Cara Tepat Melakukan Diet OCD Tanpa Merusak Kesehatan

Beberapa waktu lalu, dunia perdietan sempat digemparkan dengan yang namanya diet OCD. Karena tergolong baru, maka banyak yang penasaran dan ingin mencobanya. Apa itu diet OCD?

OCD adalah singkatan dari Obsession Corbuzier Diet. Sesuai bagian namanya, diet ini memang dicetuskan oleh pesulap sekaligus selebritis tanah air, Deddy Corbuzier. Tak sekedar ingin menurunkan berat badan, pemilik akun instagram @mastercorbuzier ini berharap program dietnya tersebut bisa membentuk tubuh pelakunya.

Sejarah Diet OCD

Pria kelahiran 28 Desember 1976 tersebut mengaku diet OCD ini muncul karena ia terinspirasi dengan mantan biarawan asal Hong Kong. Pria yang kini berprofesi sebagai supir taksi itu berusia 72 tahun. Namun di mata Deddy, lansia tersebut masih berpawakan segar, muda, dan sehat, mirip dengan pria usia 40 tahunan.

Setelah mendengarkan kisah singkat dan tips awet muda dari pria tersebut, ayah dari Azkanio Nikola Corbuzier inipun mencoba mengembangkan program diet baru yang kemudian muncul dengan nama OCD.

Berbeda dari program diet kebanyakan yang mengharuskan pesertanya pantang makan ini dan itu, diet ala mentalist ini tidak melarang seseorang untuk melahap makanan favoritnya. Metode diet OCD hanya dengan membatasi jam-jam makannya saja. Oleh sebab itu, tak heran kalau program diet yang telah diikuti banyak orang ini memakai istilah ‘jendela makan’.

Baca juga metode diet lainnya:

Apa yang dimaksud dengan Jendela Makan diet OCD?

Jendela makan sendiri berarti kurun atau periode waktu dimana Anda boleh makan apa saja yang diinginkan, tanpa berlebihan tentunya. Namun setelah jendela waktunya tertutup, atau waktu makan yang ditentukan telah habis, maka Anda tidak boleh makan apapun. Anda hanya boleh minum air putih biasa atau minuman lain yang tidak mengandung kalori.

Untuk memberi keleluasaan kepada peminatnya, pembawa acara talkshow “Hitam Putih” tersebut membagi jendela makannya menjadi 8, 6, hingga 4 jam. Namun tak peduli jendela mana yang Anda pilih, Anda sebaiknya mengikuti aturan dasarnya terlebih dahulu yaitu tidak sarapan, paling tidak 3-4 jam setelah bangun tidur. Jadi kalau Anda bangun pukul 5, maka Anda baru boleh mengisi perut pada pukul 8-9 pagi.

Dan berikut kami bagikan sedikit info mengenai setiap jendela makan dalam diet OCD:

# Jendela makan 8 jam

Ini mungkin merupakan jendela makan paling mudah yang bisa dicoba untuk peserta pemula. Kalau Anda memilih jendela ini, maka Anda bebas makan apapun dalam periode waktu 8 jam/ hari. Setelah lewat 8 jam tersebut, Anda hanya boleh minum. Jadi kalau Anda memulai hari dengan sarapan pukul 9 pagi, maka Anda harus berhenti makan pukul 5 sore.

# Jendela makan 6 jam

Jendela makan 6 jam jelas lebih menantang ketimbang 8 jam karena dalam sehari Anda cuma boleh mengisi perut dalam kurun waktu 6 jam saja.

# Jendela makan 4 jam

Dan kalau Anda sudah terbiasa dengan kedua jendela makan yang kita bahas sebelumnya, maka bolehlah Anda mencoba jendela makan yang membatasi peminatnya makan dalam kurun waktu 4 jam saja per harinya.

Di samping ke-3 jendela makan di atas, mantan suami Kalina Oktarani ini juga menggalakkan puasa 24 jam dimana pesertanya hanya boleh makan 1 kali saja dalam sehari. Sementara sisa waktu yang ada harus dipakai untuk berpuasa. Tentunya tak seperti jendela makan lainnya, metode ini hanya boleh dilakukan sesekali saja, yakni 1-2 kali seminggu, dan tidak dianjurkan setiap hari.

Bagaimana cara melakukan diet OCD?

Untuk Anda yang ingin mencoba diet OCD, maka pada minggu pertama Anda bisa mencobanya dengan jendela makan 8 jam. Lakukan ini secara rutin selama 1-2 minggu atau setelah Anda terbiasa dengan jendela 8 jam. Setelah itu, barulah Anda boleh naik 1 tingkat yakni mencoba jendela makan 6 jam.

Tapi kalau Anda ingin hasil penurunan badannya berlangsung drastis, maka cobalah menerapkan jendela makan 8 jam selama 1 minggu, diikuti jendela makan 6 jam untuk minggu berikutnya, dan jendela makan 4 jam pada minggu ke-3.

Di minggu ke-4, Anda bisa mengombinasikan jendela makan 4 jam dengan 1 kali puasa 24 jam. Lalu tambahkan hari puasanya menjadi 2 kali pada minggu ke-5,6, dan seterusnya hingga tercapai berat badan yang diinginkan.

Faktanya, mengumandangkan jendela makan 4 jam memang tak semudah praktiknya, walau Anda mungkin sudah terbiasa dengan jendela makan 6 dan 8 jam. Namun karena tak ada aturan baku soal ini, maka Anda bisa mengombinasikan jendela makan 4 jam dengan 6 atau 8 jam.

Hanya saja mungkin hasilnya nanti tak sesuai dengan target awal yang diinginkan. Meski demikian, hal ini tetap tak mengapa bukan? Yang penting Anda sudah berusaha mempraktikkan diet OCD tanpa perlu mengorbankan kesehatan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer