Metamizole Obat Apa?

Metamizole adalah obat dari jenis analgesik (pereda rasa sakit) dan antipiretik (pereda demam) yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang parah akibat trauma atau pasca operasi, obat ini hanya diberikan jika pengobatan dengan obat pereda rasa sakit lainnya tidak berhasil.

Metamizole dapat meringankan rasa sakit dan demam secara signifikan dan bertahan lebih lama dibanding obat jenis NSAID lainnya seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun obat ini diketahui dapat menyebabkan agranolusitosis (berkuragannya sel darah putih dalam darah) sehingga sudah dilarang penggunaannya di beberapa negara termasuk amerika. Meskipun begitu beberapa negara di dunia termasuk indonesia masih menggunakannya. Pertimbangannya karena efek samping metamizole sangat jarang terjadi.

Ikhtisar Obat Metamizole

Jenis obatAnalgesik & antipiretik
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi rasa sakit dan demam yang parah
KonsumenDewasa
SediaanTablet, injeksi, ampul tetes
MerekAntalgin, Baralgin M, Camidon, Caranal, Cornalgin, Defamidon, Duralgin, Emmer, Erlidon, Erpha Vitalgin, Expogin, Foragin, Ginifar, Hufanal, Iphalgin, Iphamidon, Kokogin, Mepron, Nalget, Neonovapyron, Neupharalgin, Neuroval, Novalgin, Oralgin, Panstop, Pronto, Rapidon, Ronalgin, Samtalgin, Scanalgin, Sohogin, Suwalgin, Trovinal, Vardiksia, Wiolgin, Yekalgin

metamizole

Mekanisme Kerja

Metamizole bekerja menekan rasa sakit langsung pada susunan saraf pusat, yaitu dengan menghambat produksi prostaglandin pada otak dan sumsung tulang belakang. Inilah mengapa obat ini dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit hampir di seluruh tubuh seperti pada sakit pada gigi, sakit kepala, sakit pada perut, selepas operasi dan juga demam tinggi.

Indikasi atau Kegunaan Metamizole

Metamizole dapat digunakan untuk meringankan berbagai jenis rasa sakit parah, namun umumnya digunakan untuk mengatasi rasa sakit selepas operasi juga kondisi lainnya seperti sakit kepala berat, sakit gigi, artralgia (nyeri pada sendi), neuralgia, dan penyakit lain yang rasa sakitnya tidak bisa diatasi obat analgesik lain. Umumnya metamizole diberikan dalam bentuk tablet, suntikan atau dengan obat tetes.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, pasien yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap metamizole.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang parah.
  • Pasien dengan tekanan darah rendah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah/ kelainan darah.

Dosis Metamizole dan Cara Penggunaan

Metamizole tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut

  • Tablet: 250 mg, 500 mg.
  • Injeksi: 500 mg/ml.
  • Obat tetes: 500 mg/ml.

Berdasarkan anjuran dari dokter dosis yang lazim digunakan untuk metamizole adalah sebagai berikut:

Dosis Metamizole untuk Dewasa

  • Tablet: Jika rasa sakit muncul direkomendasikan menggunakan dosis 500 mg (satu tablet) 3 – 4 kali sehari dikonsumsi 6 atau 8 jam sekali. Maksimum dosis 4.000 mg per hari (8 tablet 500 mg).
  • Injeksi: Jika rasa sakit muncul dosis lazimnya 500 mg/L diberikan sebanyak 3 kali setiap 6 – 8 jam sekali. Diinjeksikan secara intravena(I.V) atau intramuscular (I.M).

Dosis Metamizole untuk Anak-anak (diatas 15 tahun)

  • Tablet: 1-2 tablet sebanyak 4 kali sehari (maksimum 8 tablet sehari).
  • Obat Tetes:
    • > 15 tahun: 25-50 tetes, 4 kali sehari (maksimal 200 tetes sehari).
    • 13-14 tahun: 19-44 tetes, 4 kali sehari.
    • 10-12 tahun: 12-37 tetes, 4 kali sehari.
    • 7-9 tahun: 10-25 tetes, 4 kali sehari.
    • 4-6 tahun: 6-19 tetes, 4 kali sehari.
    • 1-3 tahun: 4-12 tetes, 4 kali sehari.
    • 3-11 bulan: 2-6 tetes, 4 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis metamizole pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Konsumsi obat tablet dengan cara ditelan, jangan di kunyah atau dihancurkan.

Efek Samping Metamizole

efek samping metamizole

Metamizole umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan jarang terjadi efek yang membahayakan. Namun beberapa efek samping yang mungkin harus juga diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Muncul masalah pada pencernaan seperti mual, muntah, diare, nyeri dan tidak nyaman di perut.
  • Pusing, kantuk, dan perasaan seperti mabuk.
  • Terjadi perubahan warna atau muncul darah pada urin.

Jika muncul efek samping lain ketika mengonsumsi obat ini, segeralah konsultasikan ke dokter.

Efek Overdosis Metamizole

Overdosis obat ini sangat jarang terjadi, bahkan pernah dilaporkan bahwa seseorang yang menggunakan 15 gr metamizole sehari tidak mengalami efek samping serius. Namun jika terjadi beberapa gejala overdosis berikut segeralah hubungi dokter:

  • Mual dan Muntah.
  • Kejang.
  • Koma.
  • Mydriasis.
  • Kerusakan hati dan ginjal.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sebelum mengonsumsi obat ini sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami alergi obat tertentu.
  • Jangan menambah dosis yang sudah diberikan oleh dokter.
  • Berhati-hatilah jika menggunakan obat ini pada penderita dengan masalah pada fungsi hati dan ginjal.
  • Penggunaan pada anak-anak sebaiknya dengan pengawasan dokter.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat metamizole boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Metamizole masuk dalam kategori C untuk kehamilan trisemseter satu dan dua, dan kategori D untuk trisemseter ketiga. Hal ini berarti obat ini tidak diperbolehkan untuk ibu hamil atau disarankan menggunakan obat jenis lainnya.
    • Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
    • Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Obat ini juga tidak disarankan untuk ibu menyusui, karena obat ini dapat masuk ke dalam ASI sehingga dapat membahayakan bayi.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Metamizole, diantaranya:

  • Obat anti koagulan seperti warfarin, acenocoumarol, heparin dan lainnya.
  • Antibiotik (penicillin dan sulfonamide).
  • Obat kotrikosteroid.
  • Obat untuk diabetes.
  • Obat antiplatelet seperti clopidogrel.
  • Obat anti-hipertensi seprti diuretik dan inhibitor ACE.

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan level metamizole dalam darah sehingga meningkatkan efeknya, yaitu:

  • Obat jenis sedatif.
  • Obat yang bersifat hipnotik.

Obat ini diketahui dapat mengurangi efek dari cycloporin dan tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.