14 Jenis Makanan untuk Orang Sakit Agar Cepat Sehat

Asupan makanan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Apalagi saat sedang sakit, tubuh perlu asupan ekstra. Orang sakit tidak boleh sembarangan makan, umumnya makanan dengan gizi lengkap dan mudah dicernalah yang dijadikan makanan untuk orang sakit.

Tidak hanya mencukupi kekurangan nutrisi, makanan untuk orang sakit sebaiknya juga ikut membantu proses penyembuhan. Beberapa jenis makanan diketahui memiliki efek yang sangat baik untuk membantu tubuh memerangi penyakit. Beberapa jenis makanan itu kami rangkumkan dalam daftar berikut.

makanan untuk orang sakit

Makanan sehat terbaik untuk orang sakit

1. Sup ayam

Makanan yang sering jadi menu wajib di rumah sakit ini sudah lama dikenal sebagai makanan sehat untuk orang sakit. Kandungan protein, mineral, kalori dan vitamin di dalamnya cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam masa penyembuhan.

Sup ayam juga merupakan sumber cairan dan elektrolit yang sangat baik, terutama untuk mereka yang menderita diare. Cukup asupan cairan juga sangat dibutuhkan oleh mereka yang mengalami demam. Saat sedang flu sup ayam hangat akan menggantikan cairan yang hilang dan membantu melegakan hidung tersumbat dengan mengencerkan dahak yang ada.

Selain itu, peneliti juga menemukan kandungan asam amino sistein, asetil sistein dan bentuk sistein lainnya pada sup ayam yang bersifat antivirus, anti inflamasi serta antioksidan yang sangat dibutuhkan orang yang sedang sakit. Sup ayam juga diketahui dapat menghambat neutrofil yang merupakan penyebab munculnya gejala hidung tersumbat dan batuk.

2. Kaldu

Sama seperti sup ayam, kaldu juga termasuk makanan yang sangat baik untuk orang sakit. Kaldu dapat dibuat dari hasil penyaringan rebusan daging, baik itu daging sapi, kambing, daging ayam ataupun daging ikan.

Kandungan nutrisi dalam kaldu cukup lengkap, mulai dari kalori, vitamin dan mineral seperti magnesium, kalsium, folat dan fosfat. Menghirup kaldu saat hangat dapat membantu meringankan hidung mampet saat flu.

Mengonsumsi kaldu saat sakit akan membantu mencukupi kebutuhan cairan dan mineral. Kaldu juga mudah dicerna sehingga tidak memberatkan saluran pencernaan. Namun perlu diawasi penggunaan garam untuk kaldu, bagi mereka yang sensitif terhadap garam sebaiknya jumlahnya disesuaikan.

3. Bawang putih

Bahan makanan yang kerap dijadikan bumbu masakan ini sudah digunakan sejak dahulu sebagai bahan pengobatan. Penelitian modern juga menemukan bahwa bawang putih bersifat antibakteri, antivirus dan anti jamur. Senyawa dalam bawang putih juga diketahui dapat membantu meningkatkan sistem imun.

Sebuah studi juga pernah dilakukan untuk mengukur kemampuan bawang putih dalam penyembuhan. Hasilnya, penelitian tersebut menyimpulkan orang yang rutin mengonsumsi bawang putih lebih jarang sakit dibanding mereka yang tidak makan bawang putih, perbedannya bahkan hingga 70%.

Menambahkan bawang putih pada sup ayam atau kaldu merupakan cara yang efektif untuk meringankan flu dan pilek. Cara ini juga dapat meningkatkan sistem imun yang dapat mempercepat penyembuhan.

4. Air kelapa muda

Mencukupi kebutuhan air adalah hal penting yang harus dilakukan selama sakit. Terutama saat sedang diare, demam tinggi atau muntah-muntah yang dapat mengurangi cairan tubuh secara drastis. Disaat seperti itu, air kelapa muda dapat jadi minuman isotonik alami yang dapat mencukupi kebutuhan air dan elektrolit tubuh.

Baca juga: Kandungan dan manfaat air kelapa muda.

5. Teh hangat

Teh tidak hanya dapat dinikmati saat udara dingin atau saat menjamu tamu. Minuman yang dibuat dengan menyeduh daun teh kering ini ternyata juga sangat baik untuk membantu pemulihan saat sakit. Seperti halnya sup ayam dan kaldu, teh hangat dapat meredakan hidung mampet serta mencukupi kebutuhan cairan.

Kandungan polifenol alami dari teh dapat bersifat antioksidan dan anti inflamasi. Sedangkan kandungan tanin dari teh dapat membantu memerangi virus, bakteri dan jamur di tubuh. Sebuah penelitian menemukan teh hitam yang mengandung tanin yang diberikan pada tikus dapat menurunkan jumlah bakteri yang berkembang di tenggorokan tikus secara signifikan.

6. Madu

Madu sudah dikenal sejak dulu perihal kemampuannya dalam penyembuhan luka, antibakteri serta meningkatkan sistem imun. Itulah mengapa madu dijadikan makanan untuk orang sakit. Terutama untuk mereka yang sedang flu atau mengalami radang tenggorokan akibat bakteri.

Madu juga dapat diberikan pada anak-anak yang mengalami flu atau batuk pilek. Namun, perlu diingat madu tidak boleh diberikan pada balita di bawah umur 12 bulan karena beresiko menyebabkan botulisme. Ketahui lebih lengkap tentang resiko ini pada tulisan berikut: Bolehkan memberikan madu untuk bayi.

7. Jahe

Jahe umumnya dikenal sebagai bahan makanan anti mual, sehingga sering digunakan sebagai terapi mual untuk ibu hamil. Senyawa kimia di dalam jahe juga dapat bertindak layaknya obat anti inflamasi non steroid (seperti, aspirin atau ibuprofen).

Jahe juga dapat bersifat antimikrobial, antioksidan hingga efek anti kanker. Itulah mengapa bahan makanan ini sering ditambahkan dalam sajian makanan untuk orang sakit. Pilihlah jahe yang segar atau ekstraknya untuk diolah menjadi makanan jangan hanya menggunakan perisa jahe sebagai penyedap.

8. Makanan pedas

Salah satu makanan untuk orang sakit lainnya yang cukup unik adalah makanan pedas. Banyak orang mungkin menganggap makanan jenis ini harus dihindari semasa sakit. Padahal kandungan capcaisin dari cabai dapat membantu mengencerkan dahak dan melegakan pernapasan. Kandungan vitamin C dari cabai juga baik untuk proses penyembuhan.

Namun, makanan pedas sebaiknya tidak diberikan pada mereka yang mengalami masalah pencernaan. Cabai dapat menyebabkan perut kembung, rasa nyeri di lambung bahkan hingga menyebabkan muntah pada sebagian orang.

9. Pisang

Pisang umumnya jadi menu wajib untuk pasien di rumah sakit. Buah yang satu ini selain lezat juga kaya kalori dan nutrisi. Teksturnya yang lembut juga memudahkan untuk dicerna. Saat mengalami diare buah pisang dengan seratnya yang tinggi adalah pilihan tepat untuk membantu meredakan diare.

Baca juga: Manfaat bauh pisang untuk kesehatan dan kecantikan.

10. Oatmeal

Sepertihalnya pisang, oatmeal juga merupakan makanan untuk orang sakit yang kerap disajikan di rumah sakit. Oatmela mengandung kalori, vitamin, protein dan mineral yang cukup baik serta dapat menstimulasi sistem imun dan mengontrol gula darah. Itulah mengapa makanan ini jadi pilihan utama para penderita diabetes, kolesterol tinggi dan hipertensi.

11. Yogurt

Makanan hasil olahan susu ini kaya akan kalsium, vitamin dan mineral. Beberapa jenis yogurt juga mengandung probiotik yang dapat membantu meringankan flu serta mempercepat penyembuhan penyakit. Beberapa penelitian juga mengungkap bahwa prebiotik dari yogurt dapat mengurangi kemungkinan flu, mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan kebutuhan akan antibiotik.

12. Alpukat

Alpukat adalah buah dengan kandungan vitamin, mineral serta lemak tak jenuh yang baik untuk proses penyembuhan. Kandungan lemak tak jenuh alpukat, terutama dari jenis asam oleat sangat baik untuk mengurangi peradangan. Senyawa ini juga turut serta berperan menstimulasi sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, tekstur daging buahnya yang lembut sangat baik untuk pencernaan. Itulah mengapa buah ini kerap dijadikan makanan untuk orang sakit.

13. Sayuran berdaun hijau

Vitamin dan mineral sangat penting dipenuhi ketika sakit. Salah satu sumbernya adalah sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung atau selada. Bahan makanan ini kaya akan serat, vitamin A, C dan K serta folat yang baik untuk orang sakit.

Namun perlu diperhatikan, beberapa penyakit memiliki pantangan tersendiri seperti penyakit asam urat yang harus mengurangi asupan sayuran hijau berpurtin tinggi. Untuk kondisi seperti ini, diet sayuran hijau sebaiknya diganti dengan menu lainnya. Ketahui lebih lengkap tentang hal ini di artikel: Pantangan asam urat.

14. Daging ikan

Daging ikan kaya akan protein, mineral dan vitamin, terutama vitamin D. Jenis ikan tertentu seperti salmon dan ikan kembung serta jenis ikan berlemak lainnya memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang cukup tinggi. Asam lemak omega-3  ini memiliki efek anti inflamasi yang cukup kuat sehingga membantu mengurangi peradangan dan tentunya sangat bermanfaat untuk orang yang sedang sakit.