Apa itu Diet Mayo? Bagaimana Cara Sukses Melakukannya?

Dari sekian banyaknya program diet yang ada, salah satu yang cukup terkenal di dunia adalah diet mayo. Apa itu diet mayo? Bagaimana cara sukses melakukannya? Simak jawabannya melalui ulasan berikut ini.

Salah satu artis Indonesia yang pernah melakukan diet mayo adalah Fitri Tropica. Fitrop mengaku bisa menurunkan berat badan hingga 6 kg hanya dalam waktu 2 minggu saja. Baca juga bahasan kami tentang Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

diet mayo

Apa itu Diet Mayo?

Diet mayo sebenarnya diprakarsai oleh sebuah klinik yang berlokasi di Amerika Serikat, Mayo Clinic. Cara kerja program pelangsingan badan ini agak berbeda dari metode diet lainnya, yaitu dengan puasa garam selama 13 hari penuh. Garam di sini bisa berarti dalam arti sesungguhnya maupun makanan lain yang memiliki rasa asin.

Lalu mengapa garam yang mereka pilih sebagai ‘musuh utama’? Alasannya sederhana, karena garam bersifat menahan air dalam tubuh. Ketika ada terlalu banyak air yang tidak bisa keluar dari tubuh, maka otomatis itu akan membuat berat tubuh seseorang semakin bertambah.

Dalam proses selama 13 hari tersebut, nantinya seluruh garam beserta air akan keluar dari tubuh melalui urin dan feses. Ketika tubuh tak lagi memperoleh asupan garam, maka otomatis berat badan akan menyusut.

Tak seperti diet GM yang bersifat jangka pendek dan hanya boleh dilakukan sesekali dalam beberapa bulan, diet mayo ini sifatnya lebih jangka panjang. Pihak Mayo Clinic selaku pencetus bahkan berharap agar masyarakat modern saat ini bisa mengadopsi program dietnya sebagai gaya hidup yang baru dan sehat.

Hal ini mengingat tujuan diet mayo cukup sederhana yakni mengubah kebiasaan lama yang buruk seperti jarang sarapan, kebiasaan makan di depan TV, pemilihan menu yang seringkali kurang kaya serat, hingga lalai berolahraga secara rutin.

Bagaimana Cara Melakukan Diet Mayo?

Agar diet dapat menghasilkan dampak yang memuaskan seperti yang dialami Fitrop atau peserta lainnya, maka Anda harus menaati beberapa aturan berikut:

  1. Benar-benar puasa garam

Diet ini menuntut pelakunya benar-benar tidak makan garam atau makanan asin sama sekali selama hampir 2 minggu. Oleh karena hal ini merupakan syarat mutlak, maka Anda benar-benar harus melakukannya. Ketika terjadi pelanggaran sedikit saja, maka Anda terpaksa harus mengulanginya dari awal lagi.

  1. Perbanyak konsumsi air putih

Saat melakukan diet ini, Anda juga diminta minum banyak air putih. Tak ada asupan garam berarti tidak ada lagi ‘pengikat’ air dalam tubuh. Oleh karenanya, perbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan sehat.

  1. Komitmen tetap perlu

Periode 13 hari tampaknya terdengar cukup singkat ketika Anda belum melakoni dietnya. Namun, jika Anda tergolong penggemar berat makanan yang bercitarasa asin, maka melakukan diet ini bisa menjadi tantangan yang cukup berat. Oleh karenanya, Anda harus memiliki komitmen tinggi saat memutuskan untuk mempraktikan diet mayo.

Salah satu kunci keberhasilan diet mayo yang perlu diingat adalah fokus pada tujuan yang ingin dicapai, lebih dari rasa makanan yang tersaji di depan Anda.

Saat diet, Anda mungkin juga perlu membatasi mata sehingga tidak sampai tergiur oleh gambar penganan di sosial media, atau makanan riil yang dipajang di etalase toko. Tak ada salahnya meliburkan diri sejenak dari aksi cuci mata baik di dunia sosial media maupun tempat-tempat makan di lingkungan sekitar.

  1. Golnya harus realistis

Jika Anda sudah tahu bahwa diet mayo dalam waktu 2 minggu bisa menurunkan berat badan hingga 10 kg, maka jangan pasang gol yang jauh lebih tinggi dari itu. Ketidak-realistisan dalam memasang target bisa membuat Anda tersiksa, patah semangat, bahkan enggan melanjutkan ataupun mencoba lagi ke depannya.

  1. Pilih menu yang bisa Anda nikmati

Masakan tanpa garam memang kurang sedap rasanya, namun bukan berarti tak ada solusi lain untuk ini. Anda tak perlu mengorbankan rasa dan kepuasan saat makan hanya gara-gara tidak ada garam.

Karena salah satu tujuan utama diet mayo adalah memperbanyak porsi serat setiap harinya, maka cobalah berdayakan buah-buahan sebagai penambah rasa atau acar ketika makan. Anda juga bisa menggunakan rempah-rempah lain seperti bawang putih, cabe, bubuk kayu manis, hingga jahe.

Lebih lanjut baca disini: Beberapa Contoh Menu Diet Mayo

  1. Jangan makan sambil nonton TV

TV dapat mengalihkan fokus dari seberapa banyak porsi makanan yang sudah Anda santap. Jadi agar porsi makan tetap terkontrol, matikan TV, dan konsentrasilah pada hidangan yang sedang disantap. Kalau ingin nonton TV dan tetap sehat, lakukan itu sambil berolahraga.

  1. Makan di rumah

Faktanya, makanan yang dijual di luar kebanyakan sudah dibumbui garam atau penyedap rasa. Karena itu saat menjalani diet mayo, sebaiknya Anda memasak sendiri makanan di rumah agar semua bahan dan racikannya tetap ada dalam kendali Anda.

  1. Tetap olahraga

Ingatlah bahwa diet yang sehat itu bukan soal membatasi jenis makanan tertentu saja (dalam hal ini garam) namun juga olahraga. Supaya hasilnya efektif, paling tidak Anda harus berolahraga minimal 30 menit setiap harinya.

Bila Anda sudah melakukan diet mayo dan merasakan hasilnya, maka jangan segan untuk meneruskannya sebagai pola hidup yang baru. Ingatlah, bahwa sehat itu dimulai sejak sekarang.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer