20 Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Sering Tak Disadari

Di samping faktor genetik, terjadinya tekanan darah tinggi tidak terlepas dari faktor gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu. Jadi Anda perlu mengenal jenis makanan penyebab darah tinggi yang berpotensi meningkatkan tekanan darah baik sesaat ataupun jangka panjang.

Darah tinggi jelas bukanlah gangguan kesehatan yang boleh dibiarkan begitu saja. Sebab jika tidak segera diatasi, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada jaringan dan organ tubuh.

makanan penyebab darah tinggi

Akibatnya, pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lagi bisa fleksibel seperti sebelumnya. Bila ini sampai terjadi, maka bukan tak mungkin penderitanya mengalami berbagai penyakit seperti serangan jantung, stroke, aneurisma, serta gagal jantung dan ginjal.

Salah satu penyebab utama darah tinggi adalah karena makanan, dan yang paling populer adalah makanan yang tinggi kandungan garam atau sodiumnya. Oleh karenanya di samping olahraga teratur dan minum obat, penderita hipertensi sebaiknya menghindari deretan makanan penyebab darah tinggi. Bagi orang sehat sebaiknya membatasi jumlah konsumsinya.

Inilah daftar makanan penyebab darah tinggi yang harus dihindari:

1. Makanan hasil proses

Biasanya makanan hasil proses industri atau pabrikan mengandung garam yang tinggi. Padahal menurut AHA (American Heart Association), 1 sdt garam meja saja sudah mengandung 2.300mg sodium. Sedangkan batasan jumlah sodium sehari-hari hanyalah 1.500mg saja untuk mereka yang menderita hipertensi.

Selain sebagai penambah rasa, garam dalam produk kemasan biasanya juga berperan sebagai zat pengawet. Untuk itu, sebisa mungkin hindari makanan kemasan seperti keripik, popcorn, makanan beku, makanan siap saji, dan yang sarat kadar garamnya.

Kalau ingin membeli makanan kemasan, baca lebih dulu label bahannya dan pilih yang rendah sodium atau tidak mengandung garam.

2. Makanan yang mengandung garam berlebih

Makanan yang diolah dengan sodium atau garam berlebih, walaupun itu adalah masakan rumah atau yang berlabel sehat sekalipun, sebaiknya juga dihindari konsumsinya. Karenanya saat pesan makanan di restoran atau masak sendiri, jangan bubuhkan garam berlebihan dalam masakan.

3. Alkohol

Minum alkohol sih boleh-boleh saja untuk alasan kesehatan dan selama porsinya tak berlebihan karena kadar alkohol berlebih dapat mendongrak tekanan darah ke tingkat berbahaya. Solusi dari pihak AHA adalah batasi konsumsinya menjadi 2 gelas per hari untuk pria dan 1 gelas untuk wanita.

4. Kopi

Kafein yang terdapat dalam kopi merupakan stimulan yang membuat Anda tetap terjaga lebih lama. Namun sama seperti stimulan lainnya, kafein juga bisa menaikkan sementara tekanan darah. Penyebabnya adalah, kafein menghalangi adenosin, hormon yang bertugas menjaga agar pembuluh darah tetap lebar.

5. Gula rafinasi

Kebanyakan gula pasir yang memiliki tampilan warna putih bersih su11`dah melewati proses rafinasi atau pemurnian. Sayangnya, konsumsi gula rafinasi berlebih dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh. Dan bukan rahasia lagi kalau obesitas dan overweight juga merupakan salah satu penyebab tekanan darah tinggi.

6. Kue, roti, pastri, dan sejenisnya

Makanan yang cita rasanya manis pun dapat menyebabkan darah tinggi karena biasanya sarat kandungan garam, lemak jenuh, gula, dan sodiumnya. Terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan ini bisa memicu obesitas dan naiknya tekanan darah.

7. Produk tomat kalengan

Jika 200-250 ml jus tomat mengandung 680mg sodium, maka lebih bahaya lagi dengan saus tomat kemasan yang bisa memuat 1.300mg sodium. Inilah mengapa tomat kalengan masuk dalam daftar makanan penyebab darah tinggi.

8. Daging merah

Memang steak daging itu enak, namun tetap saja makanan satu ini kaya akan lemaknya. Selain itu, umumnya daging panggang dibumbui dengan banyak garam agar citarasanya lebih menonjol. Jika ingin tetap makan, batasi porsinya karena terlalu banyak bisa membahayakan jantung dan pembuluh darah.

9. Mie instan

Salah satu makanan penyebab darah tinggi lainnya adalah mie instan. Karena merupakan makanan kemasan, tiap kemasan mie instan rata-rata mengandung 14gr lemak dan 500-1000mg sodium. Ketahui juga: Bahaya Mie Instan yang Perlu Diwaspadai

10. Bacon atau daging asap

Daging yang diasapi ini memang memiliki citarasa yang nikmat. Namun ternyata, 3 lembarnya saja sudah mengandung sekitar 4,5 gr lemak dan 270mg sodium.

11. Donat

Cemilan yang satu inipun sarat akan kalori (lebih dari 300 kalori), lemak (43%), dan karbohidratnya (53%). Namun karena cara mengolahnya dengan digoreng, maka otomatis ada tambahan lemak trans dan lemak jenuh dalam tiap sajiannya. Anda yang ingin menjalani pola makan sehat sebaiknya menghindari makanan satu ini.

12. Susu berlemak

Kebiasaan minum susu sering dianggap baik. Hal itu memang benar kalau jenisnya adalah no atau low-fat. Tapi kalau susunya bertipe whole yang kaya akan lemak, maka secangkir saja sudah mengandung 8gr lemak, 5gr di antaranya adalah lemak jenuh yang dapat memicu penyakit jantung.

13. Acar

Acar seringkali dianggap sehat karena kalorinya rendah. Namun ingat, proses pembuatan acar melibatkan banyak sekali sodium.

14. Margarin

Margarin acapkali dianggap lebih baik ketimbang mentega. Namun beberapa merk margarin juga mengandung lemak trans tinggi. Baca kemasan produk baik-baik sebelum membeli.

15. Produk susu

Meski produk susu kaya akan kalsium, namun kandungan sodiumnya juga banyak. Secangkir susu rendah lemak saja misalnya diperkirakan mengandung kurang lebih 100mg sodium. Lain lagi dengan beberapa produk keju yang muatan garamnya lebih tinggi.

Karenanya, saat memilih keju, pilih yang sodiumnya di bawah 140 mg/ sajian. Anda juga bisa menggunakan keju jenis mozarella atau Swiss yang biasanya rendah kandungan sodiumnya. Baca kemasan lebih lanjut agar tak sampai salah membeli.

16. Roti isi

Keberadaan sandwich atau roti isi sebagai pengganjal perut sudah sangat populer di tanah air. Selain praktis, makanan ini juga dianggap menyehatkan karena berisi sayur, tomat, keju, dan daging. Namun bicara soal sandwich yang benar-benar aman untuk penderita darah tinggi, Anda harus lebih dulu mengetahui apa saja isinya.

Jika di dalam roti isi tersebut terdapat bacon, salami, atau daging hasil proses lain yang cenderung tinggi sodium, nitrat, fosfor, dan zat pengawet lainnya, maka jelas itu tidak aman. Jadi, cerdiklah saat membeli atau membuat sandwich agar isinya tak sampai membahayakan kadar tekanan darah Anda.

17. Yang mengandung gula tambahan

Umumnya ada gula tambahan dalam produk kemasan, biasanya dalam bentuk fruktosa. Menurut analisa yang dipublikasikan British Medical Journal, tambahan fruktosa lebih berisiko menaikkan tekanan darah, jantung, dan stroke dibanding garam tambahan. Dan produk yang paling banyak fruktosanya adalah minuman kemasan dan soda.

18. Minuman berenergi

Studi yang dilakukan Mayo Clinic mendapati kalau minuman berenergi dapat meningkatkan, baik itu sistolik maupun diastolik, sehingga tekanan darah naik rata-rata 6,4% setelah meminumnya.

Penyebabnya adalah karena tingginya kandungan kafein dan gula dalam jenis minuman ini yang memicu perubahan akut pada tekanan darah. Di samping itu, minuman berenergi juga mengandung stimulan lain dan suplemen yang dapat meningkatkan tekanan darah.

19. Seafood dan ikan beku

Jika Anda tergoda untuk membeli seafood atau ikan beku karena sulit mendapatkan yang segar, maka pikirkan lagi. Seperti disebutkan sebelumnya, makanan hasil proses, siap saji, atau yang sejenis itu rata-rata mengandung banyak sodium sebagai pengawet.

20. Makanan berlemak

Berbagai hasil riset sepakat kalau makanan sarat lemak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ketika beberapa studi membandingkan hal ini dengan diet ala vegetarian, mereka mendapati kalau penggemar sayur dan buah cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah. Hal ini tentu masuk akal, mengingat sayur dan buah kaya akan serat dan juga lemak tak jenuh tunggal yang dapat menurunkan tekanan darah.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer