Misoprostol obat apa?

Misoprostol adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung, tukak duodenum. Salah satu penyebab tukak lambung adalah penggunaan obat antinyeri atau obat anti inflamasi non steroid (OAINS/NSAID). Obat misoprostol dapat mencegah tukak akibat obat tersebut apabila digunakan bersamaan, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat.

Selain kegunaan utamanya tersebut, misoprostol juga digunakan untuk tujuan lain diluar indikasi yang disarankan yaitu sebagai obat penggugur kandungan. Namun karena tindakan aborsi memiliki peraturan khusus dalam undang-undang di Indonesia maka penggunaan misoprostol untuk obat aborsi harus didasarkan atas ketentuan hukum yang berlaku serta berdasarkan saran dari ahli atau dokter.

Ikhtisar Obat Misoprostol

Jenis obatAnti tukak, Analog prostaglandin
KategoriObat resep
KegunaanMengobati tukak lambung, tukak duodenum dan tukak akibat penggunaan obat-obatan NSAID
KonsumenDewasa
KehamilanKategori X
SediaanTablet
MerekChromalux, Citrosol, Cytostol, Cytotec, Gastrul, Inflesco, Invitec, Misotab, Noprostol
misoprostol tablet sediaan 100 mcg dan 200 mcg

Misoprostol tablet sediaan 100 mcg dan 200 mcg

Mekanisme Kerja

Misoprostol merupakan bentuk sintetis dari analog prostaglandin E1. Senyawa ini diketahui dapat melindungi saluran pencernaan dengan menghambat sekresi asam basal, menghambat sekresi asam nokturnal  dan mengurangi volume sekresi lambung serta meningkatkan sekresi bikarbonat dan lendir. Hal itu dilakukan langsung pada sel-sel parietal lambung dengan pengikatan pada reseptor prostaglandin.

Selain itu misoprostol juga dapat memicu kontraksi otot polos pada miometrium (lapisan tengah dinding rahim) dan merelaksasi mulut rahim. Hal itu dilakukan oleh senyawa obat ini dengan melakukan ikatan selektif pada reseptor prostanoid EP-2/EP-3. Inilah yang menyebabkan misoprostol dapat digunakan sebagai obat aborsi pada awal-awal kehamilan.

Indikasi atau Kegunaan Misoprostol

Misoprostol dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi medis berikut:

  • Sebagai pengobatan dan pencegahan tukak lambung.
  • Pengobatan penyakit tukak duodenum (usus dua belas jari), namun tidak digunakan untuk pencegahan tukak duodenum, termasuk yang disebabkan oleh penggunaan obat OAINS.
  • Pengobatan dan pencegahan penyakit tukak lambung yang disebabkan oleh efek samping penggunaan obat anti-inflamasi non steroid terutama untuk penderita yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung atau orang tua yang beresiko mengalami tukak.
  • Digunakan sebagai pengobatan pada pendarahan parah pasca melahirkan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki riwayat hipersesitifitas atau alergi terhadap prostaglandin.
  • Tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau berencana untuk hamil. Termasuk kehamilan yang tidak terkonfirmasi oleh USG atau tespack serta kehamilan ektopik (di luar kandungan),
  • Tidak boleh diberikan pada wanita saat memulai persalinan, dicurigai atau terbukti adanya kompromi janin sebelum proses induksi persalinan serta jika terdapat luka pada uterus.
  • Tidak diberikan pada wanita dengan kelainan uterus, mengalami plasenta previa atau pendarahan vaginal yang tidak dapat dijelaskan setelah 24 minggu kehamila, adanya malpresentasi janin, mengalami tanda atau gejala chorioamnionitas (infeksi pada cairan ketuban yang disebabkan bakteri).
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat oksitosin atau penginduksi kehamilan lainnya.

Dosis Misoprostol dan Cara Penggunaan

Misoprostol tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan kekuatan dosis 200 mcg per tablet.

Ingat ! dosis tepat penggunaan  obat ini adalah yang sesuai anjuran dokter Anda berdasarkan keparahan penyakit, berat badan, umur, jenis kelamin atau kondisi kesehatan Anda.

Adapun dosis misoprostol yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dosis misoprostol untuk mengobati tukak lambung dan duodenum serta tukak akibat penggunaan obat OAINS: dosis dewasa 800 mcg per hari dibagi dalam 2-4 dosis selama paling sedikit 4 minggu meskipun gejalanya sudah mereda sebelum rentang waktu itu. Dosis tambahan mungkin diberikan jika terjadi tukak kambuhan.
  • Dosis misoprostol untuk pencegahan tukak akibat penggunaan obat OAINS: dosis dewasa 200 mcg 2-4 kali sehari, jika tidak ditoleransi dengan baik oleh tubuh dosis dapat diturunkan menjadi 100 mcg 4 kali sehari.
  • Dosis misoprostol untuk menggugurkan kandungan (usia janin kurang dari 49 hari): dosis 400 mcg sekali sehari. Diberikan setelah 36-48 jam setelah mengonsumsi mifepristone.
  • Dosis misoprostol sebagai obat induksi persalinan: dosis dalam bentuk supositoria 200 mcg yang dapat larut perlahan sebanyak 7 mcg/jam selama 24 jam pada wanita dengan kondisi servik tidak prima (dimulai saat usia kehamilan 36 minggu). Maksimal 1 obat supositoria sekali pakai. Obat harus dikeluarkan jika terjadi kondisi berikut: terjadi persalinan aktif, kontraksi rahim berkepanjangan dan berlebihan, terdapat bukti kompromi janin, sudah melebihi 24 jam setelah pemakaian. Obat tidak boleh dimasukkan lagi jika keluar dengan sendirinya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Obat ini harus digunakan setelah makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Jika digunakan sebagai obat penggugur kandungan obat di konsumsi dengan menaruhnya di bawah lidah selam kurang lebih 30 menit kemudian inti tablet yang berisi diclofenac.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis misoprostol pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Misoprostol

Seperti obat-obatan lainnya, misoprostol juga memiliki efek samping yang mungkin timbul. Beberapa mungkin akan mereda dengan sendirinya namun beberapa efek samping mungkin perlu dikonsultasikan dengan dokter. Beberapa efek samping tersebut diantaranya sebagai berikut:

  • Diare.
  • Dispepsia.
  • Kembung.
  • Nyeri perut.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam kulit.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Meningkatkan kontraksi uterus.
  • Pendarahan vagina yang tidak normal.
  • Hipotensi (jarang terjadi).
  • Shock toksik atau shock septik yang diikuti dengan infeksi (dapat berakibat fatal).

Efek Overdosis Misoprostol

Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan efek overdosis seperti diare, sakit perut, demam, tremor, kejang-kejang, palpitasi dan bradikardia. Jika hal itu terjadi hubungi layanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami hipersensitifitas atau alergi terhadap obat dengan kandungan prostaglandin.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien dengan kondisi yang rentan mengalami diare (seperti pada penderita inflamatari bowel disesease /IBD).
  • Perhatian lebih harus diberikan pada pengguna obat ini yang mengalami sakit jantung atau kondisi dimana hipotensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pada penyakit serebrovaskular, arteri koroner dan penyakit vaskular perifer.
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami dehidrasi, gangguan fungsi ginjal dan sedang menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah misoprostol untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Misoprostol digolongkan dalam kategori X untuk digunakan ibu hamil. Hal itu berarti studi penggunan obat ini pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Oleh karena itu obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil atau berencana untuk hamil. Bahkan obat ini dapat digunakan sebagai obat aborsi pada fase kehamilan awal.
  • Misoprostol diketahui dapat terakstraksi ke dalam ASI ibu menyusui. Konsentrasinya dalam ASI dan potensi efeknya pada bayi belum diketahui atau tidak adanya efek serius sehingga penggunaannya masih memungkinkan. Namun untuk lebih amannya sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini dalam fase menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan misoprostol, diantaranya yaitu:

  • Obat antasid yang mengandung magnesium dapat memerparah diare yang disebabkan oleh misoprostol.
  • Dapat berakibat fatal jika digunakan besamaan dengan obat yang mengandung oksitosin atau obat untuk menginduksi persalinan.
  • Penggunaan obat dinoprostone bersamaan dengan obat ini dapat menyebabkan pendarahan dan kram berat.