Buah Penurun Panas yang Perlu Dikonsumsi Ketika Demam

Ketika demam menyerang, biasanya kita diimbau untuk minum banyak air, mengonsumsi sup ayam serta makanan yang mengandung probiotik. Namun tak banyak yang tahu kalau kita juga harus mengonsumsi buah penurun panas guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Waktu sakit, penting sekali bagi tubuh untuk memperoleh nutrisi yang lebih banyak dari biasanya. Alasannya sederhana, tubuh perlu lebih banyak energi agar cukup kuat untuk melawan penyakit yang sedang menyerang.

buah penurun panas

Pada saat itu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya sederhana saja dan mudah dicerna agar tidak memperberat kerja sistem pencernaan. Termasuk buah-buahan penurun panas yang akan kita bahas kali ini.

Tak seperti makanan lain, buah memiliki tekstur yang mudah dicerna. Di samping itu, buah juga mengandung banyak vitamin yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

Buah penurun panas yang dimaksud disini bersifat membantu menurunkan demam, jadi tetaplah mengonsumsi obat sesuai arahan dokter.

Mengenai konsumsi buah ketika sedang sakit, Anda sebaiknya:

  1. Mencuci bersih sebelum mengonsumsinya.

Demam sebenarnya merupakan pertanda bahwa tubuh sedang berjuang melawan infeksi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk meminimkan pemicunya. Dikarenakan makanan dan minuman merupakan penyebab infeksi yang paling besar, maka Anda atau anggota keluarga lain perlu memastikan kebersihan buah-buahan yang akan dimakan.

Sebelum mengonsumsi buah segar, pastikan untuk mencucinya sampai bersih dengan air mengalir. Anda juga bisa mencuci buah dengan larutan air bercampur garam untuk membunuh kuman yang mungkin melekat pada kulitnya.

  1. Menghindari makan buah yang kulitnya sudah terkelupas dalam waktu lama.

Udara sekitar yang sarat bakteri, virus, dan kuman berbahaya bisa mencemari buah sehingga membuatnya semakin memperparah infeksi dalam tubuh.

  1. Sebaiknya mengupas kulitnya sebelum dimakan.

Meski beberapa kulit buah seperti apel misalnya, mengandung vitamin, namun karena sistem kekebalan tubuh Anda lemah ketika sakit, maka ada baiknya Anda tetap menyisihkan kulitnya. Selain tekstur kulit yang lebih susah dicerna, bagian ini juga rawan terpapar pestisida berbahaya (kecuali kalau buah tersebut ditanam secara organik).

  1. Tidak mengonsumsi buah kaleng atau jus kemasan.

Kedua jenis makanan hasil proses tersebut biasanya mengandung zat pengawet dan gula dalam kadar yang cukup tinggi sehingga dapat menghambat proses kesembuhan.

Daftar Buah Penurun Panas

Apa solusi cemilan sehat ketika meriyang? Tentulah dengan mengonsumsi buah penurun panas dalam keadaan segar dan bersih, misalnya seperti:

# Jeruk

Selain makan buahnya, Anda juga disarankan minum segelas jus jeruk, lemon, jeruk nipis, atau grapfruit setiap 3 jam sekali. Jus buah ini tak hanya dapat menambah energi, namun juga kaya vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Anda hanya perlu mencampurkan ekstrak atau perasan buahnya dengan ½ cangkir air. Jangan menambahkan gula ataupun es ke dalamnya, apalagi kalau tubuh sedang panas tinggi. Buah sumber vitamin C lain yang juga wajib dikonsumsi antara lain strawberry, semangka, kiwi, serta nanas.

# Semangka

Semua orang yang mengalami demam pasti berselera ketika dihidangkan buah semangka. Rasa haus dan dahaga ketika demam bisa mudah diusir dengan buah yang satu ini. Pasalnya buah semangka mengandung sekitar 91 persen air. Tentu buah penurun panas ini akan sangat bermanfaat mencegah terjadinya dehidrasi.

Semangka juga kaya kan nutrisi, seperti vitamin B6, kalium, dan karbohidrat. Sumber energi , mineral, dan vitamin tersebut akan mempercepat proses penyembuhan penyakit yang menyebabkan demam.

# Melon

Hampir sama seperti semangka yang memiliki banyak kandungan air, melon juga mengandung vitamin E dan vitamin A (karotenoid) yang berperan sebagai antioksidan. Dengan demikian, melon pun dinobatkan sebagai buah penurun panas atau demam. Meskipun efeknya tidak secara langsung dan masih bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat penurun panas.

# Mentimun

Mentimun kaya akan kandungan airnya. Buah semacam ini akan sangat diperlukan sebagai penurun panas. Meskipun efeknya tidak langsung dirasakan, namun buah kaya air sudah pasti meringankan gejala demam dan mencegah bahaya dehidrasi akibat suhu tubuh yang tinggi.

# Delima Merah

Nama lain delima merah adalah pomegranate. Buah ini memang dipercaya sebagai buah super karena kandungan antioksidan yang tinggi berupa vitamin C. Vitamin C akan meingkatkan daya tubuh Anda. Sehingga secara tidak langsung buah delima merah bisa menurunkan panas secara tidak langsung.

# Apel

Sebutir apel mengandung antioksidan yang efeknya setara dengan 1500 mg vitamin C. Di samping itu, apel juga mengandung flavonoid yang dapat mencegah kanker dan jantung.

# Pepaya

Kandungan vitamin C yang tinggi membuat pepaya manjur untuk menyembuhkan demam. Tak hanya itu, beta karoten, vitamin C, serta E dalam buah ini mampu mengurangi peradangan di seluruh tubuh sekaligus meminimalisir sesak nafas.

# Cranberry

Dibanding buah dan sayuran lainnya, antioksidan dalam cranberry jauh lebih banyak kadarnya. Satu porsi cranberry diperkirakan memiliki antioksidan 5 kali lebih banyak daripada brokoli. Di samping itu, cranberry juga merupakan sumber probiotik alami yang dapat meningkatkan bakteri baik dalam usus.

# Grapefruit

Buah penurun panas berikutnya ini juga kaya vitamin C dan komponen bernama limonoid yang dapat menurunkan kolesterol.

# Pisang

Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dapat meredakan sakit kepala, depresi, stres, dan insomnia. Tak hanya mengandung magnesium yang dapat menguatkan tulang, pisang juga dapat menggantikan potasium yang hilang dari tubuh akibat diare, berkeringat, atau muntah.

# Anggur/ kismis

Kismis merupakan versi kering dari buah anggur. Keduanya mengandung antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga baik untuk mereka yang demam. Selain itu, kismis juga dimuati dengan vitamin C yang dapat membantu proses penyembuhan.

Jadi, dari sekian banyak buah penurun panas yang disebutkan di atas, manakah yang biasanya Anda konsumsi saat demam? Dan mungkin bisa menjadi pilihan sebagai buah tangan ketika menjenguk si sakit.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer