Melasma adalah bercak atau plak berwarna gelap, coklat atau kehitaman yang terdapat pada kulit wajah. Bercak melasma biasanya terdapat di pipi, hidung, dahi, dagu, dan di atas bibir. Namun juga dapat muncul pada bagian lain dari tubuh yang sering terkena sinar matahari, seperti lengan dan leher.

Penyakit kulit melasma lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, meskipun pria juga bisa mengalaminya. Berdasarkan data dari Akademi Dermatologi Amerika, 90% pasien tersering yang mengalami penyakit kulit ini adalah wanita.

Ini merupakan kondisi kulit yang biasanya muncul setelah seseorang melewati masa pubertas dan kebanyakan terjadi pada wanita selama masa – masa reproduktifnya. Bahkan 15% hingga 50% terjadi saat hamil.

Apabila melasma terjadi pada wanita hamil, maka disebut juga dengan nama kloasma gravidarum.

Ciri-Ciri dan Gejala Melasma

Jika ketika melihat adanya bercak gelap pada kulit wajah, maka besar kemungkinan bahwa itu adalah melasma. Namun, ada juga kondisi kulit lainnya yang menyerupai. Oleh sebab itu kita perlu tahu ciri khas dari kelainan kulit yang satu ini.

ciri-ciri melasma

gambar bercak hitam melasma

Berikut ciri-ciri dan gejala melasma pada kulit wajah:

  • Bercak gelap di wajah. Umumnya terdapat pada wajah, namun area tubuh lainnya yang sering terpapar matahari juga bisa mengalami melasma.
  • Diskolorasi atau perubahan warna. Bercak pada kulit yang mengalami perubahan warna. Bercak yang muncul berwarna lebih gelap daripada warna kulit aslinya.
  • Simetris. Melasma kebanyakan terjadi pada wajah dan bersifat simetris alias ada di kanan dan kiri.
  • Lokasi tertentu di wajah (predileksi). Bercak berwarna kecoklatan ini biasanya terjadi pipi, dahi, hidung, dan dagu. Bisa terjadi pada leher dan lengan yang sering terpapar sinar matahari.
  • Tidak sakit ataupun nyeri. Perubahan warna kulit ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau tak nyaman secara fisik, namun pasien cenderung merasa tidak percaya diri saat mengalami keluhan ini.

Jika anda mengalami gejala melasma seperti di atas, maka sebaiknya bisa berkonsultasi ke dokter, terutama dokter spesialis kulit.

Penyebab Melasma dan Faktor Risikonya

penyebab melasma

Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, namun ada faktor resiko atau kecendrungan yang lebih jika dilihat dari beberapa aspek.

# Gender (wanita). Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa:

Melasma lebih sering muncul pada kulit wanita dibandingkan pria. Hanya sekitar 10 persen pria yang mengalami melasma.

# Ras. Orang dengan kulit lebih gelap seperti Latin, Afrika, Afro- Amerika, Indian, Timur Tengah dan Mediterania lebih sering terkena dibandingkan orang dengan kulit terang.

# Riwayat Keluarga. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan melasma juga lebih berisiko.

Lantas, apa penyebabnya?

Sayangnya, penyebab pasti melasma belum diketahui secara jelas. Namun ada beberapa dugaan bahwa hal ini dipengaruhi oleh hormon, stress, dan paparan sinar matahari.

> Pengaruh hormonal diketahui memiliki peranan penting, karena berdasarkan beberapa studi sensitivitas seseorang terhadap hormon estrogen dan progesteron diketahui berhubungan erat.  Hal ini bisa terlihat bahwa mereka yang menggunakan Pil KB, kehamilan, dan menjalani terapi hormonal lebih mungkin mengalami melasma.

> Stress dan penyakit tiroid juga dikatakan mencetuskan terjadinya melasma.

> Paparan sinar matahari juga bisa menjadi penyebab karena radiasi sinar ultraviolet meningkatkan produksi pigmen melanin oleh sel melanosit. Pigmen melanin inilah yang memberikan warna gelap pada melasma.

Penegakan Diagnosis

Untuk mendiagnosis melasma sebenarnya cukup dengan pemeriksaan visual pada daerah yang terpapar. Meskipun begitu, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya, dokter kadang juga menyarankan beberapa pemeriksaan, misalnya dengan pemeriksaan menggunakan lampu Wood.

Pemeriksaan ini menggunakan cahaya khusus yang dikenakan pada kulit. Dengan tes ini, dokter dapat memeriksa adanya infeksi dan juga membedakan berapa banyak pengaruh melasma pada lapisan – lapisan kulit.

Untuk memeriksa penyakit kulit yang lebih serius, maka dokter akan menyarankan dilakukan pemeriksaan biopsi dengan cara mengambil sedikit jaringan dari kulit yang bermasalah untuk dilakukan pemeriksaan.

Pengobatan Melasma

pengobatan melasma

Pada beberapa wanita, melasma bisa hilang dengan sendirinya. Kondisi ini terjadi ketika melasma disebabkan karena kehamilan atau pil KB.

Beberapa pasien kadang mengalami melasma selama bertahun – tahun bahkan seumur hidupnya. Jika melasma tidak hilang atau wanita tetap ingin mengkonsumsi pil KB, maka pengobatan melasma perlu diberikan.

Beberapa pengobatan yang bisa diberikan antara lain:

  • Hidroquinone: Obat ini merupakan pengobatan pilihan pertama untuk mengatasi melasma. Jika diaplikasikan pada kulit maka akan bekerja mencerahkan kulit. Hidroquinone bisa ditemukan dalam bentuk krim, losion, gel dan cairan. Obat ini bisa dibeli tanpa resep namun dalam dosis yang sangat rendah.
  • Tretinoin dan kortikosteroid: untuk makin mencerahkan kulit, dokter bisa meresepkan obat kedua seperti tretinoin atau kortikosteroid. Kadang obat yang diberikan mengandung 3 obat sekaligus dalam satu krim (hidroquinone, tretinoin, dan kortikosteroid).
  • Obat topikal (obat oles) lainnya, seperti asam azelaic asam kojic untuk memudarkan bercak hitam pada kulit.
  • Prosedur atau tindakan khusus: Jika hal ini tidak menimbulkan efek, maka bisa dilakukan chemical peeling (pengelupasan kulit dengan mengoleskan cairan kimia), dermabrasi, dan mikrodermabrasi sebagai alternatif terapi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit yang paling atas dan mencerahkan bercak – bercak kecoklatan pada kulit.

( ! ) Beberapa tindakan ini tidak menjamin melasma tidak datang lagi, pada beberapa kasus bahkan melasma tidak bisa hilang dengan pengobatan di atas.

Pasien harus rutin kontrol dan mendapatkan terapi untuk mengurangi risiko melasma muncul lagi, salah satunya dengan mengurangi paparan sinar matahari dan memakai sunscreen atau tabir surya.

Karena tidak semua melasma bisa hilang total dengan pengobatan, maka ada beberapa hal yang bisa anda lakukan agar kondisi ini tidak bertambah buruk dan meminimalisir perubahan warna kulit yakni dengan:

  • Memakai obat yang diresepkan dokter.
  • Memakai sunscreen tiap hari dengan SPF 30.
  • Mengenakan topi lebar untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari.
  • Mengenakan pakaian yang melindungi kulit penting jika anda terpapar matahari dalam jangka waktu lama.

Jika anda merasa memiliki melasma, anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat terapi yang sesuai.

Prognosis dan Kemungkinan Sembuh

Penyakit kulit yang satu ini tidak menyebabkan kesakitan dan kematian. Tidak ada laporan bahwa melasma bisa berubah menjadi ganas, bahkan tidak ada hubungannya antara melasma dengan peningkatan risiko terjadinya melanoma atau keganasan kulit lainnya. Pada kenyataannya, pasien malah cenderung menurunkan risiko terjadinya melanoma (kanker kulit).

Pigmen di dermis membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada pigmen di epidermis karena tidak ada terapi yang efektif yang mampu menghilangkan pigmen di dermis. Namun, pengobatan tetap harus diberikan.

Sumber pigmen di dermis berasal dari epidermis, dan jika pembentukan melanin di epidermis dihambat untuk jangka waktu yang lama maka pigmen di dermis tidak akan muncul dan lama kelamaan akan menghilang. Kasus yang resisten terhadap pengobatan atau kasus melasma yang berulang benar – benar harus dihindari dari paparan sinar matahari.