannya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer