18 Makanan yang Mengandung Lemak Trans (Jahat)

Makanan yang mengandung lemak trans memang terasa lebih enak dan gurih. Lemak trans biasanya mengendap pada makan cepat saji, gorengan, makanan kemasan, dan lain sebagainya. Walaupun telah banyak produsen makanan cepat saji yang mengurangi jenis lemak ini, tetapi tetap saja itu membahayakan.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa nol lemak trans pada makanan adalah makanan yang paling baik untuk kesehatan. Oleh sebab itu, Anda sebagai konsumen harus lebih teliti lagi dalam membeli makanan atau jajan di luar. Penasaran? makanan apa saja yang mengandung lemak trans. Yuk! simak penjelasannya di bawah ini.

makanan yang mengandung lemak trans

Apa Saja Makanan yang Mengandung Lemak Trans?

Untuk mempermudah Anda dalam memilih makanan sehat, berikut ini kami sajikan makanan-makanan yang mengandung lemak trans (jahat) yang harus Anda batasi atau bahkan dihindari sama sekali.

1. Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng sangat berisiko mengandung lemak trans. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar pedagang gorengan menggunakan minyak goreng yang digunakan berkali-kali (minyak jelantah). Hal ini dilakukan oleh banyak pedagang yang ingin menekan biaya modal mereka dengan menggunakan minyak bekas pakai daripada minyak kemasan yang baru.

Itulah sebabnya, makanan yang digoreng merupakan makanan yang mengandung lemak trans paling tinggi. So, jauhi atau berhenti memakan makanan yang digoreng beralihlah untuk mengonsumsi sayur atau makanan yang direbus.

2. Pie

Kue pie belakangan ini sedang digemari oleh sebagian anak remaja, terutama kue pie apel atau pie susu khas Bali. Kue pie tersebut memang sangat enak dan renyah, sehingga membuat semua orang yang mencicipinya pasti ingin memakannya lagi.

Namun, di balik kerenyahannya tersebut tersimpan lemak trans yang dapat membahayakan Anda. Pie merupakan salah satu jenis makanan yang dipanggang dan biasanya terkenal mengandung lemak trans. Jadi, bagi Anda pecinta kue pie, sebaiknya perlahan-lahan mulai membatasi konsumsi makanan tersebut.

3. Kentang Goreng

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan makanan instan yang satu ini, karena makanan ini banyak di jual di restoran-restoran cepat saji asal Amerika. Tahukah Anda? bahwa untuk menggoreng kentang tersebut beberapa produsen makanan cepat saji menambahkan hidrogen ke minyak sayur.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minyak terhidrogenasi tersebut merupakan sumber lemak trans yang berbahaya. Meskipun, sekarang sebagian restoran cepat saji telah berhenti menggoreng menggunakan minyak tersebut, namun Anda harus tetap waspada.

Oleh karena itu, kurangi mengonsumsi kentang goreng cepat saji. Jika Anda ingin memakan kentang goreng, maka lebih baik Anda menggorengnya sendiri di rumah. Hal tersebut akan membuat Anda terhindar dari lemak trans.

4. Margarin

Belum lama ini, banyak sekali produk margarin sehat (unsalted) yang dijual di supermarket, dikarenakan dibuat dari minyak sayur bukan produk susu atau hewan. Namun, untuk margarin terutama yang berbentuk padat (stick margarine) tetap saja banyak mengandung minyak dan terlebih apabila minyak tersebut kaya akan lemak trans.

Oleh karena itu, mulai sekarang gunakanlah margarin cair atau margarin yang bebas lemak. Hal tersebut merupakan cara yang efektif untuk tetap makan margarin, namun tidak membahayakan kesehatan.

5. Muffin

Makanan khas Negara Inggris ini sedang digemari oleh para pecinta kuliner Indonesia. Hal tersebut dirasa wajar karena muffin menyajikan kelembutan dan kenikmatan yang membuat semua orang menyukainya.

Ternyata, si lembut muffin juga berbahaya bagi kesehatan Anda,karena pada umumnya sebagian besar muffin mengandung lemak trans. Namun, Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari muffin yang mengandung lemak trans.

Ketika Anda membeli muffin di toko kue, cek terlebih dahulu kandungan bahan pada kemasannya. Apabila Anda menemukan kata “”shortening” pada banyak bahan di daftar bahan, maka itu adalah tanda bahwa muffin tersebut mengandung lemak trans.

Bahkan ada sebuah toko kue yang mengandung 1,5 gram lemak trans per porsi, tapi ada toko kue juga yang sama sekali tidak mengandung lemak trans. Oleh karena itu, jadilah konsumen yang teliti dan kritis.

6. Ayam goreng

Siapa yang tidak suka ayam goreng? hampir semua orang menyukai makanan ini, karena rasanya yang gurih dan crispy. Makanan ini bisa Anda temukan dari mulai pedagang pinggir jalan hingga restoran-restoran ternama. Anda harus waspada karena sebagian besar ayam goreng di restoran cepat saji mengandung 1 gram lemak trans.

Waw! Coba Anda bayangkan sekarang, sudah berapa gram lemak trans yang masuk ke dalam tubuh Anda?  Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengurangi mengonsumsi makanan mengandung lemak trans tersebut demi kesehatan tubuh Anda.

7. Es krim

Makanan manis dan dingin yang satu ini memang digemari oleh semua usia, khususnya anak-anak. Es krim juga memiliki berbagai rasa dan bentuk, sehingga membuat penikmatnya tak pernah bosan untuk selalu mencicipinya. Tapi, sebagian besar produk es krim mengandung 0,5 gram lemak trans per porsi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ketelitian Anda saat membeli produk sangat diperlukan. Perhatikan daftar bahan yang terdapat pada bagian belakang kemasan. Apabila pada daftar utama kata “minyak terhidrogenasi parsial” tidak ada, maka kemungkinan produk tersebut hanya mengandung lemak trans alami dan dianggap tidak berbahaya seperti lemak trans buatan. Walaupun produk ini kaya kalori, jadi Anda tetap harus memperhatikan asupan Anda.

8. Krimer

Bagi pecinta kopi, mungkin sudah tidak asing lagi dengan krimer. Krimer adalah produk emulsi lemak yang sering ditambahkan dalam secangkir kopi. Namun, hal tersebut sama saja dengan menambah lemak trans ke dalam minuman Anda.

Sebagian besar produk kopi bubuk kemasan atau instan yang menggunakan krimer mengandung minyak nabati terhidrogenasi. Walaupun bukan minyak terhidrogenasi parsial atau dianggap berbahaya bagi kesehatan, namun sebaiknya Anda tetap menghindari makanan tersebut karena minyak terhidrogenasi mengandung beberapa lemak jenuh .

9. Popcorn

Popcorn sebenarnya merupakan makanan ringan yang sehat karena terbuat dari biji jagung. Selain itu, popcorn juga merupakan kudapan yang sangat asik apabila dinikmati saat menonton film di bioskop. Tapi saat ini banyak sekali popcorn yang dijual menggunakan topping yang lengket di atasnya. Tentu saja hal tersebut menambah kenikmatan popcorn dan biasanya topping tersebut terbuat dari campuran mentega dan karamel.

Seperti yang telah disingung sebelumnya, bahwa mentega bisa saja menimbulkan lemak trans. Maka, popcorn dengan topping juga dapat saja mengandung lemak trans. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi popcorn menggunakan topping yang lengket.

10. Daging Giling

Sama halnya dengan produk olahan susu, produk olahan daging juga bisa mengandung lemak trans alami. Salah satu produk olahan tersebut adalah daging giling atau daging kemasan.

Di pasar swalayan dan supermarket banyak sekali beredar produk daging sapi instan tersebut. Selain itu, para pedagang burger pinggiran juga sering menggunakan daging tersebut sebagai isi dari burger mereka. Maka dari itu, untuk menghindari lemak trans sebaiknya Anda berhenti mengonsumsi makanan olahan daging, seperti daging burger (kemasan), sosis daging sapi, dan daging sapi.

11. Biskuit

Makanan yang mengandung lemak trans selanjutnya adalah biskuit. Makanan renyah ini ternyata dapat mengandung lemak trans sebnayak 0,5 gram per porsi. Jadi, selalu perhatikan kandungan bahan, saat membeli biskuit di pasar.

