Nisagon obat apa?

Nisagon adalah obat untuk meringankan peradangan pada dermatosis atau penyakit kulit yang responsif terhadap pemberian kortikosteroid serta penyakit kulit yang sudah mengalami komplikasi sekunder berupa infeksi bakteri yang rentan terhadap pemberian antibiotik neomycin. Obat ini merupakan kombinasi kortikosteroid dengan antibiotik.

Obat yang diproduksi oleh PT. Ifars ini merupakan jenis obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Sehingga perlu hati-hati dalam menggunakannya, untuk itu berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi Nisagon dengan obat lain serta informasi keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Nisagon

Jenis obatAntibiotik topikal dengan kortikosteroid
KandunganBetamethasone-17-valerate, neomycin sulphate
KegunaanMeredakan peradangan pada dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid yang disertai infeksi bakteri yang rentan terhadap neomycin
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanNisagon cream 5 gram

nisagon cream

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Nisagon ini dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Betamethasone-17-valerate, merupakan senyawa turunan betametason yang digunakan untuk terapi pada peradangan akibat dermatosis yang merespon pemberian kortikosteroid. Kemampuan anti-inflamasi senyawa obat ini didapat akibat kemampuannya memengaruhi lipokortin yang dapat menghambat asam arakidonat sehingga mengontrol sintesis prostaglandin dan leukotrien yang memediasi peradangan.
  • Neomycin sulphate, merupakan antibiotik dari jenis aminoglikosida yang bekerja dengan mengikat ribosom subunit 30S dari bakteri. Sehingga menyebabkan kesalahan baca pada tRNA bakteri dan menyebabkan protein penting sulit disintesis. Akibatnya bakteri akan kesulitan tumbuh dan kemudian mati. Neomycin utamanya digunakan untuk membasmi bakteri jenis gram negatif dan sebagian mikobakteria, namun tidak efektif terhadap bakteri anaerobik, jamur dan virus.

Indikasi atau Kegunaan Nisagon

Nisagon digunakan untuk mengatasi peradangan dan infeksi bakteri pada dermatosis atau penyakit kulit seperti gatal dan pengelupasan kulit pada eksim, dermatitis herpetiformis dan eksfoliatif eritroderma serta penyakit kulit lainnya yang merespon kortikosteroid dan antibiotik neomycin.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Obat ini tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap betamethason dan neomycin.
  • Tidak boleh digunakan oleh orang yang kulitnya mengalami perioral dermatitis, acne vulgaris (jerawat), infeksi kulit akibat virus (seperti herpes simplex), serta infeksi kulit primer akibat jamur atau kapang.
  • Penderita kelainan fungsi ginjal dan hati yang parah.
  • Dermatosis pada anak umur dibawah 1 tahun.

Dosis Nisagon dan Cara Penggunaan

Nisagon tersedia dalam bentuk sedian krim dengan kekuatan dosis tiap gramnya mengandung:

  • Betamethasone-17-valerate: 0,1%.
  • Neomycin sulphate: 0,5%.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Nisagon untuk peradangan dan infeksi bakteri pada kulit

  • Dosis dewasa: diaplikasikan merata dan tipis-tipis pada area kulit yang sakit, 2 – 3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk penggunaan luar. Hindari kontak dengan mata atau area mukosa lain seperti rongga hidung dan mulut.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis dengan memberikan krim Nisagon terlalu tebal pada jadwal penggunaan berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Nisagon

Nisagon umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping ringan mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa seperti terbakar di kulit.
  • Iritasi.
  • Gatal.
  • Kulit kering.

Efek Overdosis Nisagon

Bulum ada data yang menunjukkan efek overdosis dari penggunaan Nisagon. Namun penggunaan untuk area kulit yang luas dan dalam rentang waktu yang lama mungkin menyebabkan efek sistemik yang memunculkan efek samping berbahaya bagi tubuh. Penyerapan kortikosteroid melalui kulit dapat berefek sistemik yang memicu tekanan pada HPA (hiptalmic-pituary-adrenal) yang memunculkan gejala berupa sindrom cushing, hiperglikemia, glukosuria. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi ini terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini atau jenis kortikosteroid dan antibiotik lainnya.
  • Hanya untuk penggunaan luar, hindari mengenai mata, rongga hidung dan mulut dan hentikan pemakaian jika terjadi reaksi alergi serta konsultasikan dengan dokter segera.
  • Hindari penggunaan dalam jangka waktu lama terutama pada balita dan anak-anak.
  • Durasi pemberian obat ini pada area wajah dan serta kulit anak-anak sebaiknya tidak lebih dari 5 hari dan hindari terkena area kulit yang luka.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Nisagon untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Nisagon digolongkan dalam kategori C dan D untuk ibu hamil. Oleh karena itu penggunaan Nisagon pada ibu hamil sebaiknya dihindari ataupun jika sangat diperlukan harus dalam pengawasan dokter, terutama untuk kehamilan di trimester akhir.
    • Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
    • Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Neomycin diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi memengaruhi kesehatan bayi yang menyusu. Namun untuk penggunaan topikal dalam waktu singkat belum diketahui efeknya pada ibu dan bayi. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Nisagon, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat topikal (kulit) yang mengandung hidrokortison ataupun antibiotik dapat meningkatkan efek obat dan kemungkinan risiko efek sampingnya. Untuk itu hati-hati saat menggunakan obat topikal bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan.