10 Efek Samping Buah Lemon yang Mengejutkan

Tak diragukan lagi, buah lemon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Namun tahukah Anda bahwa buah lemon juga memiliki efek samping yang jarang diketahui. Timbulnya efek samping seringkali akibat penggunaan buah atau sari lemon yang berlebihan alias tidak sesuai takaran amannya. Jadi apa sajakah efek samping buah lemon?

Jika menelisik dari penggunaannya, buah lemon bisa dikonsumsi dengan cara dimakan ataupun digunakan di bagian luar tubuh. Sebagai contoh, buah ini kerap dijadikan sebagai bahan alami untuk perawatan kulit dan rambut.

Manfaatnya pada kulit, buah asam-asam segar ini berguna untuk membantu mencegah munculnya keriput pada dan menambah kesegaran saat digunakan untuk mencuci wajah dan dijadikan masker. Tak hanya itu, air perasan lemon juga menjadi salah satu pengobatan alami yang populer untuk mengatasi jerawat.

Sedangkan manfaatnya untuk rambut, air perasan lemon yang dioleskan pada rambut dan kemudian berjemur di bawah sinar matahari merupakan cara yang dilakukan oleh perempuan sejak jaman dahulu untuk membuat warna rambut menjadi lebih mengkilap.

Namun seperti telah disinggung di awal, selain segudang manfaat buah lemon diatas, ternyata buah ini juga bisa berbahaya untuk tubuh. Berikut penjelasan beberapa efek samping buah lemon yang harus diwaspadai.

bahaya efek samping buah lemon

10 Efek Samping Buah Lemon

Berikut ini 10 efek samping buah lemon ketika digunakan berlebihan:

1. Sakit Perut

Anda penikmat infused water yang terbuat dari lemon? Jika iya, nampaknya Anda harus membatasi konsumsinya, hal ini untuk menghindari  efek samping buah lemon. Minum terlalu banyak air lemon bisa mengakibatkan perut mulas dan bisa membuat kondisi ini memburuk jika Anda terlalu sering mengalaminya.

Perut mulas merupakan gejala awal timbulnya penyakit GERD. Penyebab perut mulas adalah asam lambung meningkat sehingga mengakibatkan iritasi pada saluran pencernaan. Oleh karena itu, cukup konsumsi 1-2 gelas infused water per hari agar tidak mengakibatkan perut mulas.

Jadi minumlah secukupnya untuk mendapatkan Manfaat Infused Water Lemon

2. Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD)

GERD dikenal juga dengan sebutan ‘acid reflux’, GERD terjadi saat sfingter esofagus, antara kerongkongan dan perut tidak berfungsi dengan baik, dan asam dari perut bergerak naik kembali ke kerongkongan, sebuah proses yang dikenal sebagai refluks.

GERD menyebabkan sakit maag, regurgitasi, mual, muntah, sakit tenggorokan, luka bakar dan nyeri dada yang parah. Menghentikan konsumsi makanan dan minuman asam dapat membantu mencegah dan meringankan gejala tersebut. Selengkapnya baca disini: Ciri-ciri Asam Lambung Naik (Gejala GERD)

3. Tukak Lambung

Efek samping buah lemon lainnya pada lambung yaitu dapat menyebabkan tukak lambung (luka pada lambung). Kondisi ini terjadi jika Anda mengonsumsi lemon secara berlebihan maka dapat mengakibatkan peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung yang berpotensi memicu munculnya tukak lambung. Tentu saja efek samping ini muncul ketika Anda berlebihan mengonsumsinya.

Baca Juga: Memilih Obat Sakit Lambung Sesuai Indikasi

4. Batu Empedu / Batu Ginjal

Tak hanya diolah menjadi jus lemon, kulit lemon juga kerap diolah sebagai pelengkap masakan. Namun, tahukah Anda bahwa kulit lemon mengandung sejumlah besar kalsium oksalat.

Jika kita mengonsumsi kalsium oksalat secara berlebihan maka oksalat akan berubah menjadi kristal di dalam tubuh kita dan mengganggu penyerapan kalsium. Kalsium yang tidak terserap, membeku di dalam ginjal dan kantong empedu dalam bentuk batu. Sehingga berpotensi menimbulkan batu empedu atau batu ginjal.

Agar terhindar dari efek samping lemon yang satu ini banyak-banyaklah minum air putih.

5. Peningkatan Penyerapan Zat Besi

Kita tahu bahwa lemon mengandung vitamin C yang tinggi. Dalam saluran cerna vitamin C membantu menyerap zat besi dari makanan. Inilah alasan kenapa efek samping lemon ini terjadi.

