Meptin obat apa?

Meptin adalah obat sesak nafas yang disebabkan oleh penyakit obstruksi saluran pernapasan seperti asma bronkial, bronkitis kronis, dan emfisema pulmonum. Obat dengan kandungan utama procaterol HCl ini tersedia dalam bentuk tablet, syrup, swinghaler dan solusion (larutan inhalasi menggunakan nebulizer).

Obat yang diproduksi oleh PT. Otsuka ini merupakan jenis obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Untuk lebih jelasnya berikut ini kami ulas kegunaan Meptin, dosis lazim, efek samping, cara penggunaan serta efeknya jika digunakan pada ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Meptin

Jenis obatAntiasma dan PPOK
KandunganProcaterol hidroklorida
KegunaanMeringankan sesak nafas akibat asma atau penyakit paru obstruktif lainnya
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C
SediaanMeptin tablet 50 mcg dan 25 mcg, Meptin syrup 5 mcg/ml, Meptin inhalation solution 0,3 dan 0,5 ml, Meptin swinghaler
sediaan meptin tablet, swinghaler, syrup dan solution

Sediaan Meptin tablet, swinghaler, syrup dan inhalation solution

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Meptin dapat diketahui dengan mencermati bahan aktifnya yang berupa procaterol hidroklorida. Senyawa procaterol merupakan agonis reseptor beta-2-adrenergik yang dapat bekerja sebagai bronkodilator yang memperlebar luas permukaan bronkus dan bronkiolus di paru-paru dan membuat kapasitas serapan oksigen paru-paru meningkat.

Procterol HCl juga merelaksasi otot polos bronkiolus sehingga meningkatkan aliran udara kedalam paru-paru yang kemudian meringankan gejala asma dan penyakit paru obstruktif lainnya.

Indikasi atau Kegunaan Meptin

Meptin digunakan untuk mengatasi sesak nafas serta gejala lain yang terjadi akibat penyakit asma atau penyakit paru obstruktif lainnya seperti bronkial kronis dan emfisema pulmonum.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.

Dosis Meptin dan Cara Penggunaan

Meptin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 25 mcg dan 50 mcg per tablet.
  • Syrup: 5 mcg/ml.
  • Inhalation solution: 0,3 ml dan 0,5 ml per kemasan larutan inhalasi.
  • Swinghaler: 10 mcg/semprot.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Meptin untuk mengatasi asma dan PPOK

  • Dosis tablet: untuk dewasa 1 tablet sebelum tidur atau 2 kali sehari pagi dan sebelum tidur.
  • Dosis mini tablet: untuk dewasa 2 tablet sebelum tidur atau 2 kali sehari.
  • Dosis syrup: untuk dewasa 10 ml sebelum tidur atau 2 kali sehari pagi dan sebelum tidur. Untuk anak lebih dari 6 tahun 5 ml (satu sendok takar), 1 atau 2 kali sehari sebelum tidur dan pagi hari. Untuk anak lebih kecil dari 6 tahun dosisnya 1 – 1,25 mcg/ml dikalikan berat badannya, diberikan 1 – 2 kali sehari pagi dan sebelum tidur.
  • Dosis swinghaler: dewasa 20 mcg (2 dosis hisapan) 4 kali sehari. Anak-anak 10 mcg (1 dosis hisapan) 4 kali sehari.
  • Dosis larutan inhalasi: dewasa 30 – 50 mcg atau 0,3 – 0,5 ml larutan inhalasi yang digunakan melalui alat nebulizer. Untuk anak-anak 10 – 30 mcg atau 0,1 – 0,3 ml larutan inhalasi dengan menggunakan alat nebulizer. Dosis juga dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebalum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Meptin pada jadwal minum atau hisap berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Meptin

Meptin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Palpitasi atau detak jantung lebih cepat
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual
  • Gelisah
  • Tremor
  • Ruam kemerahan

Efek Overdosis Meptin

Belum diketahui efek overdosis dari penggunaan Meptin. Namun sepertihalnya obat lainnya, konsumsi berlebihan tanpa resep dokter mungkin menyebabkan meningkatnya efek samping obat seperti palpitasi, pusing, mual dan muntah hingga tremor. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan unit kesehatan terdekat dan bawa serta kemasan obat yang digunakan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat bronkodilator lainnya.
  • Penderita hipertiroidisme sebaiknya di awasi selama menggunakan obat ini karena dapat memperburuk kondisinya.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita penyakit jantung seperti palpitasi, aritmia dan eksaserbasi jantung serta hipertensi karena akan memperburuk kondisinya.
  • Penderita diabetes militus mungkin dapat semakin parah kondisinya.
  • Penggunaan pada wanita hamil atau berencana untuk hamil sebaiknya dihindari.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Meptin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum diketahui efek samping Meptin pada ibu hamil. Oleh karena itu pemberian Meptin, terutama yang tablet pada ibu hamil atau berencana hamil hanya jika sangat dibutuhkan saja atau manfaatnya dianggap lebih besar dari risiko yang mungkin ditimbulkan.
  • Belum diketahui apakah Meptin terekstraksi pada ASI ibu menyusui sehingga penggunaannya sebaiknya jika manfaatnya dirasa lebih besar dari risiko yang mungkin ditimbulkan.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Meptin, diantaranya yaitu:

  • Meptin tablet tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat jenis ketokolamin seperti epinefrin dan isoprotrenol karena kombinasinya dapat menyebabkan aritmia atau henti jantung pada kasus yang lebih ekstrim.
  • Bentuk tablet obat ini diketahui dapat mempengaruhi reaksi kulit terhadap alergen. Oleh karena itu tes alergen pada kulit sebaiknya dilakukan pada 12 jam setelah pemberian obat ini.