Jangan Anggap Remeh 10 Efek Samping Buah Bit Ini

Tak dapat dipungkiri kalau buah bit memang merupakan salah satu sayuran paling menyehatkan di dunia. Anda pun mungkin sudah paham benar apa saja manfaat buah yang luar biasa.

Akan tetapi, tetap saja jangan berlebihan saat mengonsumsinya, atau Anda akan mengalami efek samping buah bit seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Berikut 10 daftar efek samping buah bit beserta penjelasannya:

1. Beeturia

Apa itu beeturia? Sesuai namanya, beeturia merupakan kondisi berubahnya warna urin menjadi merah keunguan seperti bit. Konsumsi bit berlebihan dapat membuat warna urin yang seharusnya kuning bening menjadi pink.

Sebenarnya beeturia itu sendiri tidaklah berbahaya. Hanya saja menurut hasil studi dari Inggris, efek ini lebih umum dialami oleh mereka yang kekurangan zat besi. Dengan lain kata, beeturia mungkin berbahaya untuk penderita gangguan metabolisme zat besi.

2. Batu ginjal

efek samping buah bit untuk ginjal

Efek samping buah bit untuk ginjal

Menurut blog kesehatan Harvard, akar bit kaya kandungan oksalat yang dapat menyebabkan batu ginjal. Walau kalsium adalah penyebab paling umum terbentuknya batu ginjal, namun mineral yang bercampur dengan substansi lain (khususnya oksalat) juga dapat membentuk batu ginjal. Belum lagi buah bit ternyata dapat meningkatkan konsentrasi oksalat dalam urin sehingga memicu terbentuknya batu ginjal kalsium oksalat.

Oleh karenanya, dokter biasanya menyarankan penderita batu ginjal untuk berhenti atau mengurangi konsumsi buah bit. Tak hanya penderitanya saja, mereka yang dulu pernah memiliki batu ginjalpun harus berhati-hati terhadap efek samping buah bit satu ini. Jangan sampai konsumsi akar bit membuat batu ginjalnya kambuh lagi.

3. Ruam

Meski jarang, reaksi alergi akibat konsumsi buah bit dapat muncul. Reaksi alergi yang dimaksud meliputi ruam, biduran, gatal, hingga menggigil dan demam. Beberapa bahkan mengeluh merasa sesak nafas usai mengonsumsinya.

Reaksi lainnya yang mungkin timbul adalah hematuria (ada darah dalam urin). Walau akar bit mungkin bukan penyebabnya, namun gejalanya mirip seperti beeturia tadi. Karenanya jika urin berubah warna usai mengonsumsi bit, maka bisa jadi itu beeturia, tapi mungkin juga ada alasan lain di baliknya. Untuk mengetahui mana penyebab pastinya, segeralah periksa ke dokter jika Anda sampai mengalaminya.

4. Feses berubah warna

Kandungan betasianin dalam bit membuat warna sayuran ini begitu intens. Walau rata-rata makanan ‘kehilangan’ warna aslinya setelah dicerna, namun tidak dengan betasianin yang mungkin dapat menyebabkan feses berubah warna.

Perubahan warna feses mungkin tak berbahaya, namun sebaiknya tetaplah periksa ke dokter. Dokter bisa memeriksa apakah ada darah dalam feses karena bila ya, maka itu artinya ada penyakit serius dalam tubuh. Selain itu, efek samping buah bit lainnya adalah menyebabkan melena (feses berwarna hitam). Penyakit ini biasanya muncul jika ada pendarahan dalam saluran cerna.

Jadi bila belakangan feses selalu berubah warna, hentikan dulu konsumsi bit. Kalau feses tetap berubah warna, maka segera periksakan diri ke dokter.

5. Tekanan darah rendah

Bagi mereka yang menderita hipertensi, efek samping buah bit satu ini tentu menguntungkan. Namun kalau tekanan darah sudah rendah atau berfluktuasi, maka efek samping buah bit ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Beberapa hasil studi menyebutkan kandungan nitrat dalam bit mampu menurunkan tekanan darah bahkan pada orang sehat sekalipun.

6. Gangguan lambung

Bit dapat memperparah kondisi gangguan lambung yang sudah ada. Selain menyebabkan kembung dan kram, sayuran ini juga dapat memicu konstipasi atau sebaliknya, diare.

Efek samping buah bit lainnya adalah menyebabkan perut sakit karena terlalu banyak gas di dalamnya. Untunglah, bila gas tersebut bisa keluar saat buang angin atau BAB. Namun jika tidak, segeralah temui dokter.

Alergi terhadap bit juga dapat menyebabkan perut kram. Hasil laporan dari Ohio Department of Health bahkan menyebutkan paparan jangka pendek kadar nitrit yang terlalu tinggi mampu memicu gangguan lambung, diare, serta muntah. Gejala ini timbul 18-36 jam setelah nitrit kadar tinggi masuk dalam tubuh. Pada beberapa kasus, efeknya bahkan bisa muncul dalam waktu 2 jam dan berakhir hingga 14 hari kemudian.

7. Gula darah naik

Karena akar bit tinggi kandungan gulanya, maka ini bisa menimbulkan masalah bagi mereka yang sebelumnya sudah bermasalah dengan kadar gula darahnya.

8. Masalah kehamilan

Salah satu komponen dalam bit yang berpotensi menimbulkan masalah kehamilan adalah betain. Hasil studi menunjukkan betain menimbulkan efek merugikan pada induk binatang percobaan yang sedang hamil.

Selain itu, ibu hamil cenderung lebih sensitif terhadap efek nitrit (nutrisi yang kadarnya tinggi dalam buah bit). Tak hanya ibunya, bahkan janin juga lebih sensitif terhadap sifat beracun nitrit – khususnya selama minggu ke -30 kehamilan dimana stres oksidatif biasanya mengalami peningkatan.

9. Asam urat

Penyakit asam urat muncul akibat timbunan berlebih asam urat dalam sendi. Gejalanya meliputi nyeri sendi dengan sensasi seperti ditusuk-tusuk, area sendi tampak kemerahan, serta demam tinggi. Menurut University of Maryland Medical Center, makanan yang tinggi oksalat seperti buah bit dapat memicu asam urat.

10. Berbahaya bagi hati (liver)

Bit kaya akan zat besi, magnesium, tembaga, dan fosfor. Hal ini tentu baik. Namun di sisi lain, konsumsi ‘logam’ berlebihan dapat menyebabkan akumulasi pada organ hati. Otomatis, timbunan logam tersebut berbahaya bagi hati maupun pankreas.

Jika begitu, berapa banyak asupan yang tepat agar tidak sampai mengalami efek samping buah bit? Beberapa pihak mengatakan segelas jus bit sehari masih aman, namun ada yang bilang kalau itu terlalu banyak. Untuk pastinya, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter karena kondisi tubuh setiap orang tidak sama.

Baca juga