Terlalu banyak mengonsumsi lemon dapat mendorong sistem pencernaan kita untuk menyerap zat besi secara berlebihan. Akibatnya, jumlah akumulasi zat besi dalam tubuh kita menjadi jauh lebih tinggi daripada kuantitas sebenarnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsentrasi zat besi yang tinggi ini pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan seperti hemochromatosis atau kelebihan zat besi.

Kelebihan zat besi tersebut tersimpan di dalam organ-organ tertentu, terutama organ vital seperti jantung, hati dan pankreas. Padahal kelebihan zat besi ini dapat meracuni organ-organ vital tersebut dan mengakibatkan penyakit mematikan seperti kanker, arrhytmia jantung dan sirosis.

6. Sering Buang Air Kecil

Dalam kasus yang jarang terjadi, air lemon mungkin memiliki efek diuretik. Efek samping lemon yang satu ini masih terkait dengan kandungan vitamin C atau asam askorbat yang tinggi. Nutrisi ini terkenal dengan sifat diuretiknya, yang berarti meningkatkan produksi urin di ginjal sehingga membantu tubuh Anda menghilangkan kelebihan cairan dan sodium lebih cepat.

Kondisi tersebut mengakibatkan tubuh kekurangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Jika Anda mulai merasa dehidrasi setelah mengonsumsi infused water dengan lemon yang banyak, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah buah lemon yang Anda tambahkan ke dalam minuman.

Jika Anda mengalami sering buang air kecil, perlu mencermati juga penyebab lainnya. Baca: Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

7. Migrain dan Sakit Kepala

Studi telah membuktikan bahwa lemon bisa menjadi salah satu alasan paling umum di balik serangan migrain atau sakit kepala. Karena lemon mengandung sejumlah besar asam amino yang disebut tyramine. Zat ini memiliki efek meningkatkan aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga menyebabkan gejala seperti migrain akut atau sakit kepala tipe-tension kronis.

8. Kerusakan Enamel Gigi

Makan lemon mentah atau minum jus lemon secara langsung bisa berbahaya bagi gigi dan rongga mulut. Asam sitrat dan asam askorbat yang ada dalam buah lemon diketahui dapat menyebabkan kerusakan parah pada enamel gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah seperti kerusakan gigi, perubahan warna gigi, rusaknya lapisan luar gigi dan gigi berlubang.

Untuk melindungi gigi Anda, minumlah minuman asam menggunakan sedotan sehingga air asam tidak mengenai gigi secara langsung. Jika Anda sudah mengalami erosi gigi, berkonsultasilah dengan dokter gigi agar bisa mendapatkan perawatan seperti bonding atau sealers.

9. Kulit Tersengat Matahari

Ekstrak lemon bagus untuk kecantikan kulit. Tapi jangan sampai menggunakannya terlalu banyak pada kulit, karena dapat menyebabkan sengatan sinar matahari yang serius pada kulit. Orang dengan kulit terang kebanyakan mengalami masalah ini.

Kondisi ini disebut phytophotodermatitis (lime disease / margarita photodermatitis). Hal itu membuat kulit sensitif terhadap cahaya dan sengatan matahari, efek ini bisa terjadi hanya dalam waktu 2-3 menit terpapar sinar matahari setelah mengoleskan ekstrak lemon pada kulit. Bintik-bintik gelap dan lecet seringkali menjadi penanda kondisi ini.

Reaksi ini dikaitkan dengan senyawa kimia organik furocoumarin pada lemon yang “bereaksi” kepada radiasi UVA (ultraviolet A). Oleh karena itu, hindari mengoleskan ekstrak lemon jika Anda memiliki jenis kulit kering dan sensitif, karena bisa membuat kulit Anda lebih kering dan terkelupas.

10. Rambut Kasar dan Rapuh

Menggunakan ekstrak lemon buatan sendiri untuk mencuci rambut merupakan ide bagus. Tapi, jangan terlalu sering menggunakannya karena akan berbahaya juga untuk kesehatan rambut. Sifat asam dari ekstrak lemon ini bisa mengiritasi kulit kepala dan membuat helaian rambut menjadi rapuh.

Sebagian besar efek samping dari penggunaan ekstrak lemon atau jus lemon adalah karena overdosis, yaitu mengonsumsi lebih dari 3 cangkir/ hari. Tetap minum jus lemon setiap hari, namun dengan porsi secukupnya. Dengan demikian Anda akan merasakan manfaatnya yang lebih besar dari pada efek sampingnya.

Tapi jika Anda ingin menggunakannya untuk menyembuhkan kondisi medis, tanyakan kepada dokter tentang dosis yang aman. Jangan lupa beritahukan dokter jika Anda menggunakan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau warfarin tentang kemungkinan reaksi obat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer