11 Buah Penyubur Kandungan Bagi yang Ingin Cepat Hamil

Pasangan yang belum juga dikaruniai anak harus menyertakan deretan buah penyubur kandungan berikut dalam menu makan sehari-hari. Bukan tanpa alasan, setiap jenis buah yang bisa membantu cepat hamil ini kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, serta phytonutrient yang penting bagi kesuburan pria maupun wanita.

Jadi, buah ini tidak hanya untuk penyubur kandungan saja, tetapi juga menyuburkan ‘benih’ yang akan ‘ditanam’ di dalamya. Setiap nutrisi yang akan kita bahas nanti setidaknya akan bekerja dengan cara mempertahankan keseimbangan hormon dan keseimbangan asam-basa yang bermanfaat bagi kesuburan.

buah penyubur kandungan

Beragam antioksidan serta nutrisi tersebut sangat diperlukan untuk:

  • Kesehatan sperma dan sel telur.
  • Ovulasi.
  • Penebalan dinding rahim sebagai tempat menempelnya embrio.
  • Pembentukan sel darah merah.
  • Kesehatan tulang.
  • Perkembangan janin.

Jadi tunggu apalagi?! Selagi berusaha hamil, maka tingkatkan asupan deretan buah penyubur kandungan berikut ini. Siapa tahu beberapa di antaranya adalah buah favorit bunda.

Buah-buahan yang memiliki efek sebagai penyubur kandungan:

1. Mangga

Mangga kaya akan karoten, antioksidan dan nutrisi seperti vitamin C, tembaga, vitamin B (termasuk B6 yang penting untuk kesehatan siklus haid), thiamine, riboflavin, niasin, asam folat, vitamin E, potasium, serta magnesium.

Di samping itu, buah bernama latin Mangifera indica ini juga merupakan sumber serat, baik yang sifatnya larut maupun tak larut. Kelebihan mangga lainnya adalah kandungan enzim proteolitiknya dapat mencerna protein dan enzim lain sehingga memperbaiki sistem pencernaan. Dan bila kandungan vitamin A-nya dapat menghindarkan tubuh dari infeksi, maka agen antikumannya bisa membunuh bakteri penyebab diare.

Sangat mudah sekali untuk menikmati buah penyubur kandungan ini. Selain dengan dimakan langsung (lebih baik saat masih mentah), bunda juga bisa mengolahnya dalam bentuk salad, sup dingin, acar nasi goreng, hingga minuman smoothie.

2. Pepaya

Tak salah memang bila pepaya disebut sebagai buahnya para malaikat. Di samping mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel telur dan sperma, buah ini juga merupakan sumber karoten (vitamin A), vitamin C, asam folat, potasium, serta serat. Pepaya juga mengandung vitamin E, antioksidan penting yang dapat melindungi persatuan antara DNA sperma dan sel telur. Lebih dari itu, indeks glikemik pepaya juga rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes juga.

Satu nutrisi unggulan lain yang ada dalam pepaya adalah enzim papainnya yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit, pengencer darah/ antikoagulan, serta antiradang. Bagi pasangan yang mengalami alergi tertentu, nutrisi dalam pepaya ini juga dapat mendongkrak sistem kekebalan tubuh. Baik mentah maupun matang, pepaya bisa dinikmati sebagai bagian dari salad, rujak, dan lain sebagainya.

3. Jambu biji

Siapa sangka kalau buah yang termasuk dalam deretan superfood ini juga bisa menyuburkan kandungan?! Tak hanya dipadati vitamin C saja, buah penyubur kandungan satu ini juga mengandung likopen dan antioksidan. Seperti kita ketahui bahwa vitamin C dapat mendongkrak sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, memperbaiki pencernaan, serta melindungi DNA dari kerusakan.

Kandungan mangan dalam jambu biji juga dapat membantu tubuh menyerap nutrisi penting dari makanan. Selain itu, jambu biji juga bisa membantu tubuh untuk menghasilkan energi. Kadar potasium dalam jambu biji bahkan setara dengan 1 buah pisang.

Jambu biji juga dilengkapi folat, vitamin B3, B6, A, serta magnesium yang dapat meningkatkan kesuburan. Kandungan seratnya yang tinggi baik untuk sistem pencernaan, apalagi bijinya yang terbukti dapat mengatasi konstipasi. Bagi mereka yang mengalami gangguan tiroid juga mesti sering makan jambu biji karena buah ini mengandung mineral tembaga. Dan sama seperti pepaya, jambu biji juga rendah indeks glikemiknya.

Daging buah jambu yang lembut (kecuali biji dan serat bagian tengahnya) sungguh nikmat bila dijus atau disajikan sebagai smoothie. Dan tentu saja salah satu isi salad buah ini juga bisa dimakan dalam keadaan mentah.

4. Nanas

Nanas diperkaya vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan potasium. Salah satu buah penyubur kandungan ini juga mengandung mangan, mineral penting yang memampukan tubuh menyerap nutrisi penting dari makanan. Sebagai info tambahan saja, infertilitas ternyata bisa jadi disebabkan karena rendahnya kadar mangan dalam tubuh.

Selain itu, di dalam nanas terdapat bromelain yang tak hanya dapat membantu pencernaan, tapi juga menurunkan radang dan bengkak penyebab masalah kesuburan. Bunda bisa makan 1-2 potong nanas di antara jam makan, lakukan setelah ovulasi hingga menstruasi agar tingkat keberhasilan implantasi lebih tinggi. Tidak perlu berlebihan juga karena itu juga tidak baik. Baik mentah maupun matang, lebih baik diamkan sejenak nanas dalam suhu ruang sebelum mengonsumsinya.

5. Alpukat

Walau tidak rendah kalori, tapi buah penyubur kandungan berikutnya ini merupakan sumber asam lemak tak jenuh tunggal (omega-9) yang baik untuk kesehatan maupun perkembangan sperma dan sel telur. Jadi makan 1 buah alpukat setiap hari takkan merusak diet. Malahan kandungan vitamin C-nya dapat menghindarkan sperma dari kerusakan oksidasi.

Selain itu, plant sterol di dalamnya juga terkenal dapat menghalangi penyerapan kelebihan estrogon dan xenoestrogen. Dan berikut ini detil beragam nutrisi lain (beserta manfaatnya) dari buah alpukat:

  • Vitamin B – termasuk B6 yang dapat meregulasi produksi hormon
  • VitaminE – dapat mestabilkan dan melindungi sel dari oksidasi
  • Potasium – mengatur tekanan darah
  • Serat dan rendah gula karbohidrat – aman untuk penderita diabetes dan PCOS (sindrom polikistik ovarium).

Alpukat juga bisa memperbaiki penyerapan karoten dari sumber makanan lain. Dan sudah bukan rahasia lagi kalau alpukat juga mengandung folat, salah satu nutrisi penting untuk kehamilan. Kulit alpukat yang berwarna hijau juga merupakan sumber vitamin K, yang salah satu manfaatnya adalah mempertahankan keseimbangan hormon. Karena hampir semua bagian alpukat bernutrisi, maka lebih baik bunda memilih alpukat organik.

6. Jeruk

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam jeruk dapat membantu rilisnya sel telur dari ovarium. Selain itu, jeruk juga dipadati potasium, kalsium, serta folat (vitamin B6) yang dapat merangsang kehamilan karena membuat siklus ovulasi lebih lancar. Paling tidak dalam sehari, makanlah 1 porsi jeruk apakah itu grapefruit berukuran sedang, jeruk besar, atau sebutir kiwi.

7. Delima

Buah penyubur kandungan ini sering dipakai sebagai simbol kesuburan pada zaman kuno. Delima memang terkenal dapat mendongkrak libido, baik itu pada ayah maupun bunda. Selain itu, buah yang kaya vitamin C ini juga mengandung antioksidan lain (kadarnya bahkan 3 kali lebih tinggi ketimbang green tea), seperti resveratrol.

Antioksidan diperlukan tubuh untuk melindungi DNA dari kerusakan yang memicu terjadinya malnutrisi dan keguguran. Di samping itu, delima juga bisa menurunkan radang interlukin-1b (IL-1b) yang menjadi penyebab osteoarthritis, endometriosis, penyakit autoimun, dll. Bila radang ini memburuk maka berarti risiko keguguran semakin besar.

Lebih dari itu, buah penyubur kandungan satu ini juga mengandung nutrisi yang penting bagi kesuburan seperti vitamin A, E, B3, asam folat, potasium, dan serat. Berbagai studi menunjukkan kalau delima tak hanya efektif mencegah gangguan prostat dan kanker payudara, namun juga melindungi otak bayi baru lahir (jika ibunya rajin makan/ minum delima selama hamil).

8. Pisang

Perempuan yang siklus haidnya teratur biasanya lebih subur dan berisiko lebih kecil mengalami komplikasi kehamilan. Sebab itu, bila bunda sedang berusaha punya anak, maka rajinlah mengonsumsi pisang karena buah penyubur kandungan ini kaya kandungan vitamin B6-nya. Tak hanya penting untuk melancarkan siklus haid, nutrisi ini juga dapat meningkatkan kesuburan. Baca: Aneka Manfaat Buah Pisang untuk Kesehatan dan Kecantikan

9. Berry

Baik blueberry maupun raspberry, keduanya diperkaya antioksidan alami dan phytonutrien antiradang yang dapat meningkatkan kesuburan pria maupun wanita. Sama seperti jeruk, berry juga tinggi folat dan vitamin C sehingga bisa membantu perkembangan janin. Sumber serat ini juga bisa membantu bunda yang sedang diet, jadi jangan segan ngemil secangkir buah berry setiap harinya.

10. Buah Ara

Buah ara kerap dipakai sebagai gambaran ovarium dan testis, sedangkan biji-biji di dalamnya mirip dengan sel telur dan sperma. Tak heran kalau buah ini termasuk salah satu buah penyubur kandungan. Namun tentu saja bukan penampakannya yang menjadi dasar kenapa buah ara baik untuk kesuburan.

Selain serat, buah ara juga kaya kalsium yang penting untuk menggiring keluar kelebihan estrogen dan xenoestrogen dari sistem pencernaan sebelum itu diserap. Daun ara juga dapat menurunkan insulin sehingga baik untuk penderita PCOS atau perempuan yang tidak mengalami ovulasi.

Di samping itu, buah ara terbukti dapat melindungi bunda dari kanker payudara, merosotnya kepadatan tulang, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular. Tak hanya sehat, citarasa buah ara juga lezat.

11. Kiwi

Bila diamati, buah yang bentuknya lonjong dan ditumbuhi bulu inipun juga bisa menjadi lambang ovarium dan testis. Sumber vitamin C dalam kiwi dapat melindungi sperma dan DNA dalam sel telur dari oksidasi.

Selain itu, kiwi juga merupakan sumber nutrisi penting lain seperti magnesium, mangan, vitamin E, tembaga, potasium, dan serat. Tak hanya membantu mengontrol gula darah (penting untuk penderita PCOS dan diabetes), namun buah ini juga bisa menyehatkan usus besar sekaligus melindungi seseorang dari asma. Buah ini juga kaya akan asam folat, baca: Segarnya 13 Buah yang Mengandung Asam Folat Berikut Ini

Tidak hanya buah, ada jenis makanan lain yang direkomendasikan: Makanan Penyubur Kandungan yang Terbukti Efektif!

Itulah tadi beberapa jenis buah penyubur kandungan yang tak hanya bercitarasa lezat, namun juga bernutrisi tinggi. Jadi, sudahkah Anda mengonsumsinya hari ini?!

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer