Manfaat Vitamin D dengan Bukti Ilmiahnya

Sebagian besar dari kita pasti mengetahui salah satu manfaat vitamin D yang cukup populer yaitu untuk kesehatan tulang dan gigi. Namun tahukah Anda, masih banyak lho manfaat vitamin D lainnya, bahkan dapat mencegah berbagai penyakit. Penyakit-penyakit seperti autoimun, jantung, stroke, kanker, diabetes, dan masih banyak lagi bisa dicegah.

Tahukah anda, ternyata vitamin D itu unik karena ia berbeda dengan vitamin lainnya. Vitamin lain umumnya harus didapatkan dari makanan atau suplemen karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Sedangkan vitamin D dapat diproduski sendiri oleh tubuh kita, yakni ketika sinar matahari diserap oleh kulit kemudian provitamin D dalam tubuh berubah menjadi vitamin D, maka disebut juga sebagai the sunshine vitamin.

manfaat vitamin d

Namun jika itu saja tidak cukup, maka Anda juga harus tahu apa saja jenis makanan sumber vitamin D yang dapat Anda konsumsi. Beberapa diantaranya ialah ikan berlemak, ikan salmon, sarden, tuna, minyak ikan kod, telur, tahu, tempe dll.

Penting sekali agar kadar vitamin D dala tubuh kita selalu terjaga pada level normalnya, karena ada banyak manfaat vitamin D bagi kesehatan tubuh kita.

Inilah 15 Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan Tubuh

1. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Manfaat Vitamin D yang pertama yaitu berperan penting dalam mempertahankan kesehatan tulang. Fungsi vitamin D yaitu mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam darah. Kalsium dan fosfor sendiri merupakan dua faktor penting agar tulang tetap sehat. Tubuh membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium secara maksimal di usus, serta membantu membentuk tulang dan gigi yang kuat.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kadar vitamin D yang rendah lebih besar kesempatannya mengalami penyakit keropos tulang (osteoporosis).

Selain itu, penelitian menunjukkan juga bahwa individu yang mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko patah tulang 23-33% lebih rendah.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat membantu memperbaiki penyembuhan fraktur (patah tulang atau terputusnya jaringan pada tulang), terutama pada orang yang memiliki kadar vitamin D rendah. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hasil penelitian ini.

Kebanyakan ahli merekomendasikan bahwa orang yang memiliki kadar vitamin D darah di bawah 12 ng/ml (25 nmol / l) harus mempertimbangkan untuk menggunakan suplemen vitamin D yang menyediakan setidaknya 20-25 mcg (800-1,000 IU) setiap hari.

Tidak semua orang setuju dengan rekomendasi yang barusan di paparkan, ada yang berpendapat kalau rekomendasi ini terlalu rendah dan mengusulkan agar mengambil dosis lebih tinggi untuk mempertahankan kadar vitamin D dalam darah di atas 30 ng/ml.

Akan tetapi khusus untuk orang tua yang memiliki risiko terjatuh dan patah tulang, harus melengkapi rekomendasi yang lebih tinggi guna mendapatkan manfaat vitamin D yang telah dipaparkan di atas.

2. Mengurangi Risiko Diabetes

Diabetes adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengolah karbohidrat dengan normal, kita lebih mengenal penyakit ini dengan sebutan “kencing manis” atau “penyakit gula”. Diabetes ada 2 macam, diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang umumnya didiagnosis pada masa kanak-kanak atau remaja, sedangkan diabetes tipe 2 biasanya terjadi di kemudian hari (dewasa) dan berhubungan dengan gaya hidup. Lebih lanjut, baca: Jenis-jenis Diabetes Melitus (Kencing Manis)

Untungnya, vitamin D dapat membantu mengurangi risiko dari kedua jenis diabetes tersebut.

Vitamin D Mencegah Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun genetik yang menghancurkan sel utama penghasil insulin di pankreas. Karena alasan inilah, penderita diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin beberapa kali per hari untuk memastikan gula darah mereka tetap pada tingkat yang normal.

Meskipun diabetes tipe 1 biasanya lebih disebabkan oleh faktor genetik, beberapa faktor diluar itu mungkin saja dapat memberikan dampak yang sama, seperti asupan vitamin D yang rendah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi dan balita yang mengonsumsi suplemen vitamin D mungkin memiliki risiko 29-88% lebih rendah terkena diabetes tipe 1 dibandingkan bayi yang tidak diberi suplemen.

Pemberian harian yang disarankan adalah 10 mcg (400 IU) vitamin D untuk bayi usia 0-12 bulan dan 15 mcg (600 IU) untuk kebanyakan anak dan orang dewasa.

Namun, beberapa orang tidak setuju dengan pernyataan diatas, mereka berpendapat bahwa rekomendasi ini terlalu rendah, mereka meyakini bahwa dosis harian 50 mcg (2.000 IU) dan di atas nya baru mampu mengurangi risiko pengembangan diabetes tipe 1.

Memang ada beberapa penelitian yang sejauh ini mengaitkan hubungan antara vitamin D dan diabetes tipe 1. Namun penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk kasus ini.

Vitamin D Mencegah Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang terus berkembang. Penyakit ini dapat timbul ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh mengalami peningkatan insulin – atau keduanya.

Para ahli percaya bahwa vitamin D dapat melindungi tubuh dari diabetes tipe 2 dengan cara mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan fungsi sel yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin.

Hal ini ditunjang sebuah fakta yang melaporkan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang rendah memiliki risiko 55% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.

Terlebih lagi, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya 12,5 mcg (500 IU) vitamin D per hari tampaknya mendapat manfaat 13% lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang konsumsinya kurang dari 5 mcg (200 IU) per hari.

Dalam studi lain yang juga mendukung manfaat vitamin D untuk diabetes ini, menyebutkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang diberi 1.250 mcg (50.000 IU) vitamin D per minggu memiliki penurunan kadar gula darah sebanyak 5-21% dan resistensi insulin selama periode studi dua bulan.

Meskipun ada kemungkinan bahwa tidak semua penderita diabetes tipe 2 mendapatkan keuntungan atau manfaat suplemen vitamin D yang sama, tapi nampaknya sangat bermanfaat bagi mereka yang kesusahan mengontrol gula darahnya.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Manfaat Vitamin D yang ketiga yaitu dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung.

Dalam suatu penelitian, pria dengan kadar vitamin D darah di bawah 15 ng/ml (37 nmol /l) dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung dibanding mereka yang memiliki kadar 30 ng/ml (75 nmol / l) atau lebih tinggi. Studi lain menyatakan, kemungkinan terserang penyakit jantung adalah 153% lebih tinggi bagi orang yang memiliki kadar vitamin D di bawah 15 ng/ml (37 nmol /l).

Meskipun kadar vitamin D yang rendah sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, namun justru banyak penelitian gagal menemukan keterkaitan antara mengonsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen dengan penurunan risiko menderita penyakit ini.

Jadi, meskipun mengonsumsi suplemen vitamin D mungkin bermanfaat, namun meningkatkan kadar vitamin D melalui pilihan gaya hidup yang lebih sehat masih menjadi opsi terbaik dalam melawan penyakit jantung.

4. Turunkan Risiko Kanker

Salah satu manfaat vitamin D mengejutkan lainnya yaitu mencegah penyakit kanker, syaratnya kebutuhan harian akan vitamin ini harus tercukupi. Pernyataan ini bukan bualan semata, karena ada banyak bukti ilmiah yang mendukungnya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah mengidap jenis kanker tertentu.

Dua penelitian menyebutkan bahwa mereka yang memiliki kadar vitamin D yang memadai memiliki risiko 25% lebih rendah terkena kanker kandung kemih. Kadar vitamin D yang lebih tinggi juga dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kanker.

Demikian pula, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa mempertahankan kadar vitamin D yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko pengembangan kanker kolorektal.

Selain itu, beberapa penelitian melaporkan bahwa vitamin D mungkin berperan dalam memperlambat perkembangan kanker. Masih belum jelas apakah mengonsumsi suplemen vitamin D memberikan manfaat anti kanker.

Faktanya, beberapa penelitian gagal menemukan efek perlindungan terhadap kanker setelah peserta mengkonsumsi suplemen vitamin D, meski kadar darahnya meningkat.

Singkatnya, lebih banyak penelitian sangat diperlukan untuk menentukan sebab dan akibat, serta fungsi sebenarnya dari suplemen vitamin D sebagai strategi anti-kanker.

Akan lebih bijaksana jika Anda fokus pada mempertahankan kadar vitamin D yang memadai melalui pilihan gaya hidup yang sehat. Cara nya bisa dengan mengonsumsi makanan sehat dan aktivitas fisik di luar rumah seperti olahraga.

5. Lebih Panjang Umur

Manfaat Vitamin D yang kelima yaitu dapat membantu hidup lebih lama.

Memang, beberapa penelitian menggambarkan hubungan yang sangat konsisten antara kadar vitamin D dalam darah dan risiko kematian dini. Misalnya, ulasan Cochrane yang merujuk pada 50 penelitian ilmiah. Ditemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D berisiko 6% lebih rendah mengalami kematian dini.

Oleh karena itu, mereka yang mendapatkan cukup vitamin D melalui sinar matahari, makanan atau suplemen mungkin akan mendapatkan jatah hidup lebih lama.

6. Mengurangi Gejala Depresi

Peneliti saat ini menemukan bahwa manfaat vitamin D selanjutnya berhubungan dengan penurunan tingkat stres atau depresi.

Peran vitamin D dalam perkembangan depresi tidak sepenuhnya dipahami. Satu teori menunjukkan bahwa hal itu meningkatkan jumlah serotonin di otak, yang merupakan hormon penghasil perasaan bahagia.

Oleh karena itu, sebuah laporan baru-baru ini melaporkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat meningkatkan kemungkinan depresi hingga 131%.

Namun, sampai saat ini belum ada bukti yang jelas bahwa suplemen vitamin D efektif untuk mengobati atau mencegah depresi. Menariknya, hal itu tergantung pula pada tingkat keparahan gejalanya. Misalnya, suplemen vitamin D tampaknya paling efektif untuk mengurangi gejala pada individu dengan gejala depresi yang kuat, namun kurang efektif pada orang dengan gejala sedang atau ringan.

7. Meningkatkan Kekuatan Otot

Studi terbaru menunjukkan hubungan antara vitamin D, pertumbuhan dan kekuatan otot, baik pada orang dewasa maupun orang tua.

Sebuah tinjauan baru-baru ini melihat efek vitamin D pada orang dewasa atletik dan non-atletik. Ditemukan bahwa mereka yang diberi suplemen vitamin D mampu meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas dan bawah mereka sedikit lebih banyak daripada mereka yang tidak diberi suplemen.

Beberapa penelitian juga meneliti bagaimana vitamin D dapat mempengaruhi kekuatan otot, risiko terjatuh atau lemah pada lansia. Sebagian besar menemukan bahwa penambahan vitamin D menyebabkan peningkatan kekuatan otot.

Dosis harian 20-25 mcg (800-1,000 IU) nampaknya cukup untuk memberikan manfaat vitamin D seperti ini. Manfaatnya akan lebih terasa pada individu dengan kadar vitamin D rendah yang baru ingin memulai.

8. Mencegah dan Mengobati Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang melibatkan otak, sumsum tulang belakang dan saraf optik mata.

Studi menunjukkan bahwa kadar vitamin D dalam darah yang cukup dapat membantu menurunkan risiko MS hingga 62%. Demikian pula, pada individu yang sudah menderita MS dan mampu mempertahankan kadar vitamin D nya tetap tinggi dapat memperlambat perkembangan penyakit ini.

Namun, jumlah penelitian pada kasus ini masih sangat terbatas jumlahnya.

9-15. Manfaat Lain

Selama sedekade terakhir, manfaat vitamin D telah menjadi topik penelitian ilmiah yang sangat populer.

Untuk alasan ini, studi baru yang menyelidiki manfaat vitamin D terus bermunculan di berbagai tempat. Beberapa manfaat vitamin D yang tergolong potensial meliputi:

  1. Mengurangi Serangan Asma: Dosis harian yang diberikan 7,5-30 mcg (300-1,200 IU) dapat mengurangi kemungkinan serangan asma pada anak usia sekolah.
  2. Pencegahan Flu Biasa: Mengonsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
  3. Percepat Pemulihan Pasca Operasi: Tingkat darah yang memadai dapat membantu mempercepat pemulihan setelah operasi.
  4. Pengurangan Rasa Sakit Kronis: Kadar vitamin D darah yang memadai dapat membantu mengurangi rasa sakit pada beberapa orang, namun tidak semua, hanya orang yang menderita beberapa tipe sakit kronis.
  5. Proses Kelahiran Lebih Sehat: Mengonsumsi suplemen vitamin D selama kehamilan dapat membantu meningkatkan tinggi dan berat bayi saat lahir.
  6. Perlindungan Terhadap Penyakit Parkinson: Kadar vitamin D darah yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko pengembangan Parkinson.
  7. Penurunan Sakit Mental Terkait Usia: Kadar vitamin D darah yang memadai dapat mengurangi risiko sakit mental di kalangan orang tua.

Penting untuk dicatat bahwa penelitian tentang manfaat vitamin D yang tercantum di atas pada umumnya masih jarang dan sangat mungkin untuk diperdebatkan kembali. Tulisan dalam artikel ini tidak bisa dijadikan satu-satunya rujukan kesehatan atau informasi khusus mengenai manfaat vitamin D sebagai tema utama bahasan kali ini.

Vitamin D memang berperan penting dalam tubuh dan untuk hal ini tidak perlu di perdebatkan lagi. Dengan demikian, selalu jaga asupan vitamin D, baik melalui makanan, paparan sinar matahari atau suplemen untuk kesehatan yang lebih optimal.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer