Mefloquin obat apa?

Mefloquin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi serangan malaria akut, serta sebagai profilaksis/pencegahan terhadap kemungkinan terjangkit malaria untuk mereka yang akan berkunjung ke daerah endemik malaria. Obat ini dijadikan alternatif jika klorokuin tidak dapat digunakan dengan alasan tertentu.

Untuk pasien yang mengalami malaria akut tipe P. vivax dan diobati dengan mefloquin, berisiko tinggi mengalami kekambuhan karena obat ini tidak menghilangkan fase eksoeritrositik dari parasit. Untuk menghindari kekambuhan umumnya diberikan tambahan obat jenis 8-aminoquinolin seperti primaquine setelah pemberian mefloquin.

Jika akan berkunjung ke beberapa daerah endemik malaria seperti indonesia timur (papua dan papua barat) serta beberapa daerah di amerika selatan dan afrika sebaiknya mulailah mengonsumsi obat antimalaria seminggu sebelum berangkat dan dua minggu setelah pulang untuk meminimalisir penyebaran dan kemungkinan terjangkit malaria.

Ikhtisar Obat Mefloquin

Jenis obatAntimalaria
KategoriObat resep
KegunaanPengobatan malaria akut dan pencegahan malaria
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori B
SediaanTablet
MerekLariam
mefloquin

Mekanisme Kerja

Mefloquin bekerja dengan cara bertindak sebagai agen antimalaria dan skizontosida darah yang dapat mengganggu metabolisme parasit serta kemampuannya memanfaatkan sel darah merah sebagai inangnya. Obat ini diketahui aktif melawan kebanyakan Plasmodium spp dengan menyebabkan pembengkakan pada vakuola makanan parasit ini, juga membentuk racun yang dapat merusak dinding sel dan komponen plasmodial lainnya.

Indikasi atau Kegunaan Mefloquin

Mefloquin diindikasikan sebagai pengobatan malaria ringan, sedang hingga akut yang disebabkan oleh P. falcifarum baik yang resisten atau tidak terhadap klorokuin atau disebabkan oleh P. vivax. Namun data klinis belum memadai untuk menunjukkan bahwa mefloquin juga efektif untuk malaria yang disebabkan oleh P. ovale dan P. malariae.

Sebagai profilaksis atau pencegahan terhadap infeksi malaria P. palcifarum dan P. vivax termasuk pencegahan pada P. palcifarum yang resisten terhadap klorokuin.

Kontraindikasi

Beberapa kondisi tertentu dapat menyebabkan seseorang tidak dianjurkan untuk dapat menggunakan obat ini, diantaranya adalah beberapa kondisi berikut:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini atau obat sejenis seperti kina atau kuinidin.
  • Pernah memiliki riwayat demam blackwater.
  • Penggunaan untuk profilaksis pada orang dengan riwayat kejiwaan (termasuk depresi) dan gangguan kejang.
  • Gangguan fungsi hati yang parah.
  • Penggunaan bersamaan dengan halofantrine.

Dosis Mefloquin dan Cara Penggunaan

Mefloquin tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis 250 mg.

Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Profilaksis Malaria

  • Dosis dewasa:  250 mg per minggu, dikonsumsi 1-3 minggu sebelum mengunjungi daerah endemik malaria kemudian melanjutkan penggunaan obat ini hingga 4 minggu setelah meninggalkan daerah tersebut.
  • Dosis anak-anak:
    • 5-10 kg: 31,25 mg
    • 11-20 kg: 62,5 mg
    • 21-30 kg: 125 mg
    • 31-45 kg: 187,5 mg
    • >45 kg: 250 mg

Seluruh dosis digunakan sekali seminggu, dimulai dari 1-3 minggu sebelum masuk ke area endemik malaria dan dilanjutkan hingga 4 minggu setelah meninggalkan area tersebut.

  • Dosis Lansia: tidak ada penyesuaian dosis.

Pengobatan Malaria

  • Dosis dewasa: dosis awal, 15 mg/kg kemudian diikuti 10 mg/kg setelah 6-24 jam.
  • Dosis anak-anak: sama dengan dewasa.
  • Dosis lansia: tidak ada penyesuaian dosis.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini bersamaan dengan makanan dan segelas air dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis mefloqun pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Mefloquin

Sepertihalnya obat-obatan lainnya mefloquin juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mual, muntah dan diare.
  • Pruritus dan ruam kulit.
  • Pusing, vertigo dan kehilangan keseimbangan.
  • Mengantuk, gangguan tidur seperti insomnia dan mimpi abnormal.
  • Gangguan neuropsikiatris termasuk neuromotorik dan sensorik.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Ketidakstabilan emosi, panik dan depresi.
  • Kerontokan rambut.

Efek Overdosis Mefloquin

Penggunaan berlebihan melebihi median lethal dosage obat ini yaitu 880 mg/kg dapat menyebabkan efek overdosis. Jika muncul gejala mual dan muntah yang parah disertai gejala efek samping lainnya segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap obat ini dan obat yang sejenis.
  • Sampaikan juga jika Anda memiliki riwayat penyakit penyimpangan mood (seperti depresi dan scizoprenia), kejang, gangguan fungsi hati dan jantung.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan. Hindari mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang memerlukan konsentrasi tinggi.
  • Hindari penggunaan alkohol saat mengonsumsi obat ini karena dapat menurunkan efektifitasnya.
  • Obat ini dapat memengaruhi vaksin tipe bakteri hidup seperti vaksis tipes. Hindari pemberian vaksin saat menggunakan obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Mefloquin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Mefloquin dikategorikan sebagai obat kategori B untuk ibu hamil oleh FDA. Hal ini berarti studi obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Mefloquin dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini saat menyusui.

Interaksi Obat

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat akibat penggunaan bersama dengan obat lain. Sebagai akibatnya risiko efek samping dapat meningkat, efek beracun, atau bahkan obat tidak bekerja. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Mefloquin, diantaranya adalah:

  • Dapat meningkatkan risiko kelainan detak jantung jika digunakan bersamaan dengan obat kuinin dan klorokuin, antihistamin dan phenothiazine.
  • Meningkatkan risiko kejang jika digunakan dengan quinidin atau kina.
  • Menyebabkan hilangnya kontrol terhadap kejang jika digunakan bersamaan dengan asam valproik, fenobarbital, karbamazepine dan fenitoin.
  • Meningkatkan perpanjangan QT dan artimia jika digunakan dengan ketokonazol.
  • Meningkatkan risiko kardiotoksisitas jika digunakan dengan digoxin, Ca blocker, antiartimia dan beta blocker.
  • Meningkatkan risiko aritmia ventrikel jika digunakan dengan amiodarone.
  • Penggunaan bersamaan dengan buprion, antipsikotik, tramadol dapat meningkatkan risiko kejang.
  • Dapat mengganggu efektifitas vaksin bakteri hidup seperti vaksin tipes.
  • Dapat berpotensi fatal jika digunakan bersamaan dengan halofanatrin.

Daftar obat yang berinteraksi ini belum mencakup keseluruhan interaksi yang dapat terjadi. Untuk itu, selalu catat dan ingat obat apa saja yang Anda konsumsi dan konsultasikan dengan dokter tentang kemungkinan interaksinya.