Neuropyron obat apa?

Neuropyron adalah obat untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat serta demam. Obat ini merupakan salah satu jenis obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (pereda demam) yang cukup kuat sehingga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri berat akibat kolik atau pasca operasi.

Obat yang diproduksi PT Harsen merupakan obat keras sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Selain itu terdapat jenis lain obat ini yaitu Neuropyron V yang komposisinya ditambahankan vitamin B1, B6 dan B12. Ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis, efek samping dan keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui pada penjabaran di bawah ini.

Ikhtisar Obat Neuropyron

Jenis obatAnti inflamasi non steroid (OAINS)
Kandungan
  • Neuropyron: methampyrone dan diazepam
  • Neuropyron-V: methampyrone, vitamin B1, B6 dan B12
KegunaanMeredakan nyeri sedang hingga berat
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori D
SediaanNeuropyron kapsul dan Neuropyron-V kapsul
neuropyron v tablet

Neuropyron V tablet

Mekanisme Kerja

Cara kerja Neuropyron dan Neuropyron-V dapat diketahui dari komposisi bahan aktifnya, yaitu:

  • Methampyron merupakan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) yang digunakan untuk mengatasi nyeri akut dan demam.
  • Diazepam merupakan obat untuk mengatasi gangguan kecemasan berat, sebagai anti kejang dan sedatif serta dapat digunakan untuk meredakan kejang otot.
  • Vitamin B1 merupakan vitamin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi terutama untuk otak dan saraf.
  • Vitamin B6 merupakan nutrisi penting untuk menjalankan fungsi darah, kulit dan sistem saraf pusat.
  • Vitamin B12 merupakan vitamin yang berperan penting dalam proses pembentukan darah dan menyokong fungsi normal otak.

Indikasi atau Kegunaan Neuropyron

Neuropyron digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat, kejang otot, kolik dan nyeri pasca operasi terutama ketika kombinasi dengan obat penenang dibutuhkan.

Untuk Neuropyron-V sebenarnya fungsinya tidak jauh beda, yaitu untuk meredakan nyeri berat. Namun obat ini lebih khusus diformulasikan untuk mengatasi nyeri berat yang berhubungan dengan saraf  seperti pada neuritis dan neuralgia (nyeri kronis akibat terganggunya saraf trigeminal).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Diketahui memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Orang dengan tekanan darah di bawah 100 mmHg.
  • Sedang menderita prikosis akut.
  • Penderita depresi parah.
  • Memiliki kelainan fungsi darah.

Dosis Neuropyron dan Cara Penggunaan

Neuropyron tersedia dalam bentuk sediaan kaplet dengan kekuatan dosis seperti berikut:

  • Neuropyron: tiap tabletnya mengandung methampyrone 500 mg dan diazepam 2 mg.
  • Neuropyron-V: tiap tabletnya mengandung methampyron 500 mg, vitamin B1 50 mg, vitamin B6 100 mg dan vitamin B12 100 mcg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Neuropyron untuk meredakan nyeri sedang hingga parah

  • Dosis dewasa: 1 kaplet sesuai kebutuhan 6-8 jam sekali. Maksimal 4 kaplet per hari.

Dosis Neuropyron V untuk meredakan nyeri akibat neuritis dan neuralgia

  • Dosis dewasa: 1 tablet 3 kali sehari .

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Neuropyron pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Neuropyron

Seperti halnya obat OAINS lainnya, Neuropyron juga memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa diantaranya umumnya dapat reda dengan sendirinya sementara yang lainnya mungkin butuh penanganan oleh dokter. Efek samping tersebut diantaranya sebagai berikut:

  • Mengantuk.
  • Ataksia.
  • Mudah lelah.
  • Konstipasi.
  • Depresi.
  • Hiptensi.
  • Jaundice (kulit dan mata kekuningan).
  • Mual dan muntah.
  • Agranulositosis.
  • Vertigo.

Efek Overdosis Neuropyron

Penggunaan dosis tinggi dalam jangka waktu lama yang tidak berdasarkan resep dari dokter dapat menimbulkan efek overdosis. Beberapa gejalanya seperti gangguan kecemasan, halusinasi dan kesulitan tidur serta kerusakan hati dan ginjal dapat terjadi. Segera hubungi unit kesehatan terdekat jika gejela ini terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal serta kelainan fungsi darah karena akan memerparah kondisinya.
  • Seseorang dengan depresi parah sebaiknya dalam perhatian dokter saat diberikan obat ini.
  • Hindari berkendara atau menjalankan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat menggunakan obat ini.
  • Hentikan konsumsi alkohol saat mengonsumsi obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Neuropyron untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Neuropyron berupa diazepam digolongkan dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu studi penggunaan obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Oleh karena itu penggunaan obat ini pada ibu hamil sebaiknya dihindari atau hanya jika sangat dibutuhkan saja dan dalam pengawasan dokter.
  •  Diazepam diketahui dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui. Meskipun efeknya pada bayi belum diketahui namun sebaiknya menghindari penggunaannya untuk meminimalkan kemungkinan risiko pada bayi. Atau hanya gunakan pada wanita menyusui jika diresepkan oleh dokter.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Neuropyron, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan chloropromazine dapat meningkatkan risiko efek samping yang ditimbulkan.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang menekan sistem saraf pusat karena dapat meningkatkan efek buruk obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan cimetidin dapat meningkatkan risiko iritasi dan tukak pada saluran pencernaan.
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol dapat meningkatkan efek samping obat ini.

Daftar di atas belum mencakup keseluruhan interaksi yang mungkin terjadi. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi dua jenis obat yang belum Anda ketahui interaksinya.