12. Keripik atau Makanan Ringan

Saat kita memakan keripik atau makanan ringan pasti terdapat rasa renyah dan asin.  Garam yang digunakan untuk makana tersebut busa jadi memiliki kadar trans-lemak di bawah 0,5 gram per porsi, namun tidak semua makan ringan mengandung hal tersebut. So,  jika Anda ingin tetap mengonsumsi keripik atau makan ringan, maka perhatikan daftar bahannya sebelum membeli.

13. Mi Instan

Mi instan merupakan makanan favorit sebagian orang, karena rasanya yang gurih dan cepat pengerjaannya. Namun, mengonsumsi mi instan terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan mi instan juga dapat mengandung lemak trans hingga 1,5 gram lemak. Ada baiknya Anda mengganti kebiasaan mengonsumsi mi instan dengan mengonsumsi sayur atau buah-buahan, karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan.

14. Sambal atau Saus Botol

Sebagian besar masyarakat Indonesia umumnya sangat menyukai masakan pedas, sehingga produk sambal atau saus botol sangat laris di pasaran. Hal tersebut membuat beberapa produsen cabai atau saus botol berlomba menciptakan variasi jenis sambal atau saus botol, mulai dari jenis sambal lokal hingga luar negeri.

Namun, beberapa sambal atau sus botol ternyata dapat mengandung antara 0,5 dan 1,5 gram lemak trans per porsi. Jadi, apabila Anda penggemar makanan pedas, sebaiknya berhenti mengonsumsi sambal atau saus botol dan mulai menggantinya dengan sambal rumahan bikinan sendiri.

15. Puding kemasan

Puding merupakan makanan kecil yang biasanya dijadikan sebagai makan penutup. Seiring berjalannya waktu muncul beberapa produk puding kemasan yang memiliki varian rasa dengan saus (fla) yang beraneka ragam. Produk ini menjadi sangat diminati karena pembuatannya yang mudah dan rasanya yang sangat manis.

Namun, seperti halnya makanan kemasan atau instan lainnya, puding kemasan juga dapat mengandung 1 gram lemak trans dan lemak jenuh antara 8% sampai 10%.

16. Susu Kaleng

Pada dasarnya, susu merupakan minuman yang sehat dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung protein yang tinggi. Namun, mengonsumsi susu secara berlebih juga dapat berbahaya bagi kesehatan akibat kelebihan protein.

Seperti halnya produk olahan susu lainnya, susu juga bisa mengandung lemak trans, terutama susu kaleng. Banyak sekali produk susu kaleng mulai dari yang tidak berasa sampai memiliki macam-macam varian rasa. Intinya, tetap teruskan kebiasaan mengonsumsi susu, namun perhatikan juga kandungan bahan pada kemasan agar terhindar dari susu kaleng yang mengandung lemak trans.

17. Pizza

Makanan khas Italia ini merupakan makanan yang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Maka dari itu beberapa produsen pizza menciptakan berbagai inovasi pemesanan untuk memudahkan konsumen, seperti pesan antar dan drive trhu.

Hal tersebut yang membuat banyak orang memesan dan menyimpan sisa pizza-nya di dalam lemari es. Pizza yang beku bisa jadi mengandung sekitar 1 gram lemak trans pada tiap irisan atau sajian.

Ada baiknya, bagi penggemar makanan ini untuk tidak terbiasa menyimpan pizza dalam lemari es dan mengonsumsinya pada hari berikutnya. Dengan begitu, Anda tetap bisa meninkmati makanan favorit Anda dan juga terhindar dari bahaya lemak trans.

18. Makanan Beku

Bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan tinggi dan tidak sempat untuk sekadar berbelanja sayuran di warung atau pasar, biasanya mereka menyiapkan makanan beku di lemari es mereka. Namun, makanan beku cenderung mengandung lemak trans tambahan sekitar 0,5 gram. Jadi, sebaiknya mengurangi mengonsumsi makanan beku dan instan yang tidak bermanfaat bagi kesehatan.

Ada banyak sekali, kan? makanan yang tidak sehat dan mengandung lemak trans. Intinya selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih makanan  kemasan, terutama untuk sajian bersama dengan keluarga. Lindungi diri Anda dan keluarga dari bahaya lemak trans agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer