Pemanis Buatan Vs Gula Vs Madu Mana yang Terbaik?

Rasanya tak perlu dipertanyakan lagi kalau madu pasti lebih sehat dari gula dan pemanis buatan, Anda setuju?. Sebagian besar pasti menjawab ‘iya’, karena madu adalah produk alam yang belum tercampur dengan bahan kimia apapun. Sedangkan pemanis buatan seperti aspartam disinyalir dapat menyebabkan kanker, dan gula sebagai penyebab diabetes.

Dalam artikel ini kami akan mencoba menjelaskan kepada pembaca semua mengenai fakta dari tiga pemanis yang biasa kita pakai ini yaitu madu, gula dan pemanis buatan, yang mana dari ketiga ini yang paling baik untuk dikonsumsi?, dan apa hubungannya dengan beberapa penyakit?.

pemanis buatan vs gula vs madu

Berikut ini penjelasan dari ahli gizi Karen Protheroe dan Carol Browne tentang gula, madu dan pemanis buatan yang dilansir dari health24.com:

Fakta Tentang Gula yang Tak Semanis Rasanya

Gula merupakan bagian tak terpisahkan dalam keseharian kita, terutama karena hampir semua makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung gula. Selain rasanya yang manis, gula juga berperan penting dalam menghasilkan energi dalam tubuh sehingga kita tetap dapat beraktivitas.

Apa kaitan gula dengan diabetes?

Pada penderita diabetes tipe 1, mereka akan tetap mengalami kekurangan insulin karena faktor genetika (keturunan) meski tidak pernah mengonsumsi gula sekalipun. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2, yang biasanya disebabkan oleh kelebihan berat badan, terlepas dari apakah mereka sering mengonsumsi sedikit gula atau tidak sama sekali.

Sebuah penelitian telah mematahkan mitos yang bertahan lama mengenai hubungan antara gula dan insulin, penelitian ini membuktikan bahwa sejumlah kecil gula apabila dimakan dengan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah (GI), misalnya satu sendok teh gula dengan bubur gandum, hasilnya tidak meningkatkan kadar insulin secara signifikan.

Artinya konsumsi gula setiap hari (sedikit) masih tetap aman, tidak serta merta menyebabkan diabetes akibat insulin yang sering tinggi. Namun jika digunakan berlebihan apalagi tanpa disertai makanan dengan indeks glikemik rendah, maka akan berlaku sebaliknya.

Perlu diketahui pula, bahwa satu sendok teh gula dalam teh atau kopi akan menyebabkan kadar insulin meningkat sama seperti ketika Anda memakan biskuit.

Apa kaitan gula dengan obesitas?

Gula bukan satu-satunya penyebab kenaikan berat badan. Anda menjadi gemuk karena asupan kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dibakar. Akibatnya tubuh akan menyimpan semua kalori yang tidak dibakar sebagai lemak, baik berasal dari protein, gula, pati, alkohol atau lemak.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka kurangilah asupan kalori. Begitu juga sebaliknya, jika ingin meningkatkan berat badan, tambah asupan kalori. Apa saja makanannya? lihat disini:

Benarkah gula menyebabkan hiperaktif?

Apakah Anda memiliki anak yang sangat aktif? kalau iya, maka jangan jadikan gula sebagai biang keladinya. Gula tidak menyebabkan hiperaktif. Meskipun klaim untuk efek ini telah ada sejak tahun 70-an, peneliti sampai saat ini belum menemukan bukti yang mendukung teori kalau gula adalah penyebab perilaku hiperaktif.

Meskipun demikian, tak baik juga membiarkan anak-anak terlalu banyak memakan makanan manis. Gula dan pemanis lainnya hanya bahan tambahan dalam makanan, gula bukanlah makanan itu sendiri.

Terlebih lagi gula bisa menyebabkan kerusakan pada gigi, jika Anda tidak mencegahnya dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride. Oleh sebab itu, kurangilah kebiasaan mengonsumsi makanan ringan seperti permen, snacks/keripik dan buah kering, sikatlah gigi secara teratur agar gigi tetap bersih dan terhindar dari bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi.

Catatan Penting:

Gula dalam jumlah sedang (4-6 sendok teh) tidak berbahaya, menurut ahli gizi dan ilmuwan, bahkan orang yang sedang diet pun bisa mengonsumsi gula dalam batasan jumlah ini.

Penderita diabetes masih bisa mengonsumsi sedikit gula dan jangan lupa disertai makanan dengan indeks glikemik rendah (GI), dan akan lebih baik lagi kalau mereka berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter terlebih dahulu.

Kadar insulin akan naik dengan cepat jika Anda makan gula dalam jumlah yang banyak di sela waktu makan. Tapi jika dikonsumsi dengan makanan rendah GI, maka akan baik-baik saja.

Inilah makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes: Menu Makanan untuk Gula Darah Tinggi

Fakta Madu yang Katanya Terbaik

Madu memang terlihat lebih cantik dan enak, tapi bukan berarti mutlak lebih sehat dari pada gula. Ketika Anda menggunakan madu dan gula pada takaran yang sama, maka madu memang lebih baik. Namun, masalah yang sering terjadi adalah ketika Anda tahu bahwa madu lebih sehat, Anda menjadi begitu rakus menggunakannya. Pada kondisi seperti ini maka Anda akan mendapatkan kalori yang lebih banyak daripada gula.

Lihat takaran ini:

Sebanyak 5 ml sendok teh (4 g) gula mengandung 68 kilojoule (kJ) sedangkan madu 64 kJ kalori. Namun, kebanyakan orang mengonsumsi madu sebanyak 15 ml (9,9 g) atau satu sendok makan.

Madu memiliki efek yang sama pada kadar gula darah seperti gula. Komposisi madu mirip dengan gula, yang terdiri dari sukrosa (glukosa + fruktosa).

Madu terdiri dari hampir 70 persen fruktosa dan glukosa, 30 persen sisanya adalah gula lainnya. Karena komposisinya sangat mirip, maka madu memiliki indeks glikemik hampir sama dengan gula dan akan meningkatkan kadar gula darah Anda sama banyak seperti gula.

Apa kelebihan madu dibanding gula?

Madu memiliki manfaat dapat menyembuhkan luka. Oleskan pada kulit yang terluka maka akan membantu proses penyembuhan lebih cepat.

Madu bisa meningkatkan daya tahan tubuh, menghentikan pertumbuhan bakteri sehingga dapat mencegah infeksi. Inilah manfaat unggul yang tidak dimiliki oleh gula. Namun, jika digunakan sebagai makanan, madu kurang baik karena hanya mengandung mineral dan vitamin yang sedikit.

Peringatan! Madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak usia kurang dari setahun karena mengandung spora dari bakteri botulinum yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Madu yang telah di sterilisasi sudah tersedia dan lebih aman untuk anak Anda.

Fakta Pemanis Buatan yang Katanya Tidak Sehat

Pemanis rendah kalori ini rasanya sangat mirip dengan gula tapi lebih manis lagi dengan takaran yang sama. Namun terkadang ada sedikit rasa pahit saat akhir proses penelanan. Bergantung pada jenis pemanis itu, bahkan bisa seratus sampai seribu kali lebih manis dari pada gula.

Pemanis buatan bermanfaat bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin melangsingkan tubuhnya. Pemanis buatan ini sangat manis rasanya tapi menyumbang hanya sedikit kalori pada produk makanan dan minuman yang biasa nya ditambahkan dengan pemanis buatan ini.

Apabila Anda penderita diabetes, atau sedang usaha menurunkan berat badan, dan lebih baik memilih pemanis buatan daripada gula, konsumsilah secukupnya saja. Meskipun pemanis buatan ini rendah kalori sebaiknya Anda jangan mengonsumsinya secara berlebihan.

Apakah pemanis buatan menyebabkan kanker?

The European Commission’s Independent Scientific Committee baru-baru ini meneliti lebih dari 500 dokumen penelitian yang diterbitkan antara tahun 1988 dan 2001, namun tidak dapat menemukan bukti bahwa aspartame dikaitkan dengan penderita epilepsi, multiple sclerosis, attention deficit disorder, depresi, sakit kepala, alergi atau tumor otak.

Bagaimana dengan Fruktosa?

Fruktosa seringkali dikonsumsi oleh orang yang ingin mengikuti gaya hidup sehat. Mereka lebih memilih fruktosa daripada gula karena fruktosa memiliki kadar GI yang lebih rendah dan tidak menaikkan kadar gula darah secepat gula.

Fruktosa juga dua kali lebih manis dari gula pasir oleh karena itu gunakan setengahnya saja. Fruktosa sendiri adalah gula yang banyak terkandung dalam buah dan sayuran.

Sebagian besar fruktosa murni dibuat dari gula jagung.

Peringatan! Hindari mengonsumsi fruktosa lebih dari empat sendok teh sehari karena dapat mengganggu perut Anda.

Kesimpulan

Konsumsilah gula secukupnya (empat sampai enam sendok teh sehari) meski Anda sedang mencoba menurunkan berat badan. Jadikan gula bagian dari pilihan makanan sehat Anda. Bahkan penderita diabetes pun bisa mengonsumsi sedikit gula. Tentu setelah berkonsultasi dengan dokter mengenai takaran yang diizinkan.

Madu memang pilihan yang sehat, namun madu juga mengandung gula. Bagi penderita diabetes harus tetap perlu berhati-hati. Makanlah madu secukupnya saja, tapi hanya karena Anda menyukai rasanya yang istimewa.

Gunakan pemanis buatan jika Anda biasanya menggunakan lebih dari 4-8 sendok teh gula sehari. Menggantinya dengan pemanis buatan memang ada keuntungan dari sisi menurunkan asupan gula. Tapi harus dibatasi, jangan berlebihan menggunakannya.

Itulah beberapa kesimpulan dan fakta mengenai gula, madu dan pemanis buatan, yang pada akhirnya semua kembali kepada Anda. Pilihlah pemanis yang paling disukai dan cocok dengan Anda dan keluarga. Paling penting adalah selalu utamakan efeknya untuk kesehatan, dan jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer