Mucosta adalah obat bermerek yang mengandung rebamipide. Rebamipide sendiri merupakan obat maag yang biasa digunakan untuk mengobati tukak lambung dan radang lambung (gastritis). Penggunaan obat Mucosta harus berdasarkan rekomendasi dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini hendaknya ketahui terlebih dahulu informasi mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis dan cara penggunaan, efek samping dan informasi keamanan obat yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

Mengenal Obat Mucosta

Di apotek obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut film, untuk setiap tabletnya mengandung Mucosta 100 mg.

obat mucosta

gambar mucosta 100 mg tablet

Rebamipide adalah sebuah asam amino turunan dari 2-(1 H )-quinolinone, digunakan untuk perlindungan mukosa, penyembuhan tukak lambung, dan pengobatan gastritis. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem pertahanan mukosa, menangkal radikal bebas, dan mengaktifkan gen yang mengkode siklooksigenase -2 sehingga mengerahkan efek sitoprotektif pada mukosa lambung.

Obat ini juga meningkatkan jumlah lendir lambung dan merangsang aliran darah mukosa lambung untuk mengatasi gangguan hemodinamik, sehingga membantu untuk menekan peradangan dan memperbaiki mukosa lambung.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa rebamipide dapat melawan efek samping NSAID pada mukosa saluran cerna. Obat ini telah digunakan di sejumlah negara Asia termasuk Jepang (dipasarkan dengan merek Mucosta, termasuk di Indonesia), Korea Selatan , Cina dan India (dipasarkan dengan nama dagang Rebagen). Sayangnya obat ini tidak disetujui oleh Food and Drug Administration untuk digunakan di Amerika Serikat.

Indikasi dan Kontraindikasi

Mucosta obat apa? Seperti telah dijelaskan kandungan dan mekanisme kerjanya, maka secara lebih rinci berikut kegunaan Mucosta:

  • Mengobati tukak lambung, dikombinasikan dengan penghambat faktor ofensif seperti PPI (misalnya lansoprazole, omeprazole, dll), anti kolinergik (misalnya Pirenzepin) atau H2-Antagonist ( misalnya ranitidine, cimetidine, dll).
  • Mengobati gastritis atau radang lambung.

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. Tidak boleh digunakan bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitifitas terhadap rebamipide atau komponen lain dalam obat Mucosta.

Dosis Mucosta dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter setelah mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh. Adapun dosis lazim Mucosta yaitu:

  • Tukak Lambung: Diberikan secara kombinasi dengan penghambat faktor ofensif dimana dosis dewasa adalah 1 tablet (100 mg) 3 kali sehari, diberikan pada waktu pagi hari, sore dan menjelang tidur malam hari.
  • Gastritis: Dosis untuk dewasa 1 tablet (100 mg) 3 kali sehari. Termasuk untuk mengobati lesi mukosa lambung (erosi, perdarahan, kemerahan, dan edema) pada gastritis akut dan eksaserbasi akut gastritis kronis.

Aturan pakai:

  • Telanlah obat ini utuh-utuh dengan segelas air minum atau secukupnya.
  • Usahakan untuk mengonsumsinya di jam yang sama setiap harinya.
  • Apabila Anda melewatkan dosis karena lupa, segera ganti dosis yang setelah Anda mengingatnya. Namun, jika ingat-ingat sudah dekat dengan waktu untuk dosis berikutnya, maka tak perlu mengganti dosis tersebut, melainkan langsung beralih ke dosis selanjutnya.
  • Apabila Anda tidak sengaja mengonsumsi lebih dari dosis yang diresepkan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.  Jangan berhenti minum obat ini kecuali dokter menginstruksikannya.

Efek Samping Mucosta

Seperti halnya obat-obatan lain, Mucosta juga berpotensi menimbulkan efek samping. Paling sering terjadi ketika seseorang memiliki alergi terhadap obat ini,  gejalanya meliputi ruam, lepuhan pada kulit, dan gatal-gatal. Jika gejala-gejala tersebut terjadi, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Gejala-gejala efek samping di bawah ini memang jarang terjadi. Namun apabila terjadi pada Anda, maka segera berhenti minum obat ini dan hubungi dokter.

  • Keringat dingin, tekanan darah menurun, gangguan pernapasan.
  • Pembengkakan di sekitar mata atau mulut, gatal-gatal, gangguan pernapasan (reaksi anafilaktoid).
  • Nyeri tenggorokan, demam, malaise yang terjadi akibat penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Perdarahan hidung, gusi berdarah, perdarahan subkutan di kaki terjadi akibat penurunan jumlah trombosit.
  • Malaise umum, kehilangan nafsu makan, menguningnya kulit dan mukosa yang terjadi akibat disfungsi hati.

Gejala-gejala di atas bukanlah daftar lengkap efek samping obat Mucosta. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda mengalami gejala-gejala selain yang tercantum di atas.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Mucosta, harap perhatikan beberapa informasi keamanan obat berikut ini:

  • Harap digunakan dengan hati-hati pada Lansisa.
  • Penggunaan untuk ibu hamil harus benar-benar dipertimbangkan antara manfaat dan resikonya. Data keamanan obat ini pada ibu hamil belum tercukupi.
  • Penggunaan pada ibu menyusui harus hati-hati. Aktivitas menyusui harus dihentikan selama menggunakan obat ini, karena berdasarkan hasil studi pada mencit menunjukkan bahwa obat Mucosta ikut dikeluarkan bersama dengan air susu ibu.
  • Belum ada rekomendasi penggunaan untuk anak-anak, karena uji klinik dan data keamanan pada anak belum tercukupi.