lipanthyl fenofibrate 100

Lipanthyl obat apa?

Lipanthyl adalah obat untuk menurunkan kolesterol jahat (kolesterol LDL) dan trigliserida yang berlebih di dalam tubuh. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan enzim alami tubuh yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah. Lipanthyl juga digunakan untuk pencegahan penyakit pankreatitis akibat kelebihan trigliserida.

Lipanthyl termasuk dalam golongan obat keras yang konsumsinya harus berdasarkan resep dari dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan Lipanthyl untuk ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Lipanthyl

Jenis obatFibrate
KandunganFenofibrate
KegunaanMengatasi hiperlipidemia tipe IIa, IIb, III, IV, V yang tidak merespon terapi penurunan berat badan atau terapi lainnya yang sesuai
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C
SediaanLipanthyl kapsul 100 mg, 200 mg dan 300 mg

Mekanisme Kerja

Cara kerja Lipanthyl dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa fenofibrat. Obat ini merupakan turunan dari obat jenis fibrate yang dapat bertindak sebagai agen regulator lipid. Fungsinya untuk mengurangi peningkatan kolesterol LDL, total kolesterol, trigliserida, dan Apo B serta untuk meningkatkan kolesterol HDL pada penderita hiperkolesterolemia primer atau dislipidemia campuran (tipe IIA dan IIB).

Efek fenofibrat berasal dari kemampuannya mengaktifkan proxisome proliferator activated receptor a (PPARa). Aktivasi ini mengakibatkan terjadi peningkatan lipolisis dan eliminasi partikel kaya trigliserida di dalam darah dan mengaktifkan lipoprotein lipase serta mengurangi produksi apoprotein C-III.

Berkurangnya jumlah trigliserida di darah menghasilkan perubahan dalam ukuran dan komposisi LDL yang sebelumnya kecil dan padat menjadi partikel yang ringan dan besar. Partikel yang besar akan memiliki afinitas yang besar pula untuk reseptor kolesterol dan dikatabolis dengan lebih cepat.

Indikasi atau Kegunaan Lipanthyl

Lipanthyl digunakan untuk mengurangi kolesterol jahat dan trigliserida di tubuh. Seperti pada penderita hiperkolesterolemia tipe Ila dan hipertrigliserida endogen tipe IV, Ilb dan III. Obat ini diberikan bila terapi diet yang sesuai sudah tidak memadai atau ada faktor risiko terkait. Obat ini juga digunakan sebagai pencegahan penyakit pankreatitis pada pasien dengan tingkat trigliserida tinggi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Mengalami gangguan fungsi hati dan ginjal serius.
  • Tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah 18 tahun.

Dosis Lipanthyl dan Cara Penggunaan

Lipanthyl tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis per kapsulnya mengandung fenofibrat 100 mg, 200 mg dan 300 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis Lipanthyl yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Lipanthyl untuk menurunkan kolesterol jahat

  • Dosis dewasa: 200 – 300 mg per hari dibagi dalam 2 – 3 dosis. Dapat ditingkatkan hingga 400 mg/hari bila dibutuhkan.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini bersamaan dengan makanan dan jangan di kunyah atau di buka kapsulnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Lipanthyl pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Lipanthyl

Lipanthyl umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Lipanthyl tersebut meliputi:

  • Gangguan pencernaan.
  • Nyeri otot.
  • Alergi kulit.
  • Sakit kepala.
  • Kelalahan.
  • Vertigo.
  • Peningkatan sementara enzim transaminase (enzim yang kerap dijadikan petanda adanya kerusakan otot).

Efek Overdosis Lipanthyl

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Lipanthyl. Namun penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan overdosis dengan gejala gangguan pencernaan berat dan nyeri otot parah. Jika kondisi ini terjadi segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita jantung koroner, gangguan fungsi hati dan ginjal, batu empedu, gangguan pembekuan darah.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Lipanthyl untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Lipanthyl berupa fenofibrate digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA (BPOMnya Amerika). Hal itu berarti studi obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari.
  • Belum diketahui apakah fenofibrate dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui. Namun dalam percobaan pada hewan didapati efek fenofibrate yang menurunkan angka kelangsungan hidup dan peningkatan berat badan. Oleh karena itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Lipanthyl, diantaranya yaitu:

  • Antikoagulan jenis coumarin. Meningkatkan waktu pembekuan darah.
  • Imunosupresan (cyclosporine dan tacrolimus). Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas dimana serum kreatinin meningkat drastis dan sulit dikeluarkan tubuh.
  • Colcichine. Dapat menyebabkan miopati, termasuk rhabdomiolisis.
  • Resin pengikat asam empedu. Menurunkan penyerapan resin pengikat asam empedu.