Apa itu Gluten Free, Pentingkah Menerapkan Diet Semacam Ini?

Akhir-akhir ini istilah ‘gluten free’ semakin akrab ditemui pada sejumlah kemasan produk makanan. Bahkan menjadi tren diet yang sering diterapkan terutama pada mereka kaum hipster yang gemar tampil beda. Lantas, apa maksud dari gluten free itu sendiri? Pentingkah menerapkan diet semacam ini dalam keseharian? 

diet gluten free

Apa itu gluten free?

Gluten adalah jenis protein yang terdapat pada gandum dan kerabat dekatnya seperti jelai (barley), gandum hitam (rye) atau persilangannya yang disebut dengan triticale. Kata gluten sendiri berasal dari bahasa Latin yakni glu atau glue yang berarti melekat seperti lem.

Sifatnya tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat adonan dari berbagai olahan makanan agar dapat mengembang dan memiliki tekstur yang elastis. Beberapa contohnya seperti roti, kue, mie, pasta, donat, biskuit dan segala olahan makanan yang berbahan dasar gandum atau tepung terigu.

Beralih pada istilah gluten free, berarti mengacu pada eliminasi komplit semua sumber makanan yang mengandung gluten. Kendati demikian, hal ini tidak benar-benar berlaku pada sejumlah produk makanan berlabel gluten free dipasaran yang nyatanya masih dimungkinkan adanya kandungan gluten dalam kadar tertentu.

Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration, FDA) sendiri menyatakan bahwa, label gluten free yang tertera pada beberapa kemasan produk makanan tidak menjamin suatu produk makanan tersebut nol gluten. Melainkan bisa saja mengandung gluten dalam batas amannya, yakni <20 ppm.

Gluten free tak berarti bebas gluten sama sekali.

Dipilihnya batas aman 20 ppm daripada nol ppm dilatarbelakangi oleh karena kemampuan teknologi saat ini yang masih belum dapat diandalkan dalam mengukur kehadiran gluten hingga benar-benar nihil sama sekali.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa istilah gluten free adalah suatu pelabelan yang mengindikasikan bahwa produk makanan tersebut dimungkinkan mengandung gluten namun dengan kadar terendah dan tidak menimbulkan bahaya, yakni <20 ppm.

Tahukah Anda, bahwa ada penyakit berbahaya akibat mengonsumsi Gluten ini, yaitu: Penyakit Celiac

Pentingkah menerapkan diet gluten free dalam keseharian?

Bicara penting atau tidaknya diet bebas gluten, bergantung pada sebab akibatnya. Setidaknya ada tiga kondisi utama yang menjadi alasan penting dibalik penerapan diet bebas gluten, yakni penyakit celiac, intoleransi gluten dan alergi gandum.

Pada sejumlah orang dengan kondisi tersebut, diet bebas gluten menjadi penting lantaran dapat menghasilkan resolusi gejala dan perbaikan kerusakan mukosa dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan dapat menurunkan risiko mortalitas, memperbaiki densitas tulang sekaligus memperbaiki parameter nutrisi.

Sering mual, muntah dan sakit perut selepas makan roti, mie atau berbagai produk olahan lain dari gandum? Cobalah diet gluten free sambil bekerjasama dengan dietitian.

Sementara itu, penerapan diet bebas gluten bagi mereka tanpa indikasi justru tidak disarankan. Mengapa? karena dapat berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi. Pasalnya hampir sebagian besar serealia atau biji-bijian yang kaya akan vitamin, mineral dan serat terkandung gluten didalamnya.

Terlebih bila diet yang dijalani lebih mengandalkan produk bebas gluten olahan komersil dibanding makanan yang secara alami bebas gluten. Misalnya seperti buah-buahan, sayuran, daging merah, ikan, unggas, telur, susu dan beberapa lainnya.

Jadi, diet bebas gluten itu penting bagi mereka dengan indikasi. Bahkan merupakan suatu keharusan lantaran tak ada pengobatan paling efektif dalam mencegah kerusakan mukosa akibat pajanan terhadap gluten selain tunduk patuh pada diet ini.

Sebaliknya, diet bebas gluten bisa menjadi tidak penting untuk diterapkan pada mereka dengan sistem pencernaan normal apalagi yang hanya sekedar mengikuti tren diet semata. Seseorang yang dapat hidup tanpa pantangan makanan cukup lakukan diet gizi seimbang dengan niat sepenuh hati dan konsisten. Tak perlu berjibaku dengan berbagai jenis diet yang semakin beragam terlebih hingga menyiksa diri sendiri.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT