Minoxidil obat apa?

Minoxidil adalah obat yang dalam bentuk oral (tablet atau kapsul) digunakan untuk mengatasi hipertensi, sedang dalam bentuk topikal (untuk kulit) digunakan untuk mengatasi alopesia angdrogenik yaitu kondisi kerontokan permanen pada rambut yang dapat menyebabkan kebotakan.

Tak heran, jika obat minoxidil ini lebih dikenal sebagai obat untuk menumbuhkan rambut atau mencegah kebotakan pada pria maupun wanita.

Dalam bentuk oral obat ini bersifat vasodilator atau memiliki kemampuan memperlebar pembuluh darah perifer. Fungsi ini juga diketahui dapat berfungsi pada jaringan kutaneus pada kulit dan memperlancar pasokan darah untuk rambut.

Namun efek obat ini pada rambut tidak bertahan permanen sehingga obat ini harus terus digunakan jika menginginkan rambut tetap tumbuh.

Ikhtisar Obat Minoxidil

Jenis obatAntihipertensi dan dermatologikal
KategoriObat resep
KegunaanObat hipertensi dan penumbuh rambut
KonsumenDewasa, > 18 tahun
KehamilanKategori C
SediaanTablet, cairan topikal
MerekRegrou, Aloxid, Eminox, Minoxidil, Noxidil, Lonitab-10
minoxidil

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja Minoxidil dalam menjalankan fungsinya sebagai antihipertensi dan penumbuh rambut adalah seperti berikut:

  • Antihipertensi. Minoxidil mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik yang meningkat dengan mengurangi resistensi pembuluh darah perifer dengan kemampuan vasodilatasinya.
  • Penumbuh rambut. Minoxidil diperkirakan dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel-sel papiler dan sel-sel rambut dengan cara mengaktifkan ekstra selular signal dan kinase regulator serta mencegah kematian sel rambut.

Indikasi atau Kegunaan Minoksidil

Minoksidil digunakan untuk mengatasi:

  • Hipertensi
  • Alopesia androgenik (kondisi rontoknya rambut secara permanen).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini atau obat sejenis lainnya.
  • Sedang mengalami feokromositoma (tumor yang terjadi pada kelenjar andrenal).
  • Seorang dengan tekanan darah tinggi yang tidak diobati.
  • Kulit kepala yang tidak normal seperti, psoriasis atau terbakar matahari.

Dosis Minoxidil dan Cara Penggunaan

Minoxidil tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis

  • Tablet: 40 mg, 50 mg, 100 mg.
  • Solusi topikal: 2% dan 5% 60 ml.

Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Hipertensi berat yang tidak merespon terapi standar

  • Dosis dewasa: Dikombinasikan dengan beta blocker, methyldopa, dan diuretik. Awal, 5 mg sekali sehari, kemudian ditingkatkan pada interval waktu paling sedikit 3 hari hingga dosis menjadi 40 mg atau 50 mg dibagi dalam 2-3 dosis tergantung pada respon hipertensinya. Maksimum 100 mg per hari. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, dosis ditingkatkan 5 mg setiap 6 jam sekali dapat diberikan namun harus dengan pengawasan yang ketat.
  • Dosis anak-anak: <12 tahun sebagai tambahan dari obat beta blocker, methyldopa dan diuretik. Awal, 100 mcg/kg per hari dalam 1 atau 2 dosis dengan penambahan 100-200 mcg/kg pada interval paling sedikit 3 hari tergangtung respon. Maksimum penggunaan 1 mg/kg atau 50 mg per hari.
  • Lansia: awal, 2,5 mg per hari, kemudian ditambahkan secara bertahap.

Alopesia androgenik

  • Dosis dewasa: Pria: dalam bentuk larutan 2% atau 5%: aplikasikan 1 ml pada kulit kepala dua kali sehari. Dalam bentuk aerosol atau busa 5%: aplikasikan 1/2 takaran tutupnya ke kepala sebanyak 2 kali sehari. Wanita: dalam bentuk larutan 2% aplikasikan 1 ml ke kulit kepala dua kali sehari. Dalam bentuk aerosol atau busa 5% aplikasikan setengah tutup cupnya ke kulit kepala sekali sehari.
minoxidil obat kebotakan

kebotakan bisa diatasi dengan minoxidil

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk obat oral Obat ini dapat digunakan sebelum atau setelah makan, dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsi atau menggunakannya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Minoxidil pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Minoxidil

Seperti obat-obatan lainnya Minoxidil juga memiliki beberapa efek samping yang mungkin terjadi dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Retensi cairan.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Menegangnya payudara.
  • Reflek takikardia.
  • Ruam.

Untuk obat topikal;

  • Dermatitis kontak.
  • Pruritus.
  • Kulit seperti terbakar.
  • Perubahan warna rambut.

Efek Overdosis Minoxidil

Penggunaan obat ini secara berlebihan melebihi dosis yang diresepkan dapat menyebabkan overdosis terutama untuk obat oral. Jika muncul gejala hipotensi atau darah rendah yang parah segera hubungi dokter untuk mendapat pertolongan segera, jangan lupa sertakan kemasan obat yang dikonsumsi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat lain yang sejenis. Hentikan penggunaan obat ini segera konsultasikan dengan dokter jika muncul gejala alergi seperti bengkak pada mata, bibir, lidah dan kerongkongan.
  • Hati-hati penggunaannya pada penderita angina pectoris, gangguan fungsi jantung, hipertensi paru dan Infark miokard.
  • Monitor kondisi cairan dan elektrolit tubuh serta berat badan karena obat ini dapat menyebabkan retensi cairan tubuh.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi ginjal. Dokter umumnya akan menyesuaikan dosis untuk menghindari risiko eksaserbasi pada gagal ginjal.
  • Tidak boleh digunakan pada anak-anak berumur kurang dari 8 tahun.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada lansia, wanita hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Minoxidil untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Minoxidil masuk dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Untuk itu penggunaan obat ini sebaiknya jika sangat diperlukan saja.
  • Minoxidil diketahui dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui namun tidak ada banyak data tentang efeknya pada bayi. Untuk itu penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Interaksi Obat

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat akibat penggunaan bersama dengan obat lain. Sebagai akibatnya risiko efek samping dapat meningkat, efek beracun, atau bahkan obat tidak bekerja. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Minoxidil, diantaranya adalah:

  • Dapat mengingkatkan efek aditif jika digunakan bersamaan dengan obat hipotensi lainnya.
  • Obat jenis simpatetik blocker (guanethidin) dapat meningkatkan risiko orthostatik hipotensi dengan gejala seperti pusing parah, pandangan berputar-putar dan perasaaan seperti ingin pingsan
  • Untuk obat topikal, dapat meningkatkan penyerapannya jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan topikal lainnya seperti kortikosteroid dan retinoid.
  • Penggunaan bersamaan dengan tizanidin dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